10 GERAI STARBUCKS KEREN DI BERBAGAI NEGARA

Starbucks memang tak pernah habis diceritakan. Termasuk kedai-kedai artistik mereka yang wajib dikunjungi, terutama jika Anda adalah penggemar fanatik franchise ini.

SALAH satu yang barangkali perlu ditiru dari manajemen Starbucks adalah keluwesan mereka dalam menghadapi perkembangan jaman. Starbucks tidak kaku dan tidak harus selalu terpatok pada satu “S.O.P” jika di daerah dimana mereka akan mendirikan gerainya memiliki budaya yang berbeda dengan Seattle atau Amerika. Termasuk dalam urusan desain atau interior kedainya.

Sampai tahun 2008, kebanyakan desain Starbucks memang dilakukan hanya di Pacific Northwest, artinya para desainer mereka waktu itu merancang toko yang akan dibuka di New York atau Texas tanpa betul-betul datang dan mengunjungi kota itu, tidak heran jika sampai tahun itu kita pun menemukan kedai-kedai Starbucks seolah memiliki satu template, tampilannya sama dimana-mana. Namun perusahaan megaraksasa ini akhirnya menyadari bahwa untuk membuat kedai mereka terlihat otentik dan dekat dengan budaya setempat, para desainernya harus pergi dan datang langsung ke kota dimana mereka akan mendesain kedainya. Dan dimulailah relokasi itu. Kini, para desainer kedai Starbucks berasal dari 18 studio berbeda dari seluruh dunia, 14 diantaranya memang masih berlokasi di Amerika. Tapi, para desainer itu kini wajib mendatangi kota dan memberi sentuhan lokal ke kedai yang akan mereka bangun.

So, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika Anda termasuk penggemar fanatik Starbucks, 10 gerai berikut ini rasanya wajiblah didatangi untuk menjenguk sendiri keajaiban desainnya yang tak jamak. Ya, minimal untuk cuci mata lah. Dari China ke Jepang, dari Amsterdam ke Inggris dan jauh di sekitarnya, simak berbagai gerai Starbucks menakjubkan berikut ini.

 

1. Starbucks Dazaifu

Foto oleh
Foto oleh Yoshita dan Anzy

Berada di Dazaifu, prefektur Fukuoka, Jepang, kedai petak seluas 2,260 persegi ini didirikan di dekat kuil Dazaifu Tenmangu (yang dibangun tahun 919 AD). Karena lokasi yang berada dekat dengan kuil historis ini, desainer Kengo Kuma pun ingin Starbucks melebur bersama bangunan-bangunan yang ada sepanjang jalan menuju kuil tersebut. Hasilnya? Fitur menakjubkan dengan dinding berdesain natural tapi wow yang dilekatkan dengan 2,000 tongkat kayu di hampir seluruh ruangnya.

 

2. Starbucks Fuzhou

Starbucks Fuzhou

Jika Anda datang ke Fuzhou, ibukota provinsi Fujian di China, sempatkanlah nongkrong di kedai Starbucks ini. Kedainya mencoba menangkap pesona historis dari Master of the Nets Garden yang merupakan salah satu taman terbaik di China sekaligus juga salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Kedainya seperti perpaduan arsitektural klasik China plus modernitas ala Starbucks sehingga menghasilkan bistro yang aspiratif.

 

3. Starbucks Dubai

Foto oleh ernieski
Foto oleh ernieski

Banyak kedai-kedai Starbucks megah berlokasi di dalam Ibn Battuta Mall yang merupakan mall terbesar di Dubai ini. Dengan lebih dari 270 toko, 50 restoram dan 21 layar teater, tidak heran jika Starbucks pun ikut mengambil lokasi di pusat perbelanjaan terbesar di dunia ini. Gerainya berada di dalam replika Mesjid Shah dari Isfahan dengan desain langit-langit bergaya Persia. Tidak ketinggalan, lampu-lampu gantung yang cantik juga menghiasi logo Starbucks yang familiar sehingga membuatnya semakin menonjol dan menarik perhatian.

 

4. Starbucks Portland

Starbucks Portland

Terinspirasi dari semangat kota Portland (di Oregon) sendiri yang ingin membuat kotanya semakin ramah lingkungan, banyak kedai-kedai yang berlokasi di daerah bekas industri Pearl District pun mendesain bangunannya dengan menggunakan material-material yang masih bisa dipakai. Termasuk kedai Starbucks ini. Kayu-kayu bekas digunakan untuk membuat panel dinding dan termasuk bagian belakang bar, sementara kayu-kayu bekas yang diambil dari peternakan kota digunakan sebagai meja counter. Dan karena Portland juga memiliki komunitas sepeda yang cukup banyak, sebuah karya seni cukup besar di tengah ruangan kedai ini juga terbuat dari tabung sepeda bekas yang sudah dimodifikasi sedemikian artistik.

 

5. Starbucks Shipping Container, Washington

Foto oleh Michel Juhasz
Foto oleh Michel Juhasz

Kedai Starbucks yang benar-benar ramah lingkungan ini terlihat sangat unik karena mereka berhasil menyulap sebuah kontainer baja bekas menjadi kedai kopi berdesain minimalis namun kekinian. Karena kedainya ‘termasuk kecil’ jadi di dalamnya pun benar-benar hanya ada satu ruangan untuk beberapa barista saja, dan juga untuk menyimpan perlengkapan atau peralatan. Karenanya juga, kedai ini seringkali disinggahi hanya untuk drive-thru atau walk-up saja. Atau, sekedar berbincang-bincang santai bersama teman di halaman depannya.

 

6. Starbucks London

Starbucks London

Kota London yang muram (karena sering hujan) barangkali menjadi salah satu alasan kuat untuk menyinggahi kedai-kedai kopi di kota ini, termasuk gerai Starbucks yang berada di jalan Conduit ini. Di lantai atasnya, sebuah jendela besar mengarah ke sekitar West End London sementara di lantai bawah, dindingnya yang terbuat dari bata putih plus meja bundar besar menawarkan kenyamanan tak terbatas bagi setiap tamu. Yang membuat kedai Starbucks ini terlihat unik adalah bagaimana mereka memadukan atmosfir klasik Inggris—dengan menggunakan benda-benda yang sebenarnya peninggalan sejarah—menjadi sebuah kedai kopi modern tanpa harus kehilangan kesan historisnya.

 

7. Starbucks Amsterdam

Foto oleh napolux
Foto oleh napolux

Kedai Starbucks ini mengambil tempat di Bank yang merupakan salah satu landmark terkenal di Amsterdam. Karenanya gerai mereka yang ini pun termasuk kedai Starbucks petak terbesar di Eropa dengan luas sebesar 1,400 persegi. Desainnya memesona dengan ornamen kayu yang kebanyakan peninggalan historis landmark itu, dan terutama arsitektural langit-langitnya. Ada hampir 2,000 potongan balok kayu yang disusun bersama-sama sehingga membentuk wajah Siren—makhluk mitologi Yunani yang cantik namun berbahaya. Menurut Liz Muller yang merupakan desainer konsepnya mengatakan desain kedai ini memang bertujuan untuk meleburkan arsitektural khas kota Amsterdam dengan kekinian Starbucks.

 

8. Starbucks Swiss Train

Starbucks Swiss train
Foto oleh Cyrill Attias 

Di tahun 2013, Starbucks mengumumkan salah satu penemuan terbaru mereka yang cukup cerdik, yaitu kedai kopi yang berada di dalam kereta api yang bergerak. Yep, di dalam kereta api Swiss dengan jalur bandara Jenewa menuju St. Gallen ini, Anda akan menemukan kedai kopi Starbucks yang sangat chic sekaligus menyenangkan. Palet warna-warna hangat yang mencerminkan ‘sifat’ dari kopi itu sendiri terlihat menghiasi sebagian besar desain di kedai yang bergerak ini. Kalau penumpang kereta api tidak ingin beranjak dari bangku, mereka juga bisa memesan kopi tepat dari tempat duduk mereka sendiri.

 

9. Starbucks Disney

Foto oleh Tori Moore dan ishell
Foto oleh Tori Moore dan ishell

Belum lama ini Starbucks membuka kedai-sekaligus-kantor pertamanya yang berlokasi di Downtown Disney di Anaheim, California. Dan kedai ini benar-benar wow. Mulai dari desain kedai dan karya seninya saja, ada sebuah mural raksasa yang menunjukkan berbagai varietas asal kopi, 1,000 tanaman asli yang dibentuk seperti cangkir kopi sampai tambahan sentuhan tekhnologi seperti layar sentuh interaktif di tengah ruangan. Kedai ini sepertinya memang bertujuan untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap kopi dan lingkungan sekaligus memanjakan pelanggannya.

 

10. Starbucks Ubud

Starbucks Ubud
Foto oleh Dan Nguyen dan dari Google.

Kedai Starbucks di Ubud Bali ini mengambil lokasi di bekas gudang pura historis berplang kayu. Dengan interior khas Bali, lengkap dengan pemandangan pura plus kolam penuh teratai di area depan benar-benar membuat ngopi di kedai ini terasa menenangkan. Apalagi di sekeliling gerai ini juga ada pemandangan yang akan membuat kita semakin rileks. Tidak heran jika gerai ini pun masuk menjadi salah satu berita utama di media Jepang beberapa waktu lalu.

 

Sebagian besar disadur dari http://www.therichest.com, foto utama oleh Dmitriy Kruglyak.

keep-cup

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.