2 GAYA UMUM MEMEGANG MILK JUG UNTUK LATTE ART YANG OPTIMAL

Siapa yang tidak suka dengan sajian latte art, bahkan mereka yang tidak mengerti tentang kopi sekali pun pasti jatuh hati melihat sajian penuh pesona ini. Di buat oleh barista dengan hanya menggunakan milk jug dan kemudian dilukiskanlah rekaan gambar di permukaan kopi sehingga menjadi latte art.

LOVE, rosetta dan tulip tentunya familiar dengan istilah ini, sebutan untuk desain yang sering dilukiskan di permukaan latte art. Seperti hal wajib bagi barista untuk menguasai cara membuat 3 desain umum sajian latte art ini, disamping juga harus mengetahui hal yang mendasar tentang espresso dan susu yang digunakan sebagai komposisi sajian latte. Bagaimana sajian espresso yang sesuai untuk dibuat menjadi sajian latte art, dan bagaimana karakter susu yang baik agar latte art tampak indah dan juga nikmat. Menjadi barista ternyata tidak hanya sekadar tuang menuang dan kemudian jadilah sajian kopi, ada perhitungan untuk dapat menyajikan kopi yang nikmat. Panjang umurlah barista yang tetap konsistensi menyajikan rasa nikmat di tiap sajian kopinya.

Seketika, tentang latte art, apa pun rekaan gambar pada sajian permukaan kopinya, ada 3 tahap yang pada proses sajiannya.

credit; drinks.seriouseats.com

SINK THE MILK | Di tahap pertama ini, susu ditenggelamkan sehingga masuk ke dalam espressonya, tidak ada susu yang terlihat di bagian permukaan. Menuangkan susu dengan mengalirkan susu pada aliran yang kecil dan pada satu titik saja, untuk membentuk lapisan dasar dari latte art.

credit: drinks.seriouseats.com

FLOAT THE MILK | Di tahap kedua, susu dibuat seakan melayang di espresso, sehingga warna pada sajiannya berubah tidak gelap lagi. Milk jug didekatkan ke permukaan, kemudian dituang dengan aliran yang cukup besar dan akan dirasa cukup ketika sudah terlihat putih susuh melayang. Pada tahap ini, densitas antara susu dan espresso seimbang.

credit: drinks.seriouseats.com

DRAW THE DESIGN | Di tahap terakhir, kemudian barista akan melukiskan desain gambar pada permukaan latte. Dengan teknik khusus, dan gerakan tangan pada milk jug maka akan membentuk goresan susu ketika dituang.

Maka menjadi penting bagaimana cara memegang milk jug ketika menggambar latte art, jika saat memegang milk jug tidak nyaman akan berdampak pada goresan di tahap ketiga menjadi tidak rapi. Atau kesalahan penggunaan milk jug juga menjadi indikasi jika sajian latte art yang dihasilkan tidak menjadi rapi. Namun demikian, memegang milk jug dan juga memilih milk jug yang nyaman, semua ini tergantung kebiasaan barista ketika prosesnya. Secara umum memegang milk jug terbagi atas 2 golongan, dan barista paling banyak menggunakan kedua cara ini untuk memegang milk jug ketika membuat latte art.

STANDARD GRIP | Memegang milk jug dengan gaya ini sangat mudah kali dibedakan, terlihat pada jari tangan ketika menahan pegangan milk jug. Keempat jari; jari telunjuk sampai kelingking masuk ke pegangan milk jug dan ditahan menggunakan telapak tangan yang selanjutnya ibu jari bertemu dengan siku ruang jari telunjuk.

credit: drinks.seriouseats.com

HOLD LIKE GRIPPING PEN | Dengan gaya ini, barista terlihat seperti memegang milk jug layaknya memegang alat tulis. Jari telunjuk dan ibu jari menahan pangkal pegangan milk jug layaknya menahan ujung alat tulis, dan kemudian ketiga jari; jari tengah sampai kelingking dimasukan ke pegangan milk jug untuk menahannya keseluruhan.

credit: sprudge.com

Secara garis besar, mungkin cara pegang milk jug sesuai kenyamanan barista saja, karena ada juga gaya tangan yang memegang sisi badan milk jug tidak pada pegangannya. Seperti merengkuh, ibu jari menyentuh sisi kiri dan keempat jari lainnya menyentuh sisi kanan, dan telapak tangan menahan pegangan milk jug. Karena yang terpenting, memegang milk jug diusahakan senyaman mungkin untuk menggerakkan milk jug secara simetris, dan pergelangan tangan tetap stabil ketika menggerakkan milk jug ke kanan dan ke kiri. Apakah kamu sedang mencari milk jug, kami rekomendasikan Motta Milk Jug dengan desain yang memungkinkan menjaga aliran susu tetap stabil ketika dituang.

src: Book of Latte Art and Barista Style by Hiroshi img: google image

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.