3 HAL YANG PERLU DIPAHAMI PEMBELI GREEN BEAN COFFEE

Mungkin di antara kita penikmat kopi atau pun baru mengenal kopi dan sedang antusiasnya mencari tau ihwal tentang hulu dan hilir industri kopi pasti akan bertanya-tanya. Apakah seorang green coffee buyer hanya sekadar beli biji kopi hijau dan kemudian dijual kembali pada roaster, dan ternyata tidak sesederhana itu.

SEBAGAI green coffee buyer yang sudah banyak sekali berpengalaman memburu green bean dan dijual ke seluruh pasar kopi dunia tentu punya cerita menarik untuk diulas. Izinkan saya untuk merangkum sedikit tentang apa yang dilakukan green coffee buyer ketika sedang membeli dan memilih green bean. Awal seseorang menjadi green coffee buyer pasti berbeda-beda, apakah itu panggilan hati, atau bermula dari menjadi seorang barista. Tapi setidaknya, ada 3 pola yang hampir sama walaupun berbeda latar belakang yang mendasari seseorang menjadi seorang coffee buyer.

credit: craftbeveragejobs.com

MEMAHAMI PROYEKSI GREEN BEAN
Menjadi seorang pembeli green bean ternyata tidaklah mudah, bukan sembarang beli dan juga bukan beli karena harga kopi origin tertentu lagi naik-naiknya. Tapi sebagai pembeli kopi juga harus memiliki kemampuan untuk memprediksi kesempatan-kesempatan yang ada dari berbagai sumber, apakah itu dari sejarah yang berkembang tentang kebun kopi suatu daerah, atau mungkin keunikan gaya budidaya di kebun tersebut.

MEMAHAMI TAHAPAN GREEN BEAN
Sebagai pembeli green bean secara garis besar harus mengerti tahapan dari proses green bean. Bagaimana proses pemetikan saat panen, atau bagaimana hal-hal terkait proses tahapan green bean lainnya. Sebab, beberapa petani kopi menjual langsung buah kopi karena tidak ada lahan jemur, maka green bean buyer membelinya langsung dan tahap penjemuran dilakukan oleh pembeli. Menjadi seorang pembeli green bean haruslah memahami tahapan yang terkait dengan green bean baik secara teori maupun praktiknya.

MEMAHAMI PASAR GREEN BEAN
Pasar pembeli green bean tidaklah tetap, cenderung berubah mengikuti permintaan penikmat kopi dunia. Memutuskan seperti apa green bean yang akan dipasarkan ini juga merujuk pada seperti apa prosesnya. Bahkan, petani kopi suatu daerah semisal petani kopi Karo yang sudah nyaman dengan proses buah kopi dengan cara natural process demi tren pasar seorang green bean buyer bisa saja menyarankan untuk menggantinya dengan wine process.

credit: bee-inc.com

Tidak sedikit juga para green coffee buyer menjadi konsultan pertanian untuk menanam kopi agar dapat menggali potensi dari sekitaran lahan tanam. Bagaimana pengaruh tanaman lindung untuk menjaga tanaman kopi agar tetap tahan terkena sinar matahari langsung, bagaimana melakukan budidaya yang tepat untuk meningkatkan kualitas kopi, dan banyak lagi. Nah, ternyata green bean buyer tidak hanya membeli langsung secara asal dari petani kopi, tapi green coffee buyer kadang juga menjadikan petani kopi tradisional yang semula tidak mengerti menjadi paham keistimewaan tanaman kopi. Berikut sekilas ulasan tentang

Disadur dari buku Dear Coffee Buyer “A Guide to Sourching Green Coffee” karya Ryan Brown img: scanews.coffee

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.