3 JENIS PROSES DECAF COFFEE

Sudah banyak yang tahu bahwa kopi decaf adalah kopi yang di dalamnya hampir tidak memiliki kandungan kafein. Tapi tak banyak yang tahu bahwa proses dekafeinisasi pada kopi sebenarnya tak hanya dengan satu cara saja.

MAJALAH Otten sebenarnya sudah pernah membahas tentang decaf coffee pada artikel ini decaf coffee. Dan para pembaca pastilah sudah banyak yang tahu apa yang dimaksud dengan decaf coffee. Decaf coffee adalah kopi yang di dalamnya hampir tidak terkandung kafein. Kopi tersebut telah mengalami proses khusus yang mana kandungan kafeinnya sudah dikurangi sampai batas maksimal. Decaf coffee pertama kali ditemukan oleh seorang pedagang kopi asal Jerman bernama Ludwig Roselius pada 1903.

Roselius menjual decaf coffee pertamanya di bawah label Kaffee yang kemudian popular di Perancis. Di Amerika Serikat sendiri produk decaf coffee ini dipasarkan dengan nama Sanka (yang secara etimologi yang diambil dari Bahasa Perancis yang berarti ‘without caffeine). Dalam memproses decaf coffee Ludwig Roselius awalnya menggunakan benzene yaitu senyawa kimia yang ternyata beresiko bagi kesehatan manusia. Kini proses decaf coffee tidak lagi menggunakan benzene tapi selective solvent yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Apa sajakah jenis proses dalam menciptakan decaf coffee? Berikut tiga prosesnya.

Credit : amerlin.com
Credit : amerlin.com

Proses Air (Swiss)

Proses yang satu ini pertama kali dikembangkan pada 1930-an tapi kemudian tak terlalu banyak dipakai di era sekarang ini. Proses ini dilakukan dengan merendam biji kopi hijau dengan air panas hingga kafein yang ada di dalam green bean tersebut berkurang. Kelemahan proses ini adalah karakteristik kopi tersebut pun ikut hilang seiring dengan kandungan kafeinnya. Setelah direndam kemudian air sisa dari rendaman tersebut disaring melalui activated charcoal filter untuk menghilangkan kafeinnya saja. Air sisa rendaman biji hijau pertama yang sudah difilter ini kemudian dipakai lagi untuk merendam biji hijau lainnya karena air ini dinilai memiliki ekstrak biji kopi yang memberi karakteristik pada biji kopi yang akan direndam. Perendaman ini dilakukan terus menerus hingga kopi yang ingin di-decaf selesai. Ingat, tetap menggunakan air yang sama!

Credit : bevcoservice.net
Credit : bevcoservice.net

Proses Larutan Kimia

Seperti nama prosesnya, proses ini tentu menggunakan pelarut kimia. Larutan kimia yang digunakan dalam proses decaffeinated ini biasanya adalah ethyl acetate yang berfungsi menghilangkan kandungan kafein pada biji kopi. Proses ini dimulai dengan mengukus biji kopi dan kemudian mencucinya dengan pelarut ethyl acetate. Setelah dicuci dengan larutan kimia tadi, kopi kemudian dikukus lagi untuk menghilangkan kandungan larutannya. Setelah proses kukus selesai, green bean tersebut dikeringkan sebelum siap untuk disangrai. Ethyl acetate adalah senyawa kimia paling alami yang digunakan untuk makanan. Oleh karena itu decaf coffee yang melalui proses ini biasanya dikenal juga dengan nama ‘naturally decaffeinated’. 

Proses Karbondioksida

Proses yang satu ini secara teknis dikenal sebagai proses yang menggunakan ekstraksi dari karbondioksida subkritis. Ini adalah proses dekafeinisasi paling baru yang. Proses ini dimulai dengan merendam biji kopi hijau ke dalam sebuah wajan baja tertutup yang penuh dengan air. Kemudian karbondioksida bekerja memompa dengan tekanan yang cukup besar. CO2 ini melarutkan kafein yang ada di dalam kopi tanpa memengaruhi rasa dan karakteristik yang ada pada kopi tersebut.

Dikutip dari buku Real Fresh Coffee oleh Jeremy Torz & Steven Macatonia : Foto utama dari huffingtonpost.com

cari-kopi

618 total views, 10 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment
  1. ketiga prosesnya tidak terlalu sulit ya, masih bisa di kerjakan sendiri. Kopi ini bebas dari caffein, apakah bisa di bilang aman untuk ibu yang lagi hamil maupun pasca melahirkan ??

Leave a Reply

Your email address will not be published.