4 ESPRESSO MAKER TANPA LISTRIK

Segala yang manual memang mencuri perhatian. Termasuk empat espresso maker berikut ini.

THIRD wave coffee era menjunjung tinggi segala sesuatu yang bersifat manual. Tak hanya metode seduh manual atau manual brew methods, di ranah espresso juga diciptakan beberapa espresso maker manual yang sama sekali tidak memerlukan bantuan listrik. Tak hanya itu, espresso maker tersebut juga didesain portable dan stylish sehingga mudah dibawa kemana-mana. Bayangkan mudahnya menikmati kopi tanpa khawatir terhambat masalah listrik dan lainnya. Untuk kamu yang mungkin sedang mencari espresso maker manual untuk digunakan sehari-hari, berikut lima alat kopi canggih yang tentunya ramah untuk kantong juga. Selamat membaca.

Credit : kingofwallpapers.com
Credit : kingofwallpapers.com

Rok Presso

Rok Presso adalah salah satu espresso maker tanpa listrik yang menjadi favorit para pecinta kopi. Tak hanya karena didesain kokoh dan tangguh, Rok Presso juga dinilai mampu menghasilkan espresso yang kualitasnya bisa mengimbangi kualitas espresso dari espresso machine biasa. Cara penggunannya juga sangat mudah dan hampir mirip dengan mesin espresso. Tinggal masukkan bubuk kopi ke dalam basket portafilter dan padatkan dengan tamper khusus dari Rok Presso. Isi air panas di wadah air bagian atas dan tarik kedua sisi kenop dan voila! espresso atau double espresso bisa dihasilkan dengan krema cantik selayaknya espresso dari mesin kopi.

Credit : youtube.com
Credit : youtube.com

Handpresso

Jika Rok Presso didesain dengan ukuran yang sedikit lebih besar, maka Handpresso diciptakan dengan keunggulan ukuran yang lebih kecil. Cocok untuk para pejalan yang ingin menikmati kopi di mana saja. Single espresso atau double espresso bisa dihasilkannya dengan sekali pompa. Cara kerja dari Handpresso adalah dengan menggunakan tekanan pada bar yang ada di fiturnya. Handpresso juga menciptakan Handpresso Wild Hybrid yang dibuat untuk mereka yang sedang berkendara di mobil. Jadi tak ada halangan lagi dalam menikmati kopi di mana saja. Handpresso hingga saat ini masih menjadi espresso maker mini paling asik untuk kamu yang suka traveling.

Credit : handpresso.buy-sellreviews.com
Credit : handpresso.buy-sellreviews.com

Bellman Stove Top

Espresso maker manual yang satu ini memiliki cara kerja yang berbeda dari dua alat kopi di atas. Bellman diletakkan di atas kompor lalu tekanan dari panas akan menghasilkan espresso terbaik yang tak kalah nikmat dari mesin kopi listrik. Hebatnya lagi, Bellman Stove Top juga dilengkapi dengan milk froather sehingga mampu mengasilkan minuman kopi espresso base seperti cappuccino, café latte, flat white, piccolo latte dan minuman lain yang memerlukan unsur susu di dalamnya. Untuk kamu yang menginginkan espresso maker manual, Bellman Stove Top tak bisa diragukan lagi kemampuannya.

Credit : youtube.com
Credit : youtube.com

Minipresso

Sekilas espresso maker manual nan mini ini terlihat seperti botol yang dilengkapi pompa di bagain tengahnya. Tapi si kecil yang mudah dibawa kemana-mana ini mampu menghasilkan espresso yang tak kalah unggul dari mesin espresso lainnya. Keunggulannya adalah ukurannya yang mini sehingga mudah dibawa bahkan dimasukkan ke dalam tas saja. Dengan Minipresso, ngopi di mana saja tak lagi menjadi masalah. Cara menggunakannya juga sangat mudah. Tinggal diisi dengan air panas, lalu masukkan bubuk kopi ke dalam basket yang tersedia lalu dalam posisi terbaik pompa bagian tengahnya hingga espresso keluar dengan sempurna. Jadi bagaimana? Masih ragu dengan Minipresso nan pintar ini?

Credit : mobile.fourlook.com
Credit : mobile.fourlook.com

Foto utama dari pahitcoffee.tumblr.com

HANDPRESSO-MAJALAH1

3,257 total views, 6 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment
  1. Saya penyuka dan pencinta kopi dari sejak kelas 2 SD saat saya mencuri2 menyeruput kopi hitam kakek ataupun kopi susu milik ibu saya. Berkembang hingga sekarang dimanja dalam sehari saya bisa menyeduh 5-6x kopi bubuk dicampur susu. Sempat menikmati kemudahan yang diberikan oleh kopi instan sewaktu kuliah tapi tetap kangen menikmati seduhan bubuk kopi Lampung dan kopi Aceh kiriman kakek. Hingga akhirnya terpaku menikmati kopi bubuk dari Garut, kopi bubuk sebuah toko Kopi lawas di Banceuy Bandung dan juga membeli bubuk-bubuk kopi dari online. Lambat laun dari rekan fotografer asing saya diperkenalkan dengan espresso maupun real capuccino. Walau saya belum bisa melupakan susu sebagai campuran kopia, saya mulai belajar menikmati “pahitnya” espresso.

    Yang mau saya tanyakan dan nampak sedikit belum diulas pada tulisan diatas yaitu bagaimana perbedaan rasa yang dihasilkan dan kapasitas hasil dari masing-masing alat diatas? Bagaimana pula hasil dari mini presto yang elektrik (yang pake arus DC)?

Leave a Reply

Your email address will not be published.