Tips

4 IDE BERTANDANG KE KEBUN KOPI

Petani memanen biji kopi arabika di lahan pertanian Desa Sungai Rumpun, Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi, Rabu (2/7). Harga biji kopi di tingkat petani di daerah itu terus mengalami penurunan dalam seminggu terakhir dari Rp22 ribu per kilogram (tanpa kulit) menjadi Rp18 ribu per kilogram. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ss/mes/14.


Kopi hangat di cangkirmu asalnya dari mana? Jawabannya: perkebunan kopi. Kalau punya rasa penasaran lebih soal asal-usul kopimu, barangkali kamu harus segera singgah ke sana.

PETANI kopi adalah hulu perkopian gelombang ketiga. Dari sanalah asal mula kopi yang kamu teguk. Kalau kamu berkesempatan mengunjunginya, perkebunan kopi mana yang akan kamu pilih?

Setelah menentukan pilihan, ada baiknya kamu mendaftar kegiatan apa saja yang akan kamu lakukan di perkebunan kopi. 4 ide ini saya daftar sendiri sebelum pergi main ke perkebunan kopi milik petani bernama Mukidi di Temanggung, Jawa Tengah. Daftar kegiatan ini hanya rekomendasi, bukan sebuah keharusan. Kalau kamu ada pengalaman lain, bisa berbagi juga di sini.

Bawa Biji Kopi dari Luar Daerahnya

Kalau perkebunan kopi yang kamu kunjungi letaknya jauh dari tempatmu tinggal, ada baiknya datang ke sana sambil membawa biji-biji kopi dari luar daerahnya. Kopinya bisa dari khas daerahmu atau dari daerah lain. Yang jelas ya harus beda daerah. Ini untuk menghindari kesamaan antara kopi yang kamu bawa dengan perkebunan kopi yang kamu kunjungi.

Sejumlah pekerja berjalan usai memanen kopi robusta (Coffea robusta L) di kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Asinan, Bawen, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/8). PTPN IX memprediksi produksi kopi kebun tersebut pada 2015 menurun dibandingkan produksi 2014 dari 444 ton kopi kering menjadi 362 ton karena curah hujan tinggi pada saat masa pembungaan sehingga berpengaruh tidak maksimalnya proses penyerbukan. Antara Foto/Aditya Pradana Putra/foc/15.

Sejumlah pekerja berjalan usai memanen kopi robusta (Coffea robusta L) di kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Asinan, Bawen, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/8). PTPN IX memprediksi produksi kopi kebun tersebut pada 2015 menurun dibandingkan produksi 2014 dari 444 ton kopi kering menjadi 362 ton karena curah hujan tinggi pada saat masa pembungaan sehingga berpengaruh tidak maksimalnya proses penyerbukan. Antara Foto/Aditya Pradana Putra/foc/15.

Membawa biji kopi dari luar daerahnya bisa jadi sarana mengakrabkan diri melalui ritual ngopi bareng, atau sekedar oleh-oleh dari luar daerah. Dari sana bisa muncul obrolan-obrolan seputar kopi bawaanmu dengan kopi asli perkebunan si petani. Kamu bisa bawa kopi dalam bentuk biji atau gilingan. Alatnya, jelas sesuai seleramu. Kamu bisa cek artikel ini untuk mengetahui alat kopi apa saja yang cocok dibawa saat bepergian. Bisa cek di sini.

Credit : ebay.com

Credit : ebay.com

Menginap

Mengenal suatu tempat dalam sehari, bagi saya, rasanya kurang. Apalagi kalau kamu harus menempuh jarak yang tak dekat untuk mencapai ke perkebunan kopi itu. Solusi yang paling gampang ya menumpang menginap di rumah petani kopi sekitar.

Cara satu ini tidak mengenal jadwal. Kamu bisa sesuaikan kebutuhan kegiatanmu dengan jumlah hari menginap di sana. Yang jelas, selama menginap, manfaatkan kesempatanmu untuk berinteraksi dengan si petani. Kenali proses penanaman kopi, panennya, pengolahan, hingga penjualan hasil kebunnya. Ini otomatis akan menambah pengetahuanmu seputar pertanian kopi di sana.

Credit : teatimewiththemadartistdotwordpress.com

Credit : teatimewiththemadartistdotwordpress.com

Ngopi Bareng Warga Lokal

Ngopi! Kegiatan ini wajib dilakukan saat singgah ke perkebunan kopi. Tapi ngopinya jelas beda dengan poin pertama. Kamu cukup ikuti saja cara ngopi orang lokal. Akan lebih baik kalau ada warung-warung kopi di sana.

Bawa Pulang Kopi Lokal

Datang bawa oleh-oleh, pulang juga bawa oleh-oleh. Sebelum pulang, pastikan kamu tahu kopi lokal apa saja yang ingin kamu bawa ke rumah. Biasanya juga, kalau temanmu sesama penikmat kopi tahu kamu sedang singgah di perkebunan kopi, dia akan titip beli beberapa. Siap-siap uang saja buat memboyongnya.

Jadi, sudah ada niat buat main-main ke perkebunan kopi?


 

Penulis: Arya Adikristya, mahasiswa magang di Otten Magazine. Bisa minum kopi, bisa juga tidak minum kopi. Sapa ia melalui akun Twitter/Instagram @adikristya dan Facebook fb.me/AadikristyaN
Editor : Mustika T. Yuliandri
 Foto utama dari  cumakita.com

 

cari-kopi

1,665 total views, 17 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply