4 PERSIAPAN YANG PERLU DILAKUKAN SEBELUM CUPPING

Selain mempersiapkan peralatan, tidak ada salahnya untuk juga mempersiapkan diri sendiri sebelum melakukan cupping.

KOPI itu kaya rasa dan aroma, satu varietas dengan varietas lainnya punya ciri dan karakternya masing-masing. Karakter setiap kopi inilah yang ditelusuri melalui proses cupping atau uji citarasa kopi.

Saat ini cupping bukan lagi hanya milik kalangan tertentu. Semua pencinta kopi dengan latar dan pekerjaan apa saja bisa melakukan kegiatan ini, bukan hanya cupper profesional. Tempatnya pun bisa dilakukan di mana saja. Di roastery, kafe, hingga di rumah masing-masing. Jika kalian belum terlalu mengetahui tentang apa itu cupping, kami pernah membahas perkenalannya di sini.

Cupping memang merupakan prosedur wajib yang mesti dilakukan untuk mengobservasi rasa, aroma dan karakter pada kopi—terutama kopi-kopi spesialti—sebelum kopi tersebut dijual ke pasar. Proses pengujian ini penting untuk mengetahui bagaimana profil dan karakternya. Sebelum melakukan proses uji rasa, atau cupping, ada 4 persiapan yang harus dilakukan. Simak langkah-langkahnya berikut ini.

1. Puasa

Puasa bisa menjadi sarana detoksifikasi, alias pengeluaran racun-racun di dalam tubuh. Puasa juga berguna untuk menetralkan tubuh, termasuk indra penciuman dan pengecapan. Ini dibutuhkan agar pada saat seorang cupper mencium aroma, menyesap cairan kopi, dan menelannya, yang terasa adalah rasa asli dari kopi. Bukan dari bekas aroma atau rasa setelah makan atau minuman lainnya. Puasa bisa dilakukan selama kurang lebih sehari.

2. Kalibrasi rasa dan aroma

Latihan. Semakin sering kita mencoba banyak rasa dari kopi yang berbeda, maka akan semakin kentara karakteristik tiap-tiap kopi yang kita rasakan. Kalibrasi rasa berguna untuk membedakan mana asam (acidity), manis (sweetnes), pahit (bitter), asin (saltiness), savories, mouthfeel, flavour, dan seterusnya. Begitu juga dengan aroma. Kepekaan pada rasa dan aroma ini biasanya butuh beberapa waktu bagi cupper. Latih terus, pantang mundur, agar informasi yang disampaikan saat cupping nggak ngelantur.

Beberapa persiapan sebelum melakukan cupping.
Beberapa persiapan sebelum melakukan cupping.

3. ‘Mengheningkan cipta’

Selain tubuh yang sehat (tidak flu, batuk, radang tenggorokan), jiwa dan pikiran cupper juga mesti santai, tidak tegang. Kalau cupper sudah berhasil ‘mengheningkan cipta’, setiap rasa dan aroma kopi yang masuk akan diolah lebih jernih. Tidak terkontaminasi pikiran-pikiran lainnya. Di bagian ini, kita cuma perlu fokus menjadi indra pengecap dan penciuman.

4. Siapkan tempat tertutup

Terakhir ini sifatnya lebih teknis. Kalau persiapan di atas sudah terpenuhi, maka satu hal penting adalah persiapan tempat cupping yang tertutup. Bebas polusi apapun. Saya beberapa kali melihat para cupper melakukan cupping di ruang terbuka, di warung kopinya, atau di rumahnya masing-masing, sambil merokok, sesaat usai makan dan minum yang tidak netral. Belum lagi ditambah polusi lain yang tidak bisa dikendalikan seperti asap kendaraan bermotor. Bukannya mereka salah ketika cupping seperti itu, hanya saja ya itu tadi, banyak potensi rasa dan aroma tidak bisa terserap dengan optimal. Tempat yang bebas polusi membentuk suasana yang pas bagi cupper ketika mengenali rasa dan aroma, lebih dalam.

 

Selamat mencoba cupping!


 

Penulis: Arya Adikristya, mahasiswa magang di Otten Magazine. Bisa minum kopi, bisa juga tidak minum kopi. Sapa ia melalui akun Twitter/Instagram @adikristya dan Facebook fb.me/AadikristyaN
Editor: Yulin Masdakaty
Foto-foto diambil dari dariillawaramercury(dot)com(dot)au dan lacombe(dot)com

 

alat cupping

Otten Coffee

Otten Coffee adalah coffee source terbesar dan penyedia alat-alat kopi terlengkap bagi para pencinta kopi Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.