5 MANFAAT AMPAS KOPI UNTUK BERKEBUN

Tentunya asyik kalau bisa memenuhi kebutuhan sendiri dari kebun kecil di sebelah rumah. Ampas kopi bisa jadi teman setia kamu ketika berkebun.

DARIPADA dibuang, kini sebagian orang lebih suka memanfaatkan ampas kopi untuk produksi makanan. Ini sudah rahasia umum kalau ampas kopi memang punya nilai guna lain – khususnya untuk urusan perut. Sayangnya, kegiatan zero wasting coffee ini belum begitu optimal.

Pemanfaatan ampas kopi untuk produksi makanan, bukan berarti kita memakan ampas kopi yang telah diolah. Melainkan, penggunaan ampas kopi itu lebih difokuskan pada kompos untuk perkebunan hingga budidaya jamur. Bagaimana mungkin?

Nyatanya, hal itu sudah dilakukan di luar Indonesia. Tapi di negeri sendiri, sepertinya pengolahan ampas kopi untuk pertanian dan perkebunan belum begitu popular. Mereka masih lebih memilih pupuk kandang atau urea – meskipun tidak ada salahnya juga.

Mengurangi Volume Sampah

Pernah membayangkan berapa jumlah limbah kopi dalam sehari? The Coffee Ground to Ground, pengolah ampas kopi yang berdiri sejak 2010 di Austin, Texas, AS, pernah menghitung rata-rata 20 gram ampas kopi dibuang tiap satu cangkir.

20 gram terlihat tidak begitu banyak. Tapi bagaimana jika ada 5.000 cangkir yang masing-masingnya berisi 20 gram kopi. Jawabannya: 100 kilogram ampas kopi! Kalikan lagi dengan jumlah warung kopi di daerah kamu. Permasalahannya baru kelihatan di sini.

Pembuangan ampas kopi berimplikasi pada meningkatnya volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Anda pernah main ke TPA? Kalau ampas kopi (dan kertas filter) anda terbuang begitu saja, bisa dipastikan anda secara tidak langsung menyumbang penumpukan sampah.

 

Credit : flickr.com by John Godfrey
Credit : flickr.com by John Godfrey

Kaya Mineral

Ampas kopi punya banyak kandungan yang berguna bagi kesehatan tanah. Kandungan gas nitrogen yang relatif tinggi –dengan rasio karbon dan nitrogen 20-24:1, membuat ampas kopi berkontribusi banyak untuk membuat kompos berkualitas. Tinggal campurkan saja dengan daun-daunan dan kompos organik yang kamu punya.

Keasaman ampas kopi yang relatif lebih rendah (6.9-6.2 pH) membuatnya ramah untuk dikonsumsi tanaman. Tingkat keasaman ini bisa tinggi apabila penyeduhan sebelumnya ekstraksi tidak optimal. Pertimbangkan hal ini juga.

Selain itu, ampas kopi juga mengandung senyawa fosfor, potasium, magnesium, dan sedikit tembaga. Artinya, kamu tidak perlu beli bahan-bahan tambahan, karena semua itu sudah ada pada ampas kopi.

Pestisida Alami

Selain cuaca, salah satu tantangan ketika berkebun adalah hama. Kalau kamu punya ampas kopi, hama bakal terkontrol. Ampas kopi yang sudah dicampur dengan tanah terbukti bisa menghalangi masuknya hama seperti siput masuk ke area kebun. Ini sudah dilakukan di perusahaan olah ampas kopi Reground, Melbourne, Australia.

Selain siput, ampas kopi yang sudah dicampur dengan tanah juga bisa mengontrol jumlah semut yang banyak dan kadang-kadang memakan bibit. Jadi ketimbang pakai cairan racun untuk membunuh makhluk hidup lain, lebih baik pakai ampas kopi yang ramah lingkungan.

Sebaliknya, cacing tanah menyukai ampas kopi yang sudah tercampur dengan tanah. Dengan senang hati cacing tanah akan mengunyah dan mengeluarkan mineral-mineral yang makin menyehatkan tanah kebun anda. Masih butuh pestisida?

Bisa Digunakan Untuk Budidaya Jamur

Selain kompos, ampas kopi juga bisa digunakan sebagai media budidaya jamur tiram. Ini sudah dibuktikan oleh perusahaan Fungi Futures CIC di Devon, Inggris, sejak 2011. Melalui proyeknya yang bernama GroCycle, mereka membudidayakan jamur tiram dalam jumlah besar.

GroCycle memanfaatkan kandungan nutrisi yang tidak diambil ketika penyeduhan kopi berlangsung. Nutrisi yang terlupakan itu selanjutnya mereka olah dengan metode kembang biak jamur di sebuah kantor mangkrak di Exeter, Barat Daya Inggris.

Kini, GroCycle membuka kursus pengolahan ampas kopi menjadi bahan budidaya jamur tiram.

Mengurangi Belanja Makanan

Yang terakhir ini bisa dilogika sendiri. Kalau kebutuhan panganmu terpenuhi karena punya kebun sendiri, otomatis pengeluaran belanja makananmu juga bisa berkurang. Tinggal belanja kebutuhan yang lainnya saja.

Bagaimana? Tertarik berkebun sambil memanfaatkan ampas kopi sisa seduhmu?


 

Penulis: Arya Adikristya, mahasiswa magang di Otten Magazine. Bisa minum kopi, bisa juga tidak minum kopi. Sapa ia melalui akun Twitter/Instagram @adikristya dan Facebook fb.me/AadikristyaN
Editor: Mustika T. Yuliandri
Foto-foto diambil dari Flickr (dengan credit milikJohn Godfrey dan  Nick Verwymeren).

 

cari-kopi

Otten Coffee

Otten Coffee adalah coffee source terbesar dan penyedia alat-alat kopi terlengkap bagi para pencinta kopi Indonesia.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.