5 HAL INI, BAGAIMANA CARA PELANGGAN MEMAKNAI SECANGKIR KOPI MEREKA

Tiap orang berbeda cara mereka bagaimana menikmati secangkir kopi hari ini, bahkan untuk memaknai kualitas secangkir kopi yang disajikan di kedai-kedai kopi, tiap orang juga punya sudut pandang tersendiri untuk menanggapinya. Tentunya seorang coffee professional dengan penikmat kopi akan berbeda dalam menanggapi kedai kopi yang sempurna itu seperti apa?

JIKA para coffee professsional sedang berkunjung di sebuah kedai kopi mungkin yang menjadi fokus penilaian adalah secangkir kopi itu sendiri. Menilai bagaimana kualitas secangkir kopi yang disajikan padanya, tentang karakteristik rasa dan juga tentang bagaimana kopi mempengaruhi mereka setelahnya. Pembahasan mungkin akan seputar apakah pada secangkir kopi yang disajikan pada mereka terdapat unique flavor, bagaimana aftertastenya, mouthfeel, apakah ada familiar flavor, aroma, sweetness, acidity, dan bagaimana temperature seduhannya. Semua hal ini tentang menelusuri kualitas secangkir kopi yang mereka nikmati. Namun berbeda jadinya, jika para penikmat kopi yang sering berkunjung ke kedai kopi, mungkin penilaian mencakup keseluruhan, bukan hanya fokus pada secangkir kopi, tapi juga secara umum. Penilaian yang baik tentunya akan membuat mereka ingin kembali lagi untuk menikmati secangkir kopi di kedai kopi itu.

credit: lifestylecoop.com

KARAKTER RASA
Berbeda cara menilai pelanggan yang menikmati secangkir kopi dengan para coffee professional, mungkin penilaiannya hanya sebatas enak atau tidak secangkir kopi yang mereka minum. Tidak secara spesifik menilai bagaimana karakter rasa kopi mempengaruhi keseluruhan reseptor yang ada di lidah. Sebabnya, untuk kebanyakan kedai kopi lebih menyeduh kopi pada rasa yang seimbang, karena mudah dimengerti oleh pelanggan. Karena tidak mudah untuk seorang pelanggan mengartikan bagaimana aftertaste dari secangkir kopi mereka, atau bagaimana body dari kopi yang mereka nikmati.

SIKAP STAF
Seberapa nikmat kopi yang disajikan, jika staf tidak bersikap baik, mungkin secangkir kopi akan menjadi terasa hambar. Hanya sekadar kiasan, tapi ada benarnya, seburuk apa pun pelanggan yang hadir di kedai kopi, tentunya harus diberikan pelayanan yang maksimal. Walaupun, kerap sekali terjadi perdebatan kecil tentang sajian kopi, antara pelanggan dengan staf pramusaji. Ada baiknya bersikap baik, biarkan secangkir kopi yang berbicara, jika tidak bisa juga, senyum adalah jurus terakhir menjadi staf yang baik.

KENYAMANAN
Banyak pelanggan yang datang ke kedai kopi bukan karena ingin menikmati kopi, tapi karena kenyaman yang ditawarkan dari kedai kopi kita berbeda dengan kedai kopi lainnya. Walau pun tentunya, persepsi dari arti nyaman tiap orang berbeda, tapi dengan dilengkapinya furnitur-furnitur yang menarik dan nyaman adalah upaya untuk meningkatkan kenyaman pelanggan ketika menikmati kopi mereka.

credit: google img

LATTE ART
Jangan heran jika seorang pelanggan yang pesan secangkir latte art sangat lama meminumnya, alasanya klasik karena terlalu sayang seni yang indah itu akan berantakan jika diminum. Sangat berbeda cara minum seorang coffee professional yang tanpa menunggu lama langsung minum latte art yang baru disajikan. Tidak sedikit pelanggan akan butuh waktu yang lama untuk menikmatinya, setelah mengabadikan latte art di smartphone mereka, kemudian meminumnya. Jadi banyak pelanggan yang menilai kualitas kopi dari kedai kopi berdasarkan keindahan latte art yang disajikan di kedai kopi itu.

credit: shutterstock

KECEPATAN SAJIAN
Sajian kopi yang dihidangkan terlalu lama bisa membuat pelanggan tidak akan datang kembali ke kedai kopi itu. Nah, persepsi kualitas kopi juga termasuk seberapa cepat sajian kopi dihidangkan. Tidak jarang ada pelanggan yang berlalu pergi karena menurutnya terlalu lama pesanan kopi mereka disajikan. Setidaknya, untuk meminimalisir kebosanan pelanggan menunggu sajian, musik-musik yang sedang hits diputarkan di kedai kopi menjadi pilihan menarik sebagai hiburan kecil, namun tidak perlu terlalu keras karena ada juga pelanggan lain yang mencintai keheningan menikmati kopi mereka.

Secara garis besar, begitulah pelanggan yang hadir di kedai kopi ketika menikmati kopi. Malah, ada juga pelanggan yang memikirkan tempat ngopi sebelum menentukan untuk pergi ngopi di suatu kedai kopi. Jika terlalu ramai, dan terlihat sempit, maka berlalu pergi untuk mencari kedai kopi lainnya.

src: handground.com img: shutterstock

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.