5 HAL YANG BISA DIPEROLEH SAAT NGOPI DI SALATIGA

Kopi hangat terasa semakin nikmat ketika diminum pada saat cuaca dingin. Termasuk di Salatiga.

NGOPI memang bisa di mana saja. Mau di kota besar atau kota kecil, intinya ngopi bisa di mana saja. Ketidakterbatasan ruang ini membuat setiap tempat punya nuansa masing-masing. Cocok atau tidak dengan peminum kopi, itu tergantung selera. Ada yang suka kedai remang-remang, ada yang suka terang benderang.

Kegiatan ngopi seumur hidup saya, jika diakumulasikan, maka akan kelihatan dominasi ngopi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, Denpasar, Semarang, dan Yogyakarta. Tidak ada salahnya karena ngopi bisa di mana saja dan sesuai selera. Tapi lebih tidak salah lagi kalau sekali-kali mencoba ngopi di kota kecil, di daerah pinggiran. Bandingkan, apa bedanya ngopi di kota besar dengan kota kecil?

Nah, bicara soal ngopi di kota kecil, yang paling saya ingat, ya, pengalaman waktu ngopi di Salatiga, kota di kaki gunung Merbabu, Jawa Tengah. Kota dengan empat kecamatan ini punya daya magis yang tak bisa saya lupakan. Setidaknya kelima hal ini adalah apa yang saya dapatkan saat ngopi di Salatiga.

1. Udara sejuk

Udara sejuk, siapa yang tak suka? Mungkin ada beberapa, tapi kalau sudah gerah sama suasana kota besar yang membuat resah, datanglah kemari. Setidaknya sejuknya udara Salatiga bisa membuat kamu lebih lega. Di sini sejuk ada di mana-mana, meski kadang-kadang panas terik matahari bukan main. Letak Salatiga berada di antara 450-825 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikelilingi gunung-gunung seperti Merbabu, Telomoyo, Gajah Mungkur dan Payung Rong. Kondisi geografis ini membuat Salatiga menjadi salah satu produsen kopi robusta yang cukup terkenal.

Ngopi di Salatiga, jelas akan sepaket dengan hawa sejuknya. Pohon-pohonnya terhitung masih lebih rindang ketimbang kota-kota seperti Jakarta dan Surabaya. Karena kota besar umumnya padat penduduk dan kendaraan bermotor yang membuat udara lebih panas. Biasanya kedai kopi di kota besar harus menyediakan kipas angin atau pendingin ruangan agar lebih sejuk. Di Salatiga sebaliknya, kita justru mesti menyediakan jaket agar jaga-jaga tidak kedinginan.

Udara Salatiga yang sejuk menjadi faktor pendukung yang membuat ngopi lebih asyik.
Udara Salatiga yang sejuk menjadi faktor pendukung yang membuat ngopi lebih asyik.

 

2. Nyanyian alam

Karena daerah hijau di Salatiga terhitung masih banyak, dengan pohon-pohon tua yang berdiri, membuat daerah ini rumah bagi serangga sejenis tonggeret. Serangga ini mengeluarkan bunyi derik yang sering kita dengar di hutan atau tempat-tempat yang berpohon lebat. Pernah dengar?

Tempat ngopi di Salatiga sendiri tidak seluruhnya berada di sekitar area yang berpohon lebat. Beberapa ada yang di pusat kota, beberapa lainnya memilih agak di pinggiran. Jika ingin merasakan ngopi dan nyanyian alam di Salatiga, lebih baik datangi kedai yang agak berjarak dari jalan arteri.

 

3. Ketemu teman lebih gampang

Luas kotanya yang hanya 56,781 km2 dan dengan hanya 4 kecamatan, membuat Salatiga tidak begitu besar dibanding kota-kota yang mengelilinginya seperti Solo dan Semarang. Luas wilayah dan sebaran kedai kopi di Salatiga ini membuat kita bisa dengan mudahnya berjumpa kenalan, meski tidak direncanakan.

 

4. Harga terjangkau

Sebenarnya tidak semua kedai kopi di Salatiga punya harga yang terjangkau. Tapi jika dibandingkan dengan harga kopi di kota-kota besar yang berkisar Rp 25-35 ribu untuk kopi seduhan pour over, di Salatiga bisa turun harga mencapai Rp 12-15 ribu per gelas. Tapi saya belum pernah ketemu kedai kopi di Salatiga yang bisa menjual kopi spesialti dengan harga Rp 10 ribu, seperti di salah satu kedai kopi yang pernah saya datangi di Sidoarjo.

kedai kopi salatiga

5. Rata-rata buka setelah senja

Kalau ngopi di Salatiga, salah satu yang harus kita perhatikan adalah jam buka. Di sini kedai kopi spesialti kebanyakan buka saat senja datang atau setelah matahari terbenam, saat-saat orang mulai beristirahat setelah seharian bekerja. Jangan salah jadwal. Jika ingin ngopi siang-siang, tentu ada segelintir kedai kopi spesialti yang buka dari pagi.

 

Begitulah yang bisa kamu dapatkan saat ngopi di Salatiga. Di kotamu bagaimana?


Penulis: Arya Adikristya, mahasiswa magang di Otten Magazine. Bisa minum kopi, bisa juga tidak minum kopi. Sapa ia melalui akun Twitter/Instagram @adikristya dan Facebook fb.me/AadikristyaN
Editor : Yulin Masdakaty
Foto-foto diambil dari Flickr Tanti Ruwani dan TripAdvisor.

 

PAKET CAFE

 

Otten Coffee

Otten Coffee adalah coffee source terbesar dan penyedia alat-alat kopi terlengkap bagi para pencinta kopi Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.