5 HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN SEBELUM MEMBELI MESIN ESPRESSO

Mesin espresso adalah sebuah investasi. Karena itulah membelinya tidak boleh sembarang pilih.

INDUSTRI kopi yang semakin berkembang belakangan ini kian membuat penjualan mesin-mesin espresso laku keras. Nggak usah di luar negeri dulu, di Indonesia sendiri pun kita bisa melihat semakin banyak kedai-kedai kopi yang berdiri. Dan saya bukan berbicara hanya untuk kota besar seperti Jakarta atau Medan saja lho ya, tapi juga kota-kota kecil yang tadinya ada kedai kopi lumayan modern saja pun udah sebuah mukjizat.

Bisnis kedai kopi saat ini memang dianggap sangat menjanjikan karena minum kopi telah menjadi gaya hidup dan kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan yang kayaknya makin pesat itu, tentu diperlukan sebuah mesin yang performanya juga meyakinkan. Nah, masalahnya, mesin espresso seperti apa yang cocok untuk kedai kopi yang ingin kalian usahakan? Ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Tipe boiler yang seperti apa?

Masalah boiler ini penting karena menyangkut seberapa besar usaha kafe atau kedai kopi yang ingin kalian buka. Jika menginginkan kedai yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu bersegmentasi kepada peminum kopi, ya, mesin dengan single boiler mungkin sudah cukup. Tapi kalau dari awal sudah berencana untuk fokus kepada bisnis kedai kopi yang lumayan besar (baca: menargetkan pelanggan yang cukup banyak), mesin dengan heat exchanger dan dual boiler adalah keharusan. Nah, jika bingung apa beda satu boiler, dual boiler dan heat exchanger ini, kami sudah pernah membahasnya di sini. 🙂

2. Ukurannya mau seberapa besar?

Ukuran juga menjadi masalah di sini. Mesin espresso dengan fitur 3 atau 4 grup tentu bakal kelihatan sangat keren dan sedap dipandang mata. Tapi harganya juga nggak kalah sedap. Mesin-mesin besar seperti ini umumnya diperlukan oleh kedai-kedai kopi yang sibuk dan pelanggannya sangat banyak setiap hari—atau, bisa dibilang, yang pelanggannya sampe ngantri dan baristanya sampe gempor melayani pembeli. Mesin-mesin espresso dengan 3 atau 4 grup ini memang bekerja lebih cepat dan praktis sehingga  bisa ‘mengatasi’ pelanggan dalam jumlah besar pula.

Sebaliknya, kalau memprediksikan kedai kopi yang akan kalian buka tidak terlalu ramai, atau paling tidak hanya menghabiskan kurang dari 40 kg kopi setiap minggu, maka mesin dengan 2 grup sudah dirasa cukup.

mesin-espresso-3-grup

3. Stabilitas temperaturnya

Secara umum, mesin-mesin multi boiler memang berfungsi sama. Namun perlu dicermati bahwa kemampuan setiap mesin untuk melakukan proses brewing dalam suhu yang konsisten… berbeda-beda satu sama lain. Kebanyakan mesin-mesin multi boiler modern sekarang memang sudah dilengkapi dengan fitur pengendali PID (proportional-integral-derivative), tapi ada juga yang masih menggunakan sistem thermostats. Penjelasan sederhananya, fitur PID ini berfungsi untuk mengatur suhu air dalam boiler, namun dengan tingkat presisi yang lebih unggul dibandingkan fitur thermostats tradisional.

Nah stabilitas temperatur ini penting jika kita ingin menjaga kualitas dari espresso atau minuman-minuman espresso-based yang dihasilkan. Karenanya, mencari tahu dan memperhatikan setiap detail dari mesin espresso yang akan dibeli adalah penting.

4. Group-head

Nggak bisa dipungkiri, group-head yang diciptakan dengan desain “seadanya” (kalau istilah berdesain jelek dianggap terlalu frontal, lol) bisa berpotensi mengacaukan suhu setelah proses brewing selesai. Bisa juga, group-head menjadi terlalu panas sehingga “merusak” bubuk kopi yang akan di-brew. Nah selama ini, group-head berdesain E61 yang bisa membuat sirkulasi air panas tetap konstan – mulai dari pipa sampai grouphead dan kembali lagi ke bagian heat exchanger – dianggap sebagai pilihan yang terbaik.

Namun belakangan ini muncul desain baru yaitu saturated group-head (dan variasinya) yang bisa memberi keuntungan yang jauh lebih banyak selain mengatur stabilitas suhu. Tipe group-head seperti ini umumnya dihubungkan dengan brew boiler sehingga bisa mengalirkan air yang telah dipanaskan dari bagian open neck sampai ke bagian group. Jadi bisa dibilang, group-head yang merupakan salah satu bagian esensial dalam mesin espresso ini pun termasuk faktor penting untuk diperhatikan juga.

grouphead

5. Tampilan dan desainnya seperti apa?

Desain dan tampilan mesin espresso, bisa dibilang, adalah sentuhan terakhir yang membungkus daya tarik mesin espresso secara keseluruhan. Sekaligus pemikat pertama untuk menarik perhatian pengunjung yang datang ke kedai kopi. Coba saja misalnya kalian masuk ke kedai kopi yang memiliki Speedster di dalamnya, masa nggak merasa wow sedikit pun? Kalau saya sih, udah saya foto-foto. Lol. Tampilan mesin espresso ini ibaratnya estetika dan setidaknya yang akan turut mem-branding kedai kopi itu nantinya.

 

To conclude, kelima hal ini sebenarnya hanya beberapa diantara sekian banyak lagi faktor yang mesti dipertimbangkan sebelum memutuskan akan membeli mesin espresso yang mana. Sebaiknya sih, riset dulu sebanyak-banyaknya tentang macam-macam mesin espresso, cari tahu dan baca setiap detailnya sebelum membeli. Btw, sekiranya kalian pengin beli mesin espresso, kira-kira hal apa lagi yang mungkin akan kalian pertimbangkan? Share, ya. 🙂

cari mesin espresso

Foto-foto diambil dari situs pencari.

1,231 total views, 6 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

3 Comments
  1. mestinya judulnya dilengkapi “untuk usaha/cafe” karena ada juga lini mesin espresso home based yang memang dibuat untuk konsumsi pribadi/rumah sehari-harinya. atau, bila ingin tetap mempertahankan judul, mestinya ditambah informasi mengenai mesin esspresso yang home based tersebut, dilengkapi dengan grinder dan merk/jenis air yang sesuai untuk penggunaan di rumah. Dan juga jangan ketinggalan mengenai mesin espresso super/full automatic, yang banyak populer di kantor maupun juga di rumahan atau bahkan di beberapa jenis cafe.

    Mesin espresso home based sebagian memiliki pressurized portafilter sehingga dapat mentoleransi grinder kopi rumahan seperti Baratza Virtuoso, Baratza Precisio, Rok Grinder, Baratza Sette 270, Baratza Vario, dsb yang cukup mumpuni untuk penggunaan rumahan.

    usul buat artikel ke depan: tips memilih mesin espresso one touch/superautomatic, blend atau SO yang dapat menghasilkan espresso yang mantap beserta roast profilenya, cara merawat dan membersihkan mesin espresso,dsb.
    Viva la Coffee… nice job Otten!

    1. Terima kasih untuk masukannya, Mas Aditya.
      · Masalah judul, estetika bahasa adalah yang menjadi pertimbangannya, sehingga tidak dicantumkan “untuk usaha/cafe”. Dari segi kaidah penulisan, ada ketentuan tentang “standar penulisan judul untuk artikel” yang akan sangat panjang sekali jika saya jabarkan di sini. Lagipula, bukankah saya sudah menyinggung di paragraf pembuka bahwa pemilihan mesin espresso di sini kaitannya adalah dengan usaha/bisnis kafe? 🙂
      · Kalau ingin menambahi penjelasan tentang bagaimana memilih mesin espresso (otomatis) untuk penggunaan rumahan di artikel ini juga sekalian, saya kira, ruang lingkupnya akan menjadi sangat luas sekali dan artikel ini akan berakhir seperti tesis panjang yang tidak ramah untuk mata mengingat ini adalah artikel online. Tapi, sarannya Mas ditampung, kita akan membahasnya di lain waktu. 🙂
      · Berbagai jenis atau tipe-tipe mesin espresso sudah pernah kita bahas, di sini: https://majalah.ottencoffee.co.id/mengetahui-tipe-tipe-mesin-espresso/ Mas.
      · Masukan lainnya, kita tampung juga.
      Terima kasih, ya. 🙂

  2. Agan di atas ini ?pendatang baru di dunia (bisnis) kopi ya? Nurut gue judulnya udah tepat, krn redaksinya kan menujukan artikelnya utk penggunaan bisnis kedai kopi (udah ditulis berkali2 tuh gan di intro, masa gak baca?). Trus fotonya kan nunjukin mesin espresso yg pake portafilter gan. jelas dong itu buat cafe? masa iya di rumah pake mesin yg ada portafilternya. –kecuali agan horangkayah yg emang coffeesnob. :))

Leave a Reply

Your email address will not be published.