5 HAL YANG PERLU DILAKUKAN SEBELUM MEMULAI KARIR DI BIDANG KOPI

Banyak yang menganggap remeh pekerjaan apapun yang menyangkut tentang kopi, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

SETIDAKNYA ada beberapa kejadian paling dekat yang saya lihat dari kehidupan sehari-hari. Ada teman-teman muda yang sebagian mantan barista sukses membuka kedai kopi, meski tak besar tapi cukup berhasil, di sebuah kota wisata. Seorang lain yang saya tahu, barangkali ia punya modal lebih besar, penuh percaya diri mengatakan bahwa ia pun bisa membuka kedai serupa. (Padahal setahu saya ia tak punya latar belakang barista atau pekerjaan apapun yang berhubungan dengan kopi).

Pada kasus lain, seseorang yang datang secara random tiba-tiba menghampiri saya untuk mengutarakan niatnya membuka usaha kopi—secara online. Ia mengatakan berkali-kali bahwa dananya besar, “berapa pun bisa saya keluarkan,” katanya lagi-lagi dengan sangat percaya diri dan memandang enteng. Padahal berkali-kali pula saya katakan bahwa pekerjaan ini tidak segampang kelihatannya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kopi memang menjadi lahan yang sangat seksi akhir-akhir ini. Bidang ini sedang naik daun dan tampaknya akan semakin menanjak di tahun-tahun mendatang, menurut saya, bahkan telah seperti gaya hidup yang dianggap keren. Semua orang ingin bekerja menjadi apapun yang berhubungan dengan kopi. Orang-orang awam berlomba memegang cangkir kopi atau pura-pura menyeduh meski tidak terlalu mengerti apapun tentang seduh, lalu memotret kegiatan itu dan mengunggahnya ke Instagram. Hanya supaya terlihat keren. Mungkin.

Orang-orang yang mungkin kelebihan uang menjadi latah ingin membuka bisnis kopi. Tidak salah. Tapi keliru jika menganggap bidang ini hanya sesimpel mengeluarkan uang dari kantong-kantong persediaan yang barangkali tidak terbatas.

Uang bukan satu-satunya faktor yang dibutuhkan untuk mendirikan bisnis kopi. Agar terlihat keren bukan modal yang dibutuhkan untuk berkarir dalam bidang kopi. Mengutip yang dikatakan Darrin Daniel pada wawancara belum lama ini: “pekerjaan di bidang kopi bukan sebuah gaya hidup atau tren untuk sekadar gaya-gayaan. Ada sebuah misi penting yang ikut Anda emban pula dalam pekerjaan ini, yaitu sebuah proses yang bisa menghadirkan kesempurnaan dalam secangkir kopi.”

Maka apa-apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan sebelum berkarir di bidang kopi? Berikut adalah beberapa tipsnya—dengan mengutip saran dari berbagai ahli kopi.

1. Miliki gairah

“Jika kamu memiliki gairah, atau passion terhadap sesuatu, lakukan itu terus. Demi passion itu sendiri.” – Brian Beyke dari Quills Coffee, Kentucky.

Ada banyak sekali kedai-kedai kopi yang bermunculan dari waktu ke waktu, tapi tak sedikit pula yang tutup satu demi satu. Ada banyak orang yang beralih profesi menjadi barista, atau apapun yang berada di belakang bar kopi, tapi tak jarang juga yang akhirnya meninggalkannya karena tak betah. Passion, atau gairah, adalah hal yang akan menjaga kamu tetap bersemangat bekerja dalam bidang kopi, atau bidang apapun. Meskipun tren atau perkembangan kopi silih berganti dan mungkin naik turun, tapi kamu akan terus melakukan pekerjaanmu dan tak akan menyerah, karena itu adalah sesuatu yang kamu cintai.

Kopi telah menjadi gairah Brian dalam waktu yang lama, dan ia terus mendedikasikan tahun demi tahun hidupnya untuk mengasah keterampilannya dalam bidang ini. “Saya telah menghabiskan banyak sekali waktu untuk menyeduh kopi dan belajar sebanyak yang saya mampu tentang dunia ini, baik sebagai pehobi maupun penikmat kopi,” jelasnya.

Slogan yang bagus dari Reserve Roastery & Tasting Room Starbucks di Seattle.
Slogan yang bagus dari Reserve Roastery & Tasting Room Starbucks di Seattle.

 

2. Berani melangkah

“Lakukan saja!” – Manny Carerra dari Argyle Coffee Roasters, Florida.

Sebelum menjadi seorang roaster kopi third wave seperti saat ini, Manny pernah bekerja di industri audiovisual. Meski pekerjaan itu membuatnya cukup makmur, tapi ia merasa hidupnya tidak memiliki kreatifitas dan fleksibilitas. Maka ia mulai menyangrai kopi di rumah sebagai hobi. Tak lama kemudian teman-temannya yang bersemangat semakin meminta lebih. Itu adalah saat dimana ia menyadari bahwa ada “pasar” khusus dan spesifik untuk bidang ini dan ia ingin mengisinya.

“Anda bisa menghasilkan banyak uang dan menderita. Atau Anda bisa mengambil risiko dan bisa saja tak akan menghasilkan apa-apa, tapi sangat bahagia. Kami memilih bahagia,” kata istri Manny yang sekaligus rekan kerjanya.

Risiko yang mereka ambil akhirnya terbayar. Mereka berkerjasama dengan beberapa usaha lokal dan kini bisnis mereka kian membesar. Pasangan suami istri ini mengaku bahwa mereka memang mendapat tantangan pada awalnya, namun gairah yang besar dan juga keberanian—berani mengambil risiko—adalah hal yang membuat mereka maju. Terutama karena industri kopi saat ini pun sedang begitu bersemangatnya.

 

3. Bepergianlah lebih sering

“Pelajari bagaimana kopi disiapkan sejak dari awal, dan nikmati rangkaian prosesnya dari berbagai budaya yang berbeda.” – Gabriel Beauchamp dan Eduardo Trabada dari Baraka Coffee, Puerto Rico.

Saran yang sama diberikan juga oleh banyak professional lain dalam industri ini. Bepergianlah lebih sering, terutama ke kebun-kebun kopi, ke eksibisi-eksibisi kopi, dan ke berbagai belahan dunia lainnya. Kembangkan pengetahuanmu tentang kopi sejak dari origin asalnya dan bepergianlah ke tempat-tempat dimana kopi spesialti memegang peranan penting.

Gabriel sebelumnya tinggal bergantian antara New York dan Los Angeles, sementara Eduardo tinggal di kota besar Barcelona. Namun mereka bersedia menghabiskan banyak sekali waktu mereka untuk mendapat kesempatan memelajari tentang kopi, termasuk mengetahui bagaimana kopi itu dihasilkan dan diolah dari berbagai kota dan negara sebelum akhirnya menetap mendirikan usaha kopi di Puerto Rico.

Bepergian ke banyak tempat akan menambah pengetahuan dan membuka wawasanmu terhadap kopi—bukan hanya dalam bentuk secangkir minuman yang disajikan, tapi sejak dari tanaman dan proses pengolahannya. “Apresiasilah kopi mulai dari ‘akarnya’, berterimakasihlah kepada orang-orang yang membuatmu bisa menikmati secangkir kopi,” seru Gabriel.

Pergilah lebih sering, terutama ke kebun-kebun kopi. Agar kamu tahu juga ada usaha keras para petani di balik secangkir kopi nikmat yang kamu nikmati.
Pergilah lebih sering, terutama ke kebun-kebun kopi. Agar kamu tahu juga ada usaha keras para petani di balik secangkir kopi nikmat yang kamu sukai.

 

4. Belajarlah sebanyak mungkin

“Kejarlah pertanyaan-pertanyaan yang kamu pun menginginkan jawabannya.” – Jeff Yerza dan Nicolas Cabrera dari Lost Sock Coffee, Washington DC.

Bahkan Juara barista dan pencipta alat-alat kopi sekelas Sasa Sestic pun mengaku bahwa ia memerlukan lebih dari 7 tahun untuk terus belajar sebelum ia menjadi juara dunia. Melalui wawancara kepada saya baru-baru ini, ia juga mengungkapkan masih tetap mendalami tentang kopi hingga saat ini. Jika kamu merasa sebagai orang yang sudah sangat paham tentang kopi sehingga “menolak” masukan apapun yang datang dari orang yang pekerjaannya mungkin berada di bawahmu, maka jangan-jangan kamu memang lebih hebat dari Sasa Sestic.

Jeff dan Nicolas memberikan saran yang cukup kuat untuk hal ini: belajarlah tanpa henti. Baca, baca dan baca! Jangan berhenti hanya pada satu referensi saja lalu menjadikan itu sebagai patokan mutlak. Buku dan forum-forum online banyak memberikan jawaban atas pertanyaan yang kamu ingin tahu tentang kopi. Terima trial and error dalam proses belajarmu. Jangan gengsi untuk mendatangi roaster, barista atau pelaku industri kopi lain untuk belajar. Jangan sok merasa paling tahu.

 

5. Tekun—dan jangan sungkan untuk belajar dari kesuksesan orang lain.

Passion, obsesi, kerja keras dan belajar terus menerus adalah hal-hal yang sering mendominasi kebanyakan kisah-kisah sukses. Namun ada satu faktor lagi yang tidak kalah penting: tekun. Dan tetap konsisten.

Nicolas Cabrera memberikan lagi satu masukan bagus,

“Jangan berhenti hanya karena kamu barangkali membuat kopi yang buruk. Itu akan kerap dan selalu terjadi. Cup, cup, cup dan terus belajar dari kesalahanmu hingga kamu mencapai keseimbangan dan mendapat sisi terbaikmu.”

Entah kamu bekerja sebagai roaster, green bean coffee buyer, bisnis retail atau sektor manapun dalam kopi, saran ini masih tetap berlaku.

 

Kopi, saat ini, adalah salah satu industri paling berharga untuk bekerja dan dikerjakan. Mungkin saja kamu akan mengalami saat-saat paling frustasi saat menjalaninya, namun passion akan membuat kamu tetap bangkit setiap hari dan berusaha mendapatkan apa yang kamu ingin capai dalam industri ini. Jangan lupa untuk selalu mengelilingi dirimu dengan orang-orang inspirasional yang bisa memberimu inspirasi.

Selamat memulai karir di bidang kopi!

 

Sebagian referensi diambil dari Perfect Daily Grind. Foto utama diambil dari Cultivar Coffee, foto lainnya dari Flickr Rob Bertholf dan Coffee Management.

 

PAKET CAFE

 

423 total views, 9 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.