5 PERTANYAAN YANG LAYAK DIAJUKAN PENIKMAT PEMULA KOPI SPESIALTI

Sekarang pengetahuan tentang kopi bisa didapatkan dari mana saja, mulai dari internet sampai belajar langsung kepada ahlinya. Kuncinya, jangan malas bertanya saja.

MINDER mestinya dibuang jauh-jauh oleh para pemula di dunia kopi spesialti. Kalau minder bertanya dan takut salah ketika menjelajahi kopi yang kaya rasa, maka selamanya kamu akan di situ-situ saja.

Namanya pemula, perlu proses yang tak sebentar untuk menyelami kopi spesialti. Kalau kamu terhitung baru di dunia perkopian, langkah pertama yang harus diambil adalah maju tak gentar. Tanyakan apa saja yang ingin kamu ketahui soal kopi. Puaskan hasrat bertanya. Jangan dipendam-pendam.

Dan ngomong-ngomong soal tanya-jawab seputar kopi spesialti, kamu cukup mendatangi kedai kopi terdekat. Ini cara paling gampang buat banyak bertanya soal kopi, belajar langsung dari yang lebih mahir. Selain belajar, ya hitung-hitung juga bersilaturahmi dengan sesama pecinta kopi. Lakukan hal ini berulang-ulang.

Berikut ada lima pertanyaan yang patut kamu ajukan kepada barista atau pemilik kedai kopi. Bukan bermaksud ngetes pengetahuan mereka, tapi semata-mata untuk mendalami pengetahuan kamu tentang kopi spesialti.

1. Menunya apa saja?

Ini tahap paling awal ketika datang ke sebuah kedai kopi. Menu yang disediakan jelas membantu menentukan pilihan yang sesuai selera saat itu. Bila sedang ingin yang manis-manis, barangkali kamu bisa memilih minuman selain kopi yang identik dengan rasa manis. Berlaku juga untuk selera-selera lainnya.

Jika kamu mendatangi kedai kopi yang menyediakan menu kopi spesialti, artinya kamu sudah datang ke tempat yang tepat. Tinggal menyesuaikan antara selera dengan menu kopi spesialti yang tersedia. Jika sedang tidak berselera minum kopi, bisa pilih menu lainnya ‘kan?

 

2. Tanyakan stok kopinya.

Pertanyaan ini penting karena selera ngopi akan lebih dikerucutkan pada stok kopi yang disediakan kedai yang bersangkutan. Kalau sedang ingin ngopi dengan body dan acidity yang dominan, tapi rupanya kedai hanya menyediakan stok kopi honey process, tidak ada salahnya mencoba juga. Hitung-hitung sekalian memperkaya perbendaharaan citarasa lidah kamu juga.

Stok kopi juga berkaitan erat dengan jenis-jenis kopi yang mereka sediakan. Apakah mereka punya kopi arabika? Atau robusta juga? Apakah punya kopi single origin? Atau justru kopi-kopi house blend sendiri? Punya varietas dari mana saja? Apa karakter aroma dan rasa dari tiap varietas yang mereka punya? Pertanyaan-pertanyaan ini bisa kamu tanyakan langsung. Syukur-syukur mereka bisa menjelaskan dengan sabar dan panjang lebar, sembari kamu mencocokkan selera dengan stok kopi mereka.

 

3. Melayani metode seduh yang bagaimana?

Suatu kali saya berkunjung ke kedai kopi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Setelah mencocokkan selera dengan stok kopi mereka. Saya akhirnya memesan kopi (Flores) Bajawa dengan metode seduh V60. Saya kecelik saat menerima sajian kopi yang tidak sesuai pesanan. Mengapa bisa begitu? Rupanya kedai itu tidak menyediakan ragam alat seduh kopi seperti yang saya bayangkan. Saat saya tanya apakah punya alat pour over, pegawainya geleng-geleng kepala.

Inilah mengapa kamu perlu bertanya soal alat seduh sebelum kopi pesananmu tersaji. Apakah mereka punya V60, Chemex, French Press, Syphon, Aeropress, Rok Presso, mesin espresso, atau alat-alat lainnya? Atau sekedar tubruk saja?

Pemilihan alat seduh akan memengaruhi bagaimana cairan kopi akan tercipta. Bijinya sama, takarannya sama namun jika alat seduhnya beda bisa memberikan hasil (aroma dan rasa) yang berbeda juga. Misalnya, kopi Java Andung Sari yang diseduh dengan metode pour over pasti akan berbeda rasanya jika diseduh dengan Aeropress atau French press. Inilah yang perlu kamu tanyakan juga: bagaimana pengaruh metode seduh dengan biji kopi tertentu?

 

4. Jika tidak ada ide sama sekali, tanyakan apa sarannya.

Beberapa orang barangkali sama sekali tidak tahu harus bertanya apa. Mereka tahunya cuma satu: mau minum kopi spesialti. Kalau kamu termasuk tipe seperti ini, tanyakan saja saran terbaik dari baristanya. Biasanya mereka tidak akan segan-segan menyarankan kopi andalan mereka atau sebatas menyesuaikan dengan selera rasa dan aroma kamu.

 

5. Apa maksud dari setiap wejangannya?

Orang yang lebih dulu belajar soal kopi, biasanya – tidak selalu – punya kecenderungan suka memberi wejangan kepada pemula. Semisal, mereka bilang, “Jangan minum kopi pakai gula.” atau “Minum kopinya jangan disruput.” dan nasehat-nasehat sejenisnya. Semua itu perlu kamu tanyakan alasannya apa.

 

Dari intensitas berdialog dengan pemilik kedai atau barista, bukan tidak mungkin kamu akan kecipratan pengetahuannya juga.

Selamat ngopi keliling!


Penulis: Arya Adikristya, mahasiswa magang di Otten Magazine. Bisa minum kopi, bisa juga tidak minum kopi. Sapa ia melalui akun Twitter/Instagram @adikristya dan Facebook fb.me/AadikristyaN
Editor : Yulin Masdakaty
Foto-foto diambil dari rddotcom

 

manual brew

Otten Coffee

Otten Coffee adalah coffee source terbesar dan penyedia alat-alat kopi terlengkap bagi para pencinta kopi Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.