5 TIPE PEMINUM CAFE LATTE

Pernah mengamati ragam cara manusia menikmati kopi? Kalau saya baru-baru ini menikmati ragam manusia dengan café latte-nya.

 SEBAGAI penikmat café latte dengan double shots espresso atau double ristretto, saya gemar mengamati sesama penikmat café latte. Kadang kami berdiskusi dan bertukar alasan kenapa kopi ini bisa dinikmati berbeda-beda. Meski jujur saya lebih suka black coffee yang diseduh manual, buat saya café latte memiliki tempat dan kisah tersendiri di hati. Oleh karena itu, saya rela mengamati para penikmatnya. Berdasarkan pengamatan itu, berikut 5 tipe peminum café latte yang saya tahu.

Credit : haroldrossfineart.files.wordpress.com
Credit : haroldrossfineart.files.wordpress.com

Penikmat Keindahan

Kalau saya sudah jelas termasuk penikmat café latte yang meminum tanpa menghancurkan latte art yang hadir di permukaannya. Buat penikmat jenis ini menjaga latte art hingga tetes terakhir adalah sebuah esensi. Meski tidak semua latte art bisa bertahan sampai kopinya habis, tapi jika espresso dan susu melebur sempurna tanpa cela di tangan sang barista, bisa dipastikan latte art akan nongkrong sampai ke dasar cangkir. Biasanya penikmat café latte jenis ini akan meminum kopinya dari pinggir cangkir secara perlahan sehingga tidak akan mengganggu stabilitas latte art di atasnya. Minumnya pun hanya dari satu titik pinggir cangkir saja. Sungguh sebuah kehati-hatian yang layak diapresiasi. Ha-ha-ha.

Credit : pexels.com
Credit : pexels.com

Latte Art Freak!

Nah, kalau penikmat café latte yang satu ini mereka tidak terlalu peduli soal rasa kopinya. Tapi akan kecewa berat jika melihat café latte yang hadir tanpa latte art yang sempurna. Keindahan dari latte art adalah yang nomor satu. Karena buat mereka kopi itu tak hanya dinikmati lidah, tetapi juga mata dan tentunya harus diabadikan dengan kamera untuk menunjang kegiatan media sosial. Jadi latte art yang fancy, rumit, 3D dan lain semacamnya adalah keharusan yang hakiki!

Penghancur

Diberkatilah para barista yang menyajikan café latte dengan latte art maha indah. Tapi sayang seribu sayang, para penikmat café latte golongan ini tampaknya tidak terlalu peduli dengan usaha dan keahlian barista dalam urusan latte art. Buat mereka café latte adalah minuman. Dan selayaknya minuman maka haruslah diminum sesegera mungkin. Dan untuk semakin merasakan nikmat dari café latte sudah seharusnya minuman ini diaduk-aduk dan dicampurkan sempurna agar rasa kopi dan susu melebur jadi satu. Persetan dengan segala keindahan, mari teguk café latte-mu dengan nikmatnya.

Credit : pexels.com
Credit : pexels.com

Foam Lovers!

Para penikmat foam pada permukaan café latte ini ada banyak sekali di sekitar sana. Mereka tampaknya asik-asik saja dengan café latte tanpa latte art asalkan ada busa susu yang menarik di permukannya. Saat café latte tiba di meja, mereka serta merta akan mengambil sendok dan mengambil busa susu lalu menikmatinya layaknya camilan begitu saja. Kemudian meneguk kopinya sesaat setelah busa susu habis semua. Sungguh peminum café latte yang unik sekali.

Credit : lakesuperioradventures.files.wordpress.com
Credit : lakesuperioradventures.files.wordpress.com

Si Penikmat Manis

Sudah tahulah jenis peminum bagaimana pada poin ini. Mereka adalah orang-orang yang takkan pernah luput menaburi gula pada café latte­-nya. Tak ada yang salah juga karena kopi adalah perkara lidah dan selera. Jadi café latte yang tiba di meja langsung dicampurkan gula lalu diaduk dengan jumawa. Kadang-kadang belum lagi café latte­-nya dicicipi sedikit, tangan sudah secara sigap meraih gula dan menaburkannya di sana. Ah begitulah kopi, berbeda-beda cara menikmatinya tapi tetap satu jua.

Kalau kamu tipe peminum cafe latte yang mana?

Foto utama dari global.ssl.fastly.net

aerolatte

 

332 total views, 10 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.