5 TIPS MEMULAI BISNIS KEDAI KOPI BARENG SAHABAT

Kedai kopi adalah bisnis yang kadang akan terasa menyenangkan jika dibangun bersama sahabat. Apalagi keduanya memang mencintai kopi begitu besar adanya.

Sama-sama peminum kopi, sama-sama memiliki passion di kopi dan ingin memulai bisnis kedai kopi. Well, tiga kesamaan itu bukan satu-satunya faktor yang membuat kamu dan sahabatmu bisa ‘selamat’ dalam membangun bisnis coffee shop. Karena jika tak benar-benar memiliki komitmen, misi, tujuan dan strategi yang benar, tak hanya bisnis yang hancur, persahabatan pun ikutan karam.

Oleh karena itu, saya ingin berbagi tips sederhana bagaimana memulai bisnis kedai kopi bareng sahabat. Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara terhadap beberapa oknum yang suskes membangun kedai kopi, maupun yang gagal mempertahankan kedai kopinya. Yuk, simak beberapa tipsnya.

Credit : coffeemuseum.com
Credit : coffeemuseum.com

Komunikasi

Kata yang satu ini memang terdengar klise dan membosankan. Tapi komunikasi adalah satu kunci keberhasilan segala bisnis, termasuk bisnis kedai kopi. Saat kamu berpartner bisnis dengan sahabatmu, segala hal harus dikomunikasikan. Sebelum membuat keputusan (sekecil apapun keputusan itu), pendapat sahabatmu harus dilibatkan. Jika kamu memiliki partner lebih dari satu, maka kalian harus duduk semeja, berdiskusi dan berkomunikasi dalam melakukan sesuatu demi kemajuan kedai kopi. Lack of communication adalah bencana awal hancurnya sebuah bisnis. Oleh karena itu, libatkan semua kepala agar kesuksesan bisa diraih dengan bersama-sama.

Credit : nyhabitat.com
Credit : nyhabitat.com

Berbagi Tugas

Kamu dan sahabatmu adalah dua orang berbeda yang memiliki talenta dan kelemahan yang berbeda-beda. Sebuah bisnis kedai kopi yang kalian bangun membutuhkan dua kepala (atau lebih) agar mampu membumbung tinggi. Oleh sebab itu, kalian harus berbagi tugas dalam hal ini. Jika kamu memilih untuk menjadi orang ‘kreatif’ yang mengembangkan bisnis ini mulai dari strategi, konsep, marketing, media sosial dan hal-hal lain di balik itu, maka kamu harus ‘mundur’ di bidang lain. Biarkan sahabatmu menangani jatahnya. Mungkin dia bisa menangani bagian finansial, kepegawaian, administrasi, audit dan lain sebagainya. Intinya kalian harus berbagi porsi karena dalam satu ‘dunia’ tak bisa ‘ada dua matahari’.

Modal dan Pembagian Keuntungan yang Jelas

Meski bersahabat, masalah uang tetap harus dibicarakan secara jelas di awal bisnis ini dibangun. Juga sudah harus ada ‘hitam di atas putih’ jadi jika ada hal-hal buruk terjadi di masa depan segalanya sudah dapat ditangani. Karena bagaimana pun uang adalah pisau yang bisa melukai apa-apa yang sudah terjalin. “Persahabatan belasan tahun saya kandas saat pembagian keuntungan tidak dilakukan secara transparan dan terang-terangan. Hal ini berujung saya keluar dari bisnis dan menarik semua modal saya,” kata T, seorang mantan co-founder kedai kopi.

Credit : lyndonscoffee.com
Credit : lyndonscoffee.com

Saling Menghormati

Apapun ceritanya meski sahabat sendiri kamu tetap harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Di dalam bisnis ini kamu dan dia sama derajatnya. Dan saat kalian memiliki tugas yang berbeda, kalian tak bisa menganggap kedudukan kamu lebih penting dari dia atau sebaliknya. Hormatilah peran masing-masing karena kalian berdua adalah kaki dan kepala. Keduanya harus bekerja seiring agar baik jalannya.

Harus Profesional

Meskipun sahabat dan sudah sangat dekat, dalam bisnis kamu harus tetap profesional. Tak ada yang boleh manja dan merasa ‘menggampangkan’ segala masalah. Jika kamu salah, kamu harus mengakui. Dan jika rekan bisnis kamu berhasil dalam suatu hal, kamu harus mengakui keberhasilannya. Juga meskipun kamu memiliki kedai kopi ini bersamanya, bukan berarti kamu bisa berlaku seenaknya saja. Misalnya, memberikan makanan dan minuman gratis bagi keluarga dan kenalan. Atau sesuka hati saat melakukan tugas tanpa ada pertanggungjawaban. Ingat bisnis adalah bisnis. Dalam bisnis profesionalitas adalah di atas segalanya.

Foto utama dari babylonradio.com

PAKET CAFE

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.