6 KESALAHAN YANG TAK BOLEH DILAKUKAN BARISTA

Barista adalah nyawa dari sebuah kedai kopi. Mereka adalah inti yang yang menghasilkan kopi-kopi nikmat yang didamba para penikmatnya.

Tapi bukan berarti barista tak pernah melakukan kesalahan. Barista juga manusia. Dan yang namanya manusia pastilah membuat kesalahan yang bisa disengaja dan kadang tak disengaja. Meski begitu ada kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari seorang barista profesional jika saja dia mau berhati-hati dan tak berhenti belajar setiap hari. Bicara soal kesalahan barista, berikut ada enam kesalahan yang sebenarnya tak boleh dilakukan seorang barista profesional. Selamat membaca.

Barista yang Sikapnya Buruk

Takkan ada kostumer yang suka dengan barista yang memiliki bad attitude. Tak peduli seenak apa kopi yang mereka racik atau sekeren apa kedai kopi tempat mereka bekerja, barista cranky yang bersikap buruk akan membuat kedai kopi tersebut ditinggalkan pelanggan. Barista adalah inti dari kedai kopi, oleh karena itu mereka harus menjiwai tak hanya pekerjaan tetapi juga para kostumer yang datang. Mereka juga seharusnya mengenal masing-masing kostumernya, berteman dengan mereka dan bekerja dengan sepenuh hati.

Menghasilkan Ekstraksi Espresso yang Tak Tepat

Espresso adalah dasar dari segala minuman espresso base. Jadi sudah tahu ‘kan betapa pentingnya espresso dengan ketepatan ektraksi. Barista profesional seharusnya tidak boleh keliru dalam proses esktraksi ini. 30 ml espresso dihasilkan dalam waktu 25-30 detik akan menghasilkan kesempurnaan dan aroma terbaik. Maka espresso yang keluar terlalu cepat dan terlalu lama akan memberikan efek terhadap kekuatan rasa dan flavor-nya.

Susu yang Terlalu Panas

Barista sering melakukan kesalahan dalam urusan steam susu. Seringnya steaming process dianggap sebelah mata dan tak sepenting menghasilkan espresso. Padahal susu memiliki andil yang tak kalah penting dalam menghasilkan menu kopi seperti café latte, cappuccino dan lain-lain. Idealnya panas susu tak lebih dari 60-65 derajat. Jika lebih dari temperatur tersebut biasanya susu akan gosong dan tentunya memengaruhi rasa kopinya. Lagi pula susu yang terlalu panas akan membuat barista kesulitan saat menuangnya ke kopi. Serta akan kesulitan pula membentuk latte art melalui milk jug.

Menggunakan Teknik yang Salah

Membuat kopi tak sesederhana meminumnya. Ada teknik-teknik khusus yang harus diperhatikan saat membuat menu minuman kopi yang beraneka ragam jenisnya. Teknik membuat cappuccino tentunya berbeda dengan cara membuat flat white. Begitu juga saat membuat macchiato tentunya berbeda sekali dengan café latte. Semua memiliki teknik dan komposisi berbeda. Barista profesional harusnya tahu benar setiap teknik dan ragam kopi yang dibuatnya.

Membuat Kopi yang ‘Tak Kuat’

Tak ada orang yang suka kopi yang ‘lemah’. Kopi dengan rasa yang lemah pertanda kesalahan komposisi saat membuatnya. Kopi yang lemah tak boleh dihasilkan barista karena akan mengecewakan peminumnya. Kopi dengan rasa lemah mungkin karena rasio air lebih banyak dan kopinya terlalu sedikit. Atau jika dia terjadi pada kopi seperti cappuccino, kemungkinannya adalah terlalu banyak susu dan tak cukup kopi. Barista harus berhati-hati dan menakar semua komposisi dengan sempurna agar tak melahirkan kopi yang lemah.

IMG_3783

Mesin Espresso yang Tak Bersih

Mesin yang tak bersih akan memengaruhi rasa kopi. Mesin yang tak dibersihkan secara teratur mengandung residu sisa kopi yang akan memengaruhi hasil kopi selanjutnya. Barista profresional mencintai mesin kopinya dan mereka tak akan membiarkan ‘nyawa’ mereka tersebut kotor. Barista setidaknya harus membersihkan mesin sesegera mereka selesai membuat kopi. Dan juga melakukan flush pada filternya sehari sekali.

Dari enam kesalahan barista di atas, kesalahan mana yang pernah kamu alamai? Drop your comment, folks.

 

barista

 

 

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

5 Comments
  1. .sebagai pemilik warung kopi pinggir jalan,kadang saya harus menerka antara feeling masing2 customers,sekuat apa rasa kopi yang mereka inginkan..dan itu membuat saya ingin memiliki alat yg jarang dimiliki barista,yaitu “cangkir indra ke enam”

  2. Hi,,, i am new barista,,
    Dan yg masih saya alami adalah komplai dari para kostumer saya yg mereka rata” second generation, maklum karena saya buka di daerah perkantoran,
    Akan tetapi untuk generasi sekarang justru menyuruh saya untuk “tetap di jalur yg kamu ambil”
    Dan selalu saya berinisiatif apabila yg memesan kopi orang” generasi kedua saya memberikan mereka dengan sajian kopi single shot…
    Tetap saja ada yg komplain kalau kopi itu kuat sekali dan mereka meminta ” kopinya lima biji aja supaya gak terlaku kuat” ,,,
    Hhhhhh

  3. Masih dalam tahap pembelajaran sih. Kadang ngerasa ga enak sendiri kalo kurang pas. Ga enak sama customer. Kritik kadang terasa “makjleb” tapi dari situ saya teemotivasi menjadi lebih baik lagi. Semangat lah intinya mah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.