Tips

7 IDE KEREN MENYEDUH KOPI SAAT BERPETUALANG  

ngopi-di-outdoor


Beraktivitas di alam bebas bukan berarti nggak bisa menikmati kopi nikmat.

SALAH satu yang jadi persoalan ketika sedang berkegiatan di alam bebas, entah camping atau hiking, adalah susahnya mendapat secangkir kopi nikmat. Kecuali ada kedai kopi yang tiba-tiba nongol di tengah hutan, maka satu-satunya pilihan yang seringkali diambil para penggemar petualangan adalah menyeduh kopi instan. Termasuk saya dulu, waktu belum tahu kopi yang benar. Haha… Merebus kopi instan ini dianggap pas karena cara membuatnya yang praktis. Tinggal sobek, tuangkan air panas, selesai. Untuk bocah-bocah yang belum mengenal kopi yang benar, okelah, kadang hal itu bisa dimaklumi. Tapi bagi mereka yang mengaku pecinta kopi berkualitas, mengonsumsi kopi instan adalah tabu. 😀

Tujuh metode membuat kopi berikut ini barangkali bisa dicontek dan dipraktekkan saat berpetualang di alam bebas. Nah, sekarang siapa bilang kalau kemping nggak bisa minum kopi nikmat? :p

1. Handpresso / Minipresso

Kedua alat ini sebenarnya cara kerjanya hampir sama. Sama-sama membuat espresso dan bentuknya portable sehingga gampang dibawa kemana-mana namun cara memakainya yang sedikit berbeda. Handpresso membutuhkan tenaga lebih banyak karena kita harus memompa barnya sampai 16, sementara Minipresso membutuhkan “ketekunan” sedikit lebih karena harus menekan piston berkali-kali. Tapi hasilnya cukup oke. Bagi mereka yang merasa wajib mendapat asupan espresso setiap pagi, kedua opsi ini bisa dicoba.

2. Pour over

Bagi pour-over freak, menyeduh kopi di alam bebas sebenarnya bukan opsi yang mustahil. Kalian bisa membawa pour over dripper kok, tapi sebaiknya pilih dripper yang berbahan plastik agar ringan dan tidak menambah beban di tas. Plus nggak beresiko pecah mengingat kegiatan di alam bebas yang biasanya cenderung mobile dan wild. :p Untuk menemani dripper ini, bisa memilih metal filter biar efisien dan nggak menambahi lagi beban sampah yang harus dibawa karena memakai filter kertas. Filter kertas sih oke aja, sepanjang sisa sampahnya dibakar atau dibawa pulang. Ngopi sih ngopi, tapi jangan mengotori lingkungan juga dong. :p

pour over

Bikin kopi pour over pas lagi kemping? Bisaaa! :D

3. Aeropress

Aeropress juga opsi yang sangat memungkinkan untuk dibawa berpetualang. Bentuknya slim dan ramping jadi nggak akan makan banyak tempat di tas. Apalagi sekarang sudah ada totebag yang khusus menyimpan Aeropress dan tinggal dicantolkan di sisi ransel sehingga makin memudahkannya untuk dibawa. Menyeduh dengan Aeropress juga sangat simpel, namun hasil seduhannya luar biasa—tak heran metode ini pun menjadi salah satu favorit saya. Aeropress bisa memberikan body yang lebih penuh dan mouthfeel yang lebih bulat. Tipikal kopi yang ajib dinikmati saat camping, apalagi ke daerah pegunungan yang dingin sambil mengecap pemandangan dari ketinggian. Sedaapp…

aeropress

Bikin Aeropress pas cuacanya dingin begini… siapa yang nggak mau. >.<

4. Cafflano

Cafflano adalah alat penyeduh kopi portabel yang menyediakan semua keperluan dalam satu gear. Mulai dari grinder, filter, kettle sampai tumbler untuk menampung kopi, semuanya sudah disediakan di sini. Bentuknya pun rapi dan compact. Tak heran juga kalau alat ini menjadi salah satu favorit dan must-have-item bagi pecinta kopi yang juga gemar bepergian.

5. French press

Hampir sama seperti kasusnya pour over, membawa French press pun sah-sah aja dibawa berpetualang. Apalagi sekarang sudah banyak edisi French press yang didesain khusus untuk bepergian. Espro, Bodum, dan Kinto adalah beberapa contohnya. French press khusus traveling ini biasanya terbuat dari bahan stainless steel, polypropylene atau silikon yang aman dibawa kemana saja. Tinggal pilih mau yang mana. 😀

6. Mokapot

Kedengarannya agak gila, ya. Haha… Tapi mokapot pun bisa dibawa saat camping juga. Ini biasanya dibawa oleh mereka yang ingin menghadirkan suasana rumah pada saat berpetualang jauh ke pelukan alam. Toh mokapot juga bisa digunakan di atas gas burner yang biasanya masuk ke dalam salah satu peralatan wajibnya para petualang. Namun ada baiknya untuk memilih tipe mokapot apa yang cocok dibawa—kemarin kami sudah pernah membahas macam-macam beda mokapot Bialetti di sini. Pilihlah mokapot yang seringkasnya saja, entah ukuran untuk 1 – 3 cups, jangan ukuran yang untuk satu kelurahan. Lol.

bialetti

Mokapot, salah satu metode membuat kopi yang bisa dibikin di luar.

7.Turkish coffee

Nah ini biasanya pilihan terakhir saya kalau nggak nemu alat lain untuk membuat kopi ketika lagi camping atau hiking. Turkish coffee sejatinya memang diseduh di dalam cezve atau pot khusus yang bertangkai panjang. Cukup ringkas karena yang dibutuhkan hanya itu tok dan gas burner yang, lagi-lagi, memang wajib dibawa saat berpetualang. Pun kalau tidak memungkinkan membawanya, kopi ala Turkish juga bisa diseduh dalam nesting kemping. Ringkas dan mudah.

 

Semacam catatan:

• Jangan lupa memerhatikan level gilingan kopi untuk masing-masing metode yang ingin dicoba pada saat berpetualang. Gilingan ala pour over yang medium tentunya tidak sama dengan French press yang cenderung coarse. Begitu juga untuk mokapot dan Turkish yang cenderung (sangat) fine.

• Jika tidak memungkinkan membawa manual grinder portabel, sebaiknya kopi yang dibawa adalah yang sudah digiling menurut metode masing-masing. Tapi, sekiranya berencana untuk berpetualang dalam waktu yang lama (dan mungkin berbulan-bulan), sebaiknya membawa manual grinder untuk terus menjaga kesegaran kopi. Ada banyak grinder yang cukup ringkas dan compact sehingga nggak terlalu memberatkan beban tas. :)

 

Nah demikianlah beberapa ide untuk menyeduh kopi dengan metode berbeda yang bisa dilakukan. Selamat berpetualang dan jangan lupa menyesap kopi nikmat! :)

cari-alat2-kopi

Foto diambil dari situs pencari dan gearjunkie(dot)com.

 

6,285 total views, 3 views today

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    dwi.jaya
    June 22, 2016 at 1:38 pm

    Paling joss bawa Aeropress sih, cuma banyak printilannya. Kalo pour over saya biasanya bawa Kalita caffe Uno + filter paper, lebih ringkas lagi pake Kalita Kantan (sekali pakai)… eh di otten udah ada belom ya Kalita Kantan ??

  • Leave a Reply