7 KEJUARAAN KOPI BERGENGSI DUNIA

Kopi bukan hanya menarik ketika dibicarakan. Tapi juga saat dilombakan.

GELIAT perkembangan kopi dan dunianya yang semakin mekar setiap tahun membuat minuman ini kini bukan hanya sekedar “minuman” tapi juga sudah sebuah gengsi. Termasuk juga dalam hal membuat kopi. Belakangan, banyak negara—yang sebelumnya bahkan tidak memiliki kultur minum kopi—makin bersemangat menggelar berbagai event kompetisi kopi yang cukup dikenal sampai ke luar negaranya.

Nah, dari sekian banyaknya kompetisi kopi prestisius yang ada di dunia, berikut kami pilihkan Top 7 yang paling bergengsi diantaranya. Bergengsi bukan hanya karena scope-nya yang sudah melingkupi tingkat dunia, tapi karena di ajang inilah para barista bisa memamerkan skill dan kemampuan mereka dalam meracik kopi yang membuat kita—atau setidaknya saya, suka merasa amazed dan wow melihatnya.

Baiklah, langsung saja simak list-nya berikut ini, siapa tahu Anda juga berminat mengikuti salah satunya.

 1. WORLD LATTE ART CHAMPIONSHIP

Para finalis WLAC 2015
Top 6 finalis WLAC 2015. Caleb Cha dari Australia (paling kanan) menjadi Juara WLAC 2015

Kejuaraan dunia membuat latte art ini menantang skill artistik barista untuk mendesain seni latte sesuai yang diminta dengan sebenar-benarnya. Untuk babak penyisihan, para barista harus membuat latte art yang kreatif dalam ruang bernama Art Bar. Selanjutnya tantangan kemudian berpindah ke WLAC stage dimana mereka harus membuat lagi dua free-pour latte yang harus sama identik dan dua latte (sesuai desain masing-masing) yang juga harus sama persis. Skor dari kedua Art Bar dan stage kemudian digabungkan untuk dipilih 6 besar yang akan melaju ke babak final.

Nah di babak final, Top 6 barista ini kemudian ditantang lagi untuk membuat 3 pasang minuman yang masing-masing harus betul-betul sama dan identik, yaitu sepasang free-pour macchiato, sepasang free-pour latte dan sepasang latte menurut desain masing-masing. Barista yang mendapat skor paling tinggi dari semuanya kemudian berhak dianugerahkan sebagai pemenang World Latte Art Championship.

Dalam kompetisi ini, para finalis dinilai berdasarkan beberapa syarat penting seperti atribut visual, kreativitas, keidentikan pola dari masing-masing pasang minuman yang mereka sajikan, kekontrasan seni latte dan penampilan secara keseluruhan.

Top pours latte yang menjadikan Cha pemenangnya
Top pours latte yang menjadikan Caleb Cha Juara WLAC 2015

 

2. WORLD BREWERS CUP

WBrC finalists
Top 6 finalis WBrC 2015, dengan Odd-Steinar Tollefsen dari Norwegia (paling kanan) menjadi Juaranya

World Brewers Cup adalah kompetisi untuk para barista yang mengkhususkan diri dalam manual brew. Karenanya kompetisi ini pun menantang kemampuan crafting si barista, termasuk pemahaman mereka, tentang kopi manual brew yang mereka sajikan dengan menjelaskannya di hadapan panel juri. Dalam kompetisi ini, para barista harus menyiapkan 3 menu kopi berbeda di hadapan panel juri tersebut.

Kompetisi ini terdiri dari dua bagian. Di bagian pertama, para peserta harus menyelesaikan dua “quests” yaitu wajib dan dan terbuka. Dalam quest wajib, para peserta harus membuat tiga sajian kopi dengan menggunakan semua biji kopi yang disediakan kepada mereka. Sedangkan di quest terbuka, para peserta membuat kopi dengan menggunakan biji yang mereka pilih sendiri (biasanya juga merupakan andalan masing-masing), tapi mereka harus menyertainya dengan memberi presentasi tentang itu di hadapan panel juri. Enam peserta yang mendapat skor tertinggi lalu akan melaju ke babak final.

Odd Steiner Tollefsen mempresentasikan kopi racikan di hadapan panel juri.
Odd-Steiner Tollefsen mempresentasikan kopi racikan di hadapan panel juri

Di babak final, para finalis harus menyajikan kopi lagi, kali ini ekslusif dengan metode terbuka. Di babak terakhir ini pula para finalis harus benar-benar menguasai presentasi tentang kopi manual brew yang mereka sajikan. Karena performa dan kecakapan para barista selama menyajikannya termasuk penilaian penting yang diuji. Satu barista yang mendapatkan skor tertinggi di babak final kemudian akan digelari pemenang World Brewers Cup yang membanggakan.

 

3. WORLD COFFEE IN GOOD SPIRITS

CIGS finalists
Top 6 finalis CIGS 2015

Jika Anda adalah barista, atau penikmat kopi yang menyukai spesialiasi kopi plus spirits (atau bahasa awamnya liquer), maka kompetisi ini cocok untuk Anda. Kompetisi World Coffee in Good Spirits mempromosikan resep-resep inovatif yang mengombinasikan kopi dan spirits dalam format kompetisi.

Kompetisi ini menyoroti keterampilan para barista atau barkeeper dalam memadukan campuran kopi dan alkohol, mulai dari Irish coffee yang tradisional (yaitu campuran whiskey dan kopi) sampai kombinasi unik yang melibatkan cocktail di dalamnya.

George Koustoumpardis dari Yunani adalah Juara CIGS 2015.
George Koustoumpardis dari Yunani yang merupakan Juara CIGS 2015.

Selama babak penyisihan, masing-masing competitors harus membuat dua pasang minuman yang sama identik, yaitu dua kombinasi kopi plus alkohol entah dingin atau panas, dan dua kombinasi kopi dan alhokol dingin (menurut resep masing-masing). Enam competitors dengan nilai tertinggi akan melaju ke babak final.

Di babak final, para finalis ini wajib membuat dua Irish coffee dan dua minuman berbasis kopi-dan-alkohol sesuai resep andalan masing-masing. Barista yang meraih skor tertinggi di babak final kemudian akan digelari sebagai pemenang World Coffee in Good Spirits.

 

4. WORLD CUP TASTERS CHAMPIONSHIP

wctc-finalists-2015
Top 4 finalis WCTC 2015

World Cup Tasters Championship adalah kejuaraan yang menguji para cupper kopi professional untuk memperlihatkan kecepatan, kemampuan dan ketajaman mereka dalam membedakan perbedaan rasa-rasa dalam kopi specialty.

Seperti yang sudah diketahui, kopi-kopi di seluruh dunia tentu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Nah di kompetisi ini, para cuppers kemudian berlomba untuk membedakan masing-masing kopi. Tiga cangkir kopi akan ditempatkan di sebuah segitiga dengan susunan: 2 cangkir kopi yang sama identik dan satu kopi dengan rasa berbeda. Dengan menggunakan kemampuan penciuman bau, rasa, perhatian dan pengalamannya, para cuppers ini kemudian harus mengidentifikasi cangkir yang berbeda dalam segitiga tadi secepat yang mereka bisa. Sebanyak 8 segitiga ditempatkan untuk masing-masing putaran.

Delapan besar cuppers dengan jawaban paling benar dan paling cepat akan melaju ke babak semi final. Dari babak semifinal akan dipilih lagi 4 besar yang akan berkompetisi di babak final untuk kemudian merebut gelar juara World Cup Tasters.

Juan Gabriel Cespedes sekaligus menjadi orang Amerika Latin pertama yang memenangi WCTC 2015
Juan Gabriel Cespedes sekaligus menjadi orang Amerika Latin pertama yang memenangi WCTC 2015

 

5. WORLD COFFEE ROASTING CHAMPIONSHIP

Top 3 finalis WCTC 2015
Top 3 finalis WCTC 2015, Audun Sørbotten (paling kanan) dari Norwegia adalah juara kompetisi ini

Kejuaraan World Coffee Roasting ini digelar pertama kali pada tahun 2013 di Nice, Perancis. Kompetisi ini memiliki 3 stage event dimana masing-masing competitors akan dinilai berdasarkan kinerja mereka dalam mengevaluasi kualitas green bean atau coffee grading dan menciptakan roasting profile yang bisa mengeluarkan semua karakter terbaik dari biji kopi—bukan hanya sampai proses roasting itu berakhir, tapi juga sampai disajikan dalam bentuk secangkir kopi nikmat.

 

6. WORLD AEROPRESS CHAMPIONSHIP

Para finalis WAC 2015
Para finalis WAC 2015, dengan Lukas Zahradnik dari Slovakia yang menjadi Juaranya

Awalnya World Aeropress Championship diadakan kecil-kecilan di bar Tim Wendelboe di Oslo dan hanya diikuti 3 orang saja. Hadiah pun cuma kue di akhir event. Namun 8 tahun kemudian, event ini sudah digelar di 35 negara berbeda dengan World Aeropress Championship sebagai puncak acaranya.

Kini World Aeropress Championship diorganisasi oleh duo Tim yaitu Tim Varney yang merupakan salah satu pendiri kompetisi ini dan Tim Williams. Meskipun didukung penuh oleh Aerobie, Inc. yang merupakan manufacturer asli dari Aeropress, tapi kompetisi ini tetap bersifat independen.

Well, tujuan kompetisi ini sebenarnya cukup sederhana, yaitu meracik kopi senikmat mungkin dengan menggunakan Aerobie Aeropress. Namun di sinilah kecakapan dari masing-masing barista benar-benar diuji, karena mereka harus membuat ‘resep’ yang bisa menarik perhatian panel juri dengan menggunakan hanya satu metode Aeropress. Lalu dianugerahi Juara World Aeropress Championship.

 

7. WORLD BARISTA CHAMPIONSHIP

Para finalis WBC 2015
Para finalis WBC 2015. Sasa Sestic dari Australia (kedua dari kanan) adalah Juara WBC 2015.

World Barista Championship bisa dikatakan sebagai pamungkas dari semua kejuaraan kopi yang ada di seluruh dunia. Karena di event inilah seorang barista harus berkompetisi dengan barista lain yang berasal dari 50 negara berbeda dan bersaing dengan sangat ketat untuk memerebutkan gelar “barista terbaik di dunia”.

Selain bertujuan untuk mempromosikan  keunggulan kopi—yang tak jarang banyak resep-resep ajaib muncul di event ini, kejuaraan ini juga bertujuan untuk menarik atensi publik dunia (terutama pecinta kopi) karena ia adalah puncak dari barista championship yang sebelumnya digelar di negara masing-masing.

Dalam kompetisi tahunan ini pula, setiap partisipan yang merupakan Juara barista championship dari negara masing-masing harus menyiapkan masing-masing: 4 espresso, 4 cappuccino dan 4 original signature drink dalam waktu 15 menit. Uniknya, meskipun formatnya kompetisi, tapi dalam penampilan setiap barista akan “diiringi” back-sound musik popular yang easy going sehingga membuat event itu tidak terlihat kaku dan –mungkin– supaya baristanya nggak grogi. Lol.

Panel juri yang sudah memiliki sertifikat WCE (World Coffee Events) dan berasal dari berbagai negara berbeda pun kemudian akan menilai penampilan dari masing-masing barista. Berbagai pertimbangan yang dinilai diantaranya seperti rasa (taste) kopi yang disajikan, kebersihan, kreatifitas, skill tekhnis dan presentasi keseluruhan barista. Semua kompetitor lalu disaring menjadi hanya Top 12 untuk melaju ke babak semifinal. Di babak semifinal, para barista finalis ini kemudian akan diseleksi lagi menjadi Top 6 dimana salah satunya yang meraih skor paling tinggi akhirnya akan dinobatkan sebagai Juara World Barista Championship yang prestisius.

Well, melihat berbagai para pemenang dari kompetisi di atas, salute untuk Australia karena dua warganegaranya menjadi Juara di dua kompetisi kopi berbeda tingkat dunia. Kapan ya Indonesia bisa masuk jadi salah satunya? :/

*Semua foto diambil dari official website masing-masing dan sprudge.com.
Kredit foto adalah milik fotografer aslinya.

cari-kopi

 

 

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.