Aksesoris/Alat Kopi Brewing Method News

AEROPRESS VS CAFFLANO KOMPACT: MANA YANG TERBAIK?

dscf5743


Dua alat pembuat kopi portabel disandingkan untuk dibandingkan.

BELUM lama ini industri kopi specialty dikejutkan (dalam konteks yang menyenangkan) oleh kehadiran Cafflano Kompact, sebuah alat pembuat kopi portabel produksi perusahaan asal Korea yang sebelumnya juga telah memproduksi Cafflano Klassic. Alat menyeduh kopi ini pertama kali dipamerkan pada acara SCAA di Atlanta, April 2016 kemarin dan segera menyedot perhatian karena fungsinya yang sekilas tampak mirip dengan Aeropress. Ketika itu Cafflano Kompact hanya untuk dipamerkan dan belum dijual.

Pada saat menghadiri SCAJ Jepang belum lama ini, Cafflano Kompact ternyata juga ikut dipamerkan. Namun kali ini ia bukan hanya sekadar dipajang tapi sudah boleh kami bawa pulang, meski masih hanya untuk dipakai pribadi. Mencoba Cafflano Kompact yang sedang heboh di dunia kopi gelombang ketiga ini, sejujurnya, seperti mencoba mainan baru yang terus mengusik penasaran kami untuk mencari tahu apa-apa saja keistimewaan fiturnya.

Setelah mencoba dan memakainya berkali-kali, kami menyimpulkan bahwa Cafflano Kompact pada dasarnya memiliki konsep yang hampir sama dengan Aeropress yaitu memakai tekanan dan melibatkan konsistensi udara pada proses ekstraksinya. Hanya saja Aeropress dan Cafflano tetap memiliki sejumlah perbedaan, pros and cons yang menarik untuk disimak. Berikut kesimpulan kami setelah membandingkan keduanya.

 

Aeropress

Diciptakan pada tahun 2005 oleh Alan Adler, seorang insinyur listrik dan sempat mengajar menjadi dosen tamu di NASA. Sebelum bentuk seperti saat ini, proses penciptaan Aeropress telah melibatkan 30 prototypes.

Spesifikasi pabrikan:

Aeropress terdiri dari cukup banyak parts, yaitu plunger, chamber, seal, filter cap, funnel, filter holder scoop dan stirrer. Bagian utamanya terdiri dari 2 silinder, dimana silinder satunya kedap udara.

Bahannya terbuat dari polypropylene yang bebas dari Bisphenol-A (BPA) dan phthalate untuk bagian bodi. Dan rubber pada bagian plunger.

▪ Filter kertas (jumlah terbatas) sebagai bawaan.

▪ Kini dilengkapi dengan zippered nylon tote bag.

aeropress

Desain:

Ramping dengan desain vertikal. Jika dalam traveling-mode dan hanya membawa bagian Aeropress chamber, plunger dan filter cap, maka beratnya adalah sekitar 198 gram.

Chamber statis, tidak bisa dilipat.

Compatible digunakan dengan Rhinowares grinder.

Diproduksi di Amerika.

dscf5781

Awards: Banyak. Dan alat ini bahkan memiliki kejuaraan dunia sendiri, World Aeropress Championship, yang rutin dilakukan setiap tahun.

Harga: IDR 590.000

dscf5770

Aeropress atau Cafflano Kompact?

Cafflano Kompact

Diciptakan tahun 2016, baru-baru ini, oleh Cafflano perusahaan asal Korea yang sebelumnya telah menghasilkan Cafflano Klassic. Proses produksi Cafflano Kompact juga telah melibatkan banyak sekali prototypes dan percobaan selama bertahun-tahun sebelum disempurnakan seperti bentuk seperti sekarang.

Spesifikasi pabrikan:

Cafflano Kompact terdiri dari beberapa bagian yang cukup ringkas, yaitu airlock cap, etched stainless micro-filter dan brewer Kompact itu sendiri.

▪ Filter stainless sebagai bawaan.

Bahannya terbuat dari food grade silicone (di bagian dalam brewer) yang memiliki titik lebur 220°C.

▪ Dilengkapi dengan pouch yang simpel dan ringkas.

dscf5960

Desain:

Compact dan berdesain telescopic dengan berat 220 gram dan tinggi 61 mm (ketika di-squeeze).

Chamber bisa dilipat dan collapsible.

▪ Cocok digunakan dengan grinder Cafflano Klassic.

▪ Diproduksi di Korea.

Awards: Best New Consumer Product dari Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) di Dublin 2016. Dan masih akan terus bertambah mengingat produknya yang masih sangat baru.

Harga: (Estimasi) IDR 900.000 (kemungkinan ready di bulan Desember)

kompact

Pros / cons:

▪ Dibandingkan Cafflano Kompact, Aeropress lebih mudah dibersihkan. Setelah membuang ampas di bagian plunger, kita hanya perlu sekali bilas untuk membersihkan seluruh parts-nya. Cafflano Kompact, sebenarnya mudah juga. Hanya saja, karena desainnya yang telescopic itu, kita perlu membilas bagian dalamnya beberapa kali untuk membersihkan seluruh sisa-sisa residu yang tertinggal.

▪ Jika Aeropress hanya bisa menyeduh kopi panas saja, maka Cafflano Kompact juga bisa digunakan untuk membuat cold brew on-the-go.

▪ Aeropress bisa menggunakan metal filter, begitu juga Cafflano Kompact yang bisa dipakai dengan paper filter.

▪ Pada Aeropress, kita tidak bisa melihat hasil seduhan kopi yang akan di-press jika plunger telah dimasukkan ke dalam chamber. Sementara pada Cafflano Kompact, kita bisa melihat hasil seduhan kopi terlebih dahulu dengan meng-squeeze bagian brewer-nya.

▪ Aeropress memerlukan cukup banyak tenaga untuk melakukan proses penekanan (pressing), Cafflano Kompact tidak. Pressing-nya cukup mudah dan gampang.

▪ Aeropress umumnya memerlukan server yang kuat (dan sebaiknya tidak dari bahan kaca yang mudah pecah) karena proses pressing, sementara Cafflano Kompact tidak harus. Ia bisa di-squeeze dan di-press bahkan tanpa menyentuh bidang permukaan server.

Kompact bisa di-press tanpa harus di atas server.

Cafflano Kompact bisa di-press tanpa harus di atas server.

Setelah membandingkan spesifikasi keduanya, maka tak lengkap jika kedua alat Aeropress dan Cafflano Kompact belum dicoba untuk menyeduh kopi bersama-sama.

dscf5794

Untuk kedua alat ini, kami menggunakan standarisasi yang sama, yaitu dengan sama-sama memakai single origin Bali Kintamani, 18 gram, gilingan medium dengan suhu 88°.

Perbandingan seduhan yang dihasilkan keduanya bisa disimpulkan seperti berikut:

aeropress-vs-cafflano-kompact

Demikianlah perbandingan keduanya. Kira-kira kalian akan lebih menyukai yang mana?

 

manualrew

8,334 total views, 6 views today

You Might Also Like

3 Comments

  • Reply
    Marvel Sutantio
    October 13, 2016 at 7:47 pm

    Menarik, so far saya memakai Hario V60 (& Kalita Wave 185), Kona french press, Aeropress, Tiamo Vietnam Drip dan Handpresso (ada Ibrik tembaga juga tapi blom sempet coba). Apa Cafflano Kompact ini bisa memberikan sensasi rasa yang berbeda? Just wondering is it worth shelling out almost 1 mio for this haha…

    Soalnya selama ini macam2 cold brew dan ice coffee saya akalin pakai french press dan hario V60. 😛

    • Reply
      Cahyo
      October 14, 2016 at 3:41 pm

      bukannya perbedaan hasil seduh & rasa nya sudah disebutkan pada artikel di atas? :O CMIIW

  • Reply
    Didin
    October 16, 2016 at 11:10 pm

    Nice info, sambil nunggu review Cafflano Kompact, saya coba yg Aeropress dulu :)

  • Leave a Reply