AKANKAH KEBIASAAN NGOPI KITA BERUBAH SETELAH PANDEMI USAI?

Pandemi sedikit banyak mengubah beberapa kebiasaan kita, termasuk kebiasaan ngopi. Lantas apa saja kebiasaan ngopi yang mungkin hadir setelah pandemi ini usai?

WABAH Covid-19 mengubah banyak hal. Baik itu kehidupan kita sehari-hari, gaya hidup, cara bersenang-senang, sistem bekerja bahkan ke kebiasaan ngopi. Kedai-kedai kopi saja sekarang mau tak mau harus beradaptasi dengan kondisi yang ada agar bisa bertahan di tengah ‘badai’ keras menghantam.

Siapa yang sangka bahwa kedai kopi yang menjadi ‘titik temu’ harus diubah menjadi ‘ruang produksi’ saja. Transaksi hanya sebatas jemput antar. Tatap muka berkurang, dialog dijalankan online. Di sisi lain para penikmat kopi pun memulai kebiasaan baru. Perlahan lebih memilih seduh kopi di rumah. Ada yang melakukannya demi kesehatan karena tak ingin mengalami kontak dengan orang lain, ada yang melakukannya demi penghematan dan banyak yang melakukannya demi kedua alasan tadi.

Jika hal ini berjalan panjang (semoga tidak!), maka kebiasaan-kebiasaan baru akan terbentuk. Mungkin beberapa di antaranya adalah yang berikut ini!

Memilih Seduh di Rumah Lebih Sering

Poin pertama ini mungkin akan terbentuk adanya. Orang-orang yang awalnya hanya seduh di rumah di pagi hari karena kebutuhan, perlahan mulai sering melakukan ini karena keadaan yang memaksanya selama pandemi. Di sini mereka akan merasakan beragam manfaat mulai dari lebih hemat dan jadi lebih mahir seduhnya. Para home brewer baru akan bermunculan diikuti dengan beraninya berinvestasi dengan alat seduh.

Mulai Stok Kopi 

Tak hanya belanja kopi siap minum saja, orang-orang mungkin akan memulai untuk membeli biji atau bubuk kopi untuk stok seminggu atau sebulan. Karena mereka sudah terbiasa seduh kopi sendiri maka mulai berani stok kopi dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini akan menguntungkan para roastery dan kedai-kedai kopi yang menjual biji kopi dan bubuk kopi juga.

Kedai Kopi Jadi Lebih Higienis

Selama pandemi kedai kopi menonjolkan sisi higienis dan kesterilan dalam menjual dan menyajikan produk mereka agar pelanggannya percaya dan yakin. Setelah pandemi hal ini akan senantiasa berlanjut karena merupakan kebiasaan yang baik.

Kopi Literan Jadi Kebiasaan

Tren kopi literan merebak luas selama pandemi karena banyak orang ingin stok dan beli sekali saja untuk diminum berkali-kali demi ongkos yang hemat dan meminimalisir kontak dengan orang lain. Setelah pandemi tampaknya kopi literan ini akan lanjut karena sudah terlanjur mendapat tempat di hati.

Budaya Take Away Bertumbuh

Budaya take away lebih kental terjadi di luar, sedang di Indonesia orang lebih senang menikmati kopi di kedai kopi sambil menyerap keseruan sambil ngobrol. Nah, selama pandemi banyak orang yang melakukan take away dan menurut beberapa teman seperkopian budaya take away sedikit banyak akan berlanjut.

Ngopi Bersama Keluarga Jadi Ritual

Banyak dari kita yang tinggal bersama keluarga. Karena selalu di rumah, waktu kita banyak dihabiskan dengan mereka. Mau tak mau ngopi pun seringnya bersama mereka. Hubungan antar anggota keluarga yang selama ini tak begitu dekat, kini jadi melekat. Dan menikmati kopi beramai-ramai selama pandemi mungkin akan menjadi kebiasaan hangat meski pandemi telah usai.

Kira-kira ada kebiasaan baru apalagi ya yang akan muncul? Boleh dong kamu menambahkan prediksi yang ada!

Foto dari winningpitch.net

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.