AKHIRNYA KE MMMM COFFEE MALANG!

Meski sama-sama menyajikan kopi, untuk saya setiap kedai kopi meninggalkan bekas tersendiri di hati. Salah satu kedai kopi yang membuat enggan lupa bernama Mmmm Coffee Malang.

BUKAN, bukan karena namanya yang terdengar aneh dan tak lazim yang membuat saya sukar lupa. Tapi juga asyiknya ngopi di sini bertiga saja bersama sang owner Mas Gandi dan teman saya Bernice waktu itu. Jadi saat itu waktu kami menjelajah kedai kopi di Malang amatlah terbatas. Dengan waktu yang singkat kami mendatangi satu per satu kedai. Mmmm Coffee ini ada dalam list saya karena sejak lama ingin saya datangi. Namun saat kami mampir ternyata kedainya belum buka. Ha-ha-ha.

Karena tidak tahu jam berapa kedai itu buka, jadi kamu masuk saja dengan semena-mena. Mas Gandi yang sedang di coffee bar serta -merta bilang kedainya buka jam 3 siang sedangkan itu masih pukul 1. Yah, karena merayu sedikit dan bilang kami datang dari jauh sekali, maka diperbolehkan juga ngopi di sini. Yay!

Mmmm Coffee Malang ini berdesain industrial dengan pencahayaan temaram yang sedap benar. Kedai kopi yang berlantai satu setengah ini tidak terlalu luas tapi desain interiornya memanfaatkan ruang dengan begitu baik. Di coffee bar sebuah mesin kopi tampan Kees van der Westen sedang melakukan kalibrasi.

Di sini ada banyak single origin ‘tamu’ dari berbagai roastery. Dan karena belum buka kami tidak enak hati menuntut ini-itu dengan Mas Gandi. Dia memberikan secangkir espresso dari Raspberry Candy-nya ONA yang menurut kami manis-manis segar rasanya.

Untung juga datang di saat belum buka jadi bisa lebih leluasa ngobrol sembari berkeliling tanpa harus menganggu pengunjung yang lain. Mas Gandi mengaku bahwa industri kedai kopi di Malang sudah lumayan berkembang. Peminum kopi bertumbuh seiring bertumbuhnya kedai-kedai kopi baru di Kota Apel itu.

Tentu secangkir espresso tak cukup memperpanjang obrolan. Maka diseduhlah single origin Ethiopia Mormora yang rasanya damai seperti kenangan tempo hari. Sembari ngopi Mas Gandi melanjutkan bahwa menurutnya barista itu tak boleh sombong. Barista juga tugasnya bukan hanya meracik kopi, tetapi juga melayani pelanggan sepenuh hati dan sembari ikut serta menjaga stabilitas kedai kopinya. “Tak peduli predikat juara apa yang diraih seorang barista, jika kembali ke kedai kopi tempatnya bekerja dia tetaplah bertugas melayani.”

Lagi seru-serunya ngobrol tiba-tiba segerombolan orang masuk kedai, tapi karena belum jam 3, mereka tidak diizinkan masuk. Aduh jadi tak enak hati. Ha-ha-ha. Langsunglah Mas Gandi pun mengunci pintu yang gagangnya terbuat dari portafilter. Sungguh gagang pintu yang sangat fenomenal.

Oh iya, di sini saya melihat ada camilan cake yang dipajang di dekat coffee bar. Jadi bisa dijadikan pengganjal saat lapar datang bersama seruput kopi. Pun saya melihat sepeda lipat yang bertengger di dinging. Entah siapa pemiliknya, mungkin Mas Gandi atau entahlah. Yang penting keberadaan sepeda itu tepat seperti pajangan yang cocok untuk ruangan ini.

Disamping nikmat kopi dan keistimewaan yang kami dapatkan karena memaksa masuk sebelum jam buka, Mmmm Coffee yang artinya bisa jadi mmmm tanpa sedang berpikir ini adalah sebuah tempat asyik untuk kamu yang doyan ngopi santai tanpa keriuhan. Sebenarnya saya penasaran juga bagaimana suasana Mmmm Coffee jika sedang ramai. Apakah masih mampu mengandung damai dalam riuh dan sibuknya keinginan manusia?

Mmmm Coffee Malang

Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 17, Kauman, Klojen,

Kota Malang, Jawa Timur, Indones 65119

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.