ALAT KOPI YANG HARUS DIMILIKI SECARA PERSONAL

Kopi itu memang komunal. Tapi alat-alat kopi tertentu haruslah bersifat personal.

JAUH sebelum saya mendalami meriahnya pesta perkopian tanah air ini, saya tak pernah paham kenapa teman-teman kopi senior membawa beberapa alat kopi kemana pun mereka pergi. Beberapa teman barista membawa barista tools-nya sendiri. Memang kedai kopi tempat mereka bekerja memiliki alat kopi itu, tapi mereka ternyata juga punya beberapa alat kopi yang personal, yang melekat pada diri mereka. Sedangkan teman-teman Q-Grader pun memiliki alat-alat kopinya sendiri. Tak pernah lepas kemana pun kaki melangkah. Belakangan saya tahu alat-alat kopi tertentu bersifat sama pentingnya seperti pena dan penulis atau senjata untuk para bandit.

Dari pengamatan saya, para teman barista memiliki setidaknya apron sendiri. Yang mereka pakai di saat bekerja atau berlomba. “Apron seperti busana, seperti ciri khas. Jadi menggunakan apron sendiri terasa lebih nyaman dari meminjam apron di tempat kerja,” kata seorang teman barista yang merasa lebih percaya diri dengan apron kulit kesayangannya.

Selain itu, coffee tamper dan milk jug adalah dua benda yang kerap dimiliki oleh teman barista saya. “Milk jug memang disediakan di coffee shop tempat saya bekerja. Tapi tidak semua milk jug nyaman saya gunakan. Ada yang spout-nya terlalu lengkung atau lebar. Ada yang gagangnya terlalu besar atau tak sesuai dengan ukuran tangan dan mengganggu laju terciptanya latte art. Jadi milk jug haruslah personal,” tutur seorang barista yang pernah menjuarai latte art throw down lokal.

credit: joecoffeeblog

Tak hanya itu saja, ternyata di ranah q-grader dan roaster ada benda yang juga sangat personal yaitu cupping spoon. Seperti diketahui bahwa cupping spoon kerap digunakan untuk menerjemahkan rasa pada kopi saat cupping session berlangsung. Jadi memiliki cupping spoon dirasa cukup wajib.

Cupping spoon adalah benda yang saya gunakan setiap hari. Rasanya lebih enak saja jika memilikinya sendiri dan tidak berbagi dengan orang lain saat proses cupping berlangsung. Pun rasanya lebih nyaman menggunakannya karena ya yang memakainya hanya diri sendiri tidak kongsi,” cerita seorang roaster yang malu-malu saat namanya ingin saya tulis di artikel ini.

Selain benda-benda di atas yang dianggap cukup personal, alat seduh seperti Aeropress, cangkir kopi yang setiap hari digunakan, tumbler dan reusable cup juga termasuk alat kopi yang dianggap personal. Jadi cukup wajar jika kamu melihat beberapa barista dan teman yang bekerja di industri kopi memiliki barang-barang yang kerap di bawa kemana-mana. Ya seperti cinta, kopi juga sifatnya personal. Sesederhana itu.

Lalu, adakah alat kopi yang sangat personal menurutmu?

Foto utama dari  stali.com.au

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.