ANATOMI ESPRESSO SHOT; KOMPOSISI KENIKMATAN YANG TAK TERDUGA

Slurp“, setelah mencecapnya dengan penuh hikmat, timbul pertanyaan yang mengganggu pikiran kamu. Apa yang membuat espresso ini begitu nikmat.

SEKILAS mereka yang membicarakan espresso tanpa tau bagaimana karakter rasa yang tersaji, selalu menganggap espresso adalah minuman introvert. Cukup tertutup dan terlalu pahit, tidak ramah dengan banyak orang, hanya beberapa orang saja yang mengenal bagaimana jati diri sebuah minuman espresso. Bagi para penikmat espresso, bukan lagi sebagai minuman tapi sebuah keharusan, sehingga sajian one shot, double shot, maupun triple shot sudah tidak terlalu mengherankan. Walaupun di Indonesia terlalu jarang sajian triple shot espresso ada di menu kedai-kedai kopi, banyak hal penyebabnya salah satunya, penikmat kopi di Indonesia masih menganggap kopi sebagai teman obrolan bukan sebuah keharusan.

Bagi barista, menyajikan espresso merupakan tantangan singkat yang menyenangkan, seperti berkelana ke sebuah rimba kopi menelusuri tiap kemungkinan karakter rasa yang akan disaji mereka. Hitungan detik tak sampai 1 menit, barista harus mampu memberikan sajian espresso nikmat dari hasil berkelana mereka berkutat dengan dosing, distribution, tamping. Menjaga kesempurnaan ekstraksi untuk sajian espresso yang konsisten, juga butuh banyak perhitungan. Apakah ukuran gilingan kopi sudah pada tingkat bubuk kopi yang mumpuni, atau karakter biji kopi sudah berbeda dari hari sebelumnya karena tingkat oksidasi si biji kopi, seorang barista harus dapat menganalisa kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Dari sebuah persiapan yang penuh teka-teki dan teori, maka sajian espresso tercipta menemani kesibukan tiap harinya. Namun taukah kamu, elemen penting pada espresso yang tersaji itu? Jika menyajikan one shot espresso dan disajikan dengan Libbey espresso glass one shot komposisi elemen espresso dapat dilihat perbedaannya.

credit: perfect daily grind

Crema
Lapisan crema ini, merupakan lapisan paling atas pada espresso, yang terkadang menjadi acuan bahwa espresso yang baik adalah espresso dengan kualitas crema yang terlihat. Crema ini sendiri adalah gelembung-gelembung kecil yang terbentuk dari karbon dioksida yang terikat oleh air dan minyak kopi. Ini mengapa tingkat roasting juga mempengaruhi kualitas crema, karena pada tingkat roastinglah pelepasan minyak kopi dan kemudian mengikat dari green bean menjadi coffee bean. Crema juga mengandung senyawa kopi dalam jumlah lebih sedikit yang terkait dari emulsi dari minyak kopi. Lapisan paling atas ini lebih pahit dari lapisan lainnya

Liquid/Body
Lapisan utama dari espresso ada pada bagian ini, liquid memiliki komposisi rasa yang banyak disukai penikmat espresso, tergantung biji kopi yang digunakan ataupun resep sajian espressonya. Keberhasilan lapisan ini menciptakan kenikmatan ada pada komposisi cairan yang terdiri dari senyawa kopi yang terlarut, sedikit mengandung gas dari kopi, dan juga senyawa kopi yang tak terlarut. Di beberapa kesempatan, otten juga pernah membahas tentang kandungan senyawa dari kopi, senyawa-senyawa kopi inilah yang menciptakan kenikmatan rasa dan kebaikan bagi tubuh.

Heart
Umumnya lapisan espresso terdiri dari crema dan liquid, tapi beberapa orang ada yang menyebutkan lapisan lain yang terlihat dari espresso glass. Di sebut heart, karena menurut mereka bagian inilah yang memiliki keragaman rasa yang begitu kaya. Tercipta dari shot di detik-detik awal, sehingga terkubur di paling bawah lapisan, bisa dibilang bila liquid merupakan lapisan utama, heart adalah paling utama namun jumlah tidak banyak, hanya sedikit sekali.

credit: pinterest

Komposisi elemen yang ada pada espresso ini lah, yang semakin menjelaskan bahwa sebelum menyeruput espresso, kamu harus mengaduknya menggunakan sendok, agar karakter rasa lebih optimal ketika singgah di lidah.

src: chefsteps.com img: pinterest

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.