Cafe & Travel Europe International

Aniis: Raum für Kaffeekultur

aniis-frankfurt


Buat saya, mampir ke sebuah kota takkan lengkap tanpa singgah di kedai kopinya.

DAN ini berlaku juga pada saat saya mendaratkan kaki di Frankfurt, Jerman. Februari masih memberi udara dingin 1 sam -2 derajat celcius yang cukup memberi gigil. Untuk mencari hangat yang paling tepat tak lain dan tak bukan adalah mampir di sebuah kedai kopi yang menyajikan kopi nikmat. Kebetulan ada sebuah kedai kopi yang letaknya kurang lebih 15 menit berjalan kaki dari stasiun metro. Kebetulan sekali, kebutuhan kafein juga sudah mendesak, jadilah kami mampir sekalian untuk mencuri hangat.

Coffee Bar di Anniis

Coffee Bar di Aniis

Dari luar eksterior kedai kopi ini terlihat sederhana, dengan tulisan ANIIS: Raum für Kaffeekultur terpampang di jendela kaca. Kesan pertama memasuki coffee shop ini suasana hangat langsung menyerbu. Elemen kayu mendominasi coffee shop yang pekerjanya hanya satu orang ini. Dinding-dinding, coffee bar bahkan beberapa sisi langit-langit ruangan semua berornamen kayu. Di salah satu dinding terpajang lukisan besar seorang perempuan yang menutupi seluruh permukaan dinding tersebut. Warnanya yang ramai memberi kontras pada ruangan yang seluruhnya berwarna kecokelatan.

Artsy Wall in Aniis

Artsy Wall in Aniis

Kami sendiri memesan kopi dari manual brew pour over V60. Kopi Rocko dengan notes fruity strawberry dan Kochere dengan notes earl grey ini keduanya dari Ethiopia dan dibandrol masing-masing 3.9 Euro. Sebuah pengalaman menyenangkan menikmati kopi dengan after taste yang berbeda. Selain menyajikan kopi dengan metode manual, kedai kopi yang beropreasi dari jam 7.30 pagi sampai jam 6 sore ini juga menyajikan kopi espresso base. Mesin espresso-nya sendiri adalah Lamarzocco PB dengan automatic grinder jagoan Malhkonig EK43 dan Anfirm Titanium Black. Itulah kenapa rasa kopi di sini tergolong nikmat karena alat-alat kopi yang digunakan juga menunjang kualitasnya.

Kenikmatan yang tak terbantahkan: kopi

Kenikmatan yang tak terbantahkan: kopi

Tak hanya menyediakan menu kopi, Aniis juga menyediakan menu breakfast dan lunch. Kami sendiri memesan Salmon Breakfast seharga 12.9 Euro. Paslah untuk mengganjal perut yang keroncongan. Selain itu ada soup of the day dan Super Breakfast juga untuk pilihan sarapan. Hebatnya lagi, coffee shop yang memiliki 8 jumlah meja di ruangan bagian dalam ini hanya mempekerjakan satu karyawan. Dia yang melayani pengunjung, membuat kopi juga menyajikan sarapan. Sungguh multitasking.

Sang barista yang juga merupakan satu-satunya pekerja di Aniis

Sang barista yang juga merupakan satu-satunya pekerja di Aniis

Tak hanya menyajikan menu untuk dinikmati di tempat, Aniis juga menjual alat-alat manual brew seperti pour over V60 dan banyak alat seduh lainnya. Tapi sayang, di sini tidak menjual biji ataupun bubuk kopi padahal kopinya yang disangrai dari JB German Roaster sangat nikmat sekali rasanya, setidaknya untuk lidah kami. Intinya, Aniis Raum für Kaffeekultur adalah kedai kopi yang tak boleh kamu lewatkan jika kebetulan mampir ke Frankfurt.

Elemen kayu yang mendominasi kedai kopi

Elemen kayu yang mendominasi kedai kopi

 

ANIIS: Raum für Kaffeekultur

Hanauer Landstraße 82, 60314

Frankfurt am Main, Jerman

 

french-press

16,590 total views, 1 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply