APA BEDA COLD BREW, COLD DRIP DAN ICED COFFEE?

Kopi-kopi yang diseduh dingin namun seringkali memusingkan mereka yang masih awam dengan detailnya.

KETIGA metode minuman seduh dingin ini sebetulnya bukan hal baru lagi dalam dunia kopi, terutama dalam musim manual brew seperti sekarang. Bagi penggemar kopi kekinian, mungkin sudah tahu apa beda ketiganya. Namun bagi yang sedang menjajaki dunia kopi atau bagi mereka yang barangkali sedang mengenal kopi lebih dalam, bisa jadi sering kebingungan dengan ketiganya. Cold brew disebut cold drip dan sebaliknya. Ketiga minuman seduh dingin ini memang serupa, tapi tak sama. Simak perbedaannya berikut ini.

 

COLD BREW

Cold brew dibuat dengan memakai metode “perendaman” selama minimal 8 jam. Untuk menyeduh (brewing), yang digunakan umumnya adalah air biasa dengan suhu ruang atau dengan air dingin. Ini jugalah yang membedakan cold brew dengan kopi biasanya, kopi cold brew tidak pernah terkena paparan (suhu) panas sehingga tidak ikut mengekstraksi karakter acidity dari kopi. Selain itu, hasil cold brew pun cenderung dirasa lebih ringan dan istimewa.

Cold brew menggunakan faktor lamanya durasi/waktu ketimbang suhu panas untuk mengekstraksi kopi. Dan level gilingan yang umumnya dipakai dalam metode ini adalah medium-to-coarse. Sekarang sudah banyak alat-alat yang diproduksi untuk membuat kopi cold brew, jadi nggak hanya didominasi oleh Toddy saja. Beberapa rekomendasi alat untuk membuat cold brew sudah pernah dibahas di sini, sementara cara lengkap untuk membuatnya juga sudah pernah dibahas di sini. 

cold-brew (1)
Membuat cold brew dengan Mizudashi.

 

COLD DRIP

Cold drip dibuat dengan metode tetesan. Jika cold brew bisa diseduh dengan memakai alat-alat manual brew yang umum ditemui seperti French press atau Eva Solo, maka cold drip ini memakai alat khusus yang memang didesain eksklusif untuk metode dripping. Alat khusus untuk cold drip biasanya terdiri dari (minimal) 2 tabung utama, satu tabung yang berada paling atas untuk tempat ekstraksi kopi (yang akan diteteskan) dan satu tabung bagian bawah untuk menampung hasil seduhannya. Level gilingan kopi yang dipakai umumnya adalah coarse. 

Nah, bedanya lagi dengan cold brew, kita tidak bisa mematok seberapa lama minimal waktu ekstraksi, namun lebih kepada seberapa cepat tetesan cairan kopi akan mengalir. Bisa dibilang, ekstraksinya selesai begitu kopi pada tabung bagian atasnya habis. Btw, pada alat-alat cold drip biasanya ada pengatur khusus untuk menyetel tetesannya apakah mau setiap 3 detik, 5 detik, dan seterusnya. Karena memakai sistem dripping, cold drip pun dirasa lebih intens dan sedikit lebih kuat dari cold brew.

Proses dripping pada cold drip.
Proses dripping pada alat pembuat cold drip.

ICED COFFEE

Bahasa sederhananya, ya, adalah es kopi. Membuat iced coffee cukup gampang, hampir sama—bahkan sama—dengan menyeduh ala manual brew seperti biasanya. Setelah seduh biasa dengan air panas, maka kopi yang tadi akan didinginkan dengan menambahkan es batu lagi ke dalamnya. Atau, bisa juga dengan memakai cara ala Japanese iced coffee, yaitu menyeduh langsung ke atas server yang sudah ditambahkan es batu di dalamnya.

Karena diseduh seperti manual brew lazimnya, metode ini pun menggunakan air panas—namun dengan suhu yang tidak terlalu ekstrim. Rasa yang didapat umumnya sedikit lebih bitter dan lebih full bodied dibandingkan dengan cold brew. 

Penampakan iced coffee umumnya.
Iced coffee umumnya adalah kopi manual brew biasa yang ditambahkan es batu.

Demikianlah beda antara cold brew, cold drip dan iced coffee. Semoga nggak kebalik-balik, ya. 🙂

 

 

Foto-foto diambil dari situs pencari.

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

12 Comments
  1. Kalau Kata saya sih metode Japanese Iced Coffee tidak bitter sih, tergantung beans dan temperatur yang kita pakai, tapi yang jelas, lebih aromatic. heheheh

  2. Kalau pake metode vietnam drip dan syphon yg diisi es batu.., tuh jenisnya cold drip ya..?
    Mohon informasinya. Thanks otten coffee

  3. saya akhir2 ini suka dengan coldbrew karena rasanya lebih nyaman dan tidak terlalu berat. memang proses coldbrew memakan waktu yang lama. Satu lagi untuk pengertian colddrip ternyata saya salah mengerti. Awalnya mengira colddrip menyeduh kopi pakai air panas kemudian simpan di kulkas.

    1. Kalau saya belakangan lagi suka seduh suhu rendah mas.. coba main suhu di kisaran 50-62° alat seduh bisa pakai V60/Vietnam drip, kopi digiling untuk settingan V60 saja.

      Kalau saya biasa seduh pakai Vietnam drip. Hasilnya bisa agak light bisa agak pekat, di kisaran 50-55° menghasilkan mirip cold brew & hot brew, biji yg saya sarankan arabica

  4. Kalau saya Mencoba pake alat Aerofres yg menghasilkan tetesanya, cmn ground bubukan kopi nya tgl di atur kelembutan kopi arabica nya.

  5. Belum pernah nyoba jadi blum tau perbandingan rasa dengan kopi tradisi yg dibuat dirumah. Air memdidih tinggal tuang aja ke gelas cpur 1 sendok bubuk lopi tambahkan gula
    Nikmat luar biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published.