APA SEBENARNYA KOPI “KUAT” ITU?

“Kopinya satu. Yang STRONG ya, mas.” Sebuah misteri lahir dari kata strong alias kuat. Padahal strong maknanya bisa berbeda bagi tiap orang.

PERNAHKAH kalian mendengar seseorang memesan kopi dengan embel-embel strong sebagai penekanan? Jika pernah atau justru sering maka kamu tak sendiri. Beberapa orang sering memesan kopi yang kuat dan saat kata “kuat” yang dimaksud saya lempar ke forum diskusi kecil-kecilan bersama teman-teman kopi jawabannya berbeda-beda.

Kuat Berarti Pahit

Beberapa orang yang saya tanya mengenai “kuat” pada kopi yang dimaksud adalah rasanya. Rasa yang “kuat” mengaju pada pahit. Berarti secara logika beberapa orang kuat berarti pahit. Tidak kuat berarti tidak pahit. Dengan kata lain single origin yang catatannya body, earthy, bitter adalah yang “terkuat” di selera para penikmatnya. Sedangkan single origin dengan catatan fruity, sweetness, clean, balance adalah kopi tak kuat alias lemah.

Jika pahit mengacu pada kuat makan kopi yang disangrai gelap adalah yang kuat itu. Semakin gelap semakin kuat. Level sangrai Italian Roast, French Roast and beyond menduduki singgasana kekuatan yang dimaksud. Ada dari kalian yang  juga menganggap kuat berarti pahit?

Kuat Berarti Berat & Kental

Nah, jika “kuat” adalah perihal kekentalan dan tekstur yang berat, maka kekuatan yang dimaksud adalah jatuh kepada kopi sejenis espresso, Turkish Coffee dan teman-temannya. Beberapa orang yang saya tanya tentang “kopi kuat” sepakat bahwa “kuat” yang dimaksud adalah kekentalan pada kopi. Jika sudah kental dan berat maka rasa pahit pun menyusul. Baiklah!

Kuat Berarti Tinggi Kandungan Kafeinnya

Pada survei kecil-kecilan yang saya lakukan, poin ini adalah poin dengan jawaban terbanyak. “Kuat” menurut mereka yang menjawab ini berarti kandungan kafeinnya tinggi. Sangkin kuatnya bisa membuat mata ‘melek’ dan energi bertambah. Kalau sudah begini berarti kuat yang dimaksud bisa jadi adalah kopi jenis robusta. Atau banyaknya kopi yang dikonsumsi dalam sekali seduh. Death Wish Coffee mengklaim mereka adalah kopi terkuat dengan jumlah kafein terbanyak. Jika “kuat” adalah perihal kafein lalu pahit dan kekentalan apakah masih berlaku ya?

Selain ketiga poin di atas ada poin lain yaitu gabungan antara pahit, kental dan kafeinnya tinggi. Kopi jenis ini mungkin sudah diciptakan tapi belum terendus kita. Balik lagi ke pertanyaan awal “menurut kamu, apa kopi yang kuat itu?”. Jawabanmu penting untuk kami!

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

9 Comments
  1. Literasi kuat bagi saya tentu rasa dominan yang dihasilkan dari biji kopi sejenisnya. Karena kuat berarti ada kompetisi antar biji kopi itu sendiri. Lalu variabel menentukan kuat atau tidaknya kopi harus ada perbandingan yg apple to apple, ga mungkin robusta dengan arabika. – Gani – menurut lidah saya loh… ☺

  2. cafein membawa rasa pahit pada kopi, semakin lama kopi disangrai maka cafein semakin berkurang, berarti kopi yang tingkat sangrainya medium ke atas harusnya tidak pahit dong ya

  3. Strong itu bold…tajam…berat…kental….dan gak harus dengan cafein tinggi….strong itu ketika tiap sruputannya mengena dengan tepat sesuai dengan selera….klo selera nya cytrus atau pahit atau bahkab bit of both….atau strong itu ketika suasana hati atau suasana sekitar membuat kita merasa nikmat dan mendukung kita ketika tiap tetesnya terasa memuaskan entah batin kita emosi kita atau susana kebersamaan kita

  4. cmmiw, menurut saya yang hilang ketika sangrai semakin lama itu bukan caffeine nya tetapi senyawa seperti gula, dan air. semakin gelap sangrai, density menurun. justru dengan gramasi yang sama caffeine yang dikonsumsi semakin banyak dan pahit semakin terasa. anw, rasa pahit bukan hanya berasal dari caffein, tp juga dari CGA. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.