APA SEBENARNYA KOPI SINGLE ORIGIN ITU?

Single origin adalah istilah yang akrab dengan era gelombang kopi ketiga. Tapi, sesungguhnya apa single origin itu?

KATA single origin pun sebenarnya bukan istilah yang asing lagi di era third wave sekarang, namun faktanya tidak semua penggemar kopi ternyata benar-benar mengerti istilah ini. Belum lama ini saya ketemu seorang penggemar kopi konvensional garis keras (baca: penyuka kopi hitam, kental, asli tanpa campuran apa-apa) yang sepertinya sudah mafhum betul tentang kopi—saya sampe segan. Ehehe. Ketika mengobrol tentang tren pergerakan kopi, ia justru tidak tahu. Nah, itu kejutan. 😀

Sebuah analogi yang umum terjadi juga seperti ini: seandainya kita menyajikan 8 cangkir kopi manual brew berbeda di atas meja yang sama, lalu disajikan kepada mereka yang belum mengenal kopi, barangkali mereka akan menganggap semua kopi di meja itu sama. Atau, ya, paling banter ditanya, “itu kopi, ya? Kok warnanya nggak hitam?”. Lol. Tapi coba misalnya, kopi itu diberikan kepada mereka yang sudah terbiasa dengan manual brew, tentu persepsinya akan berbeda. Setiap cangkirnya akan terasa tak sama meski warnanya serupa. Kenapa bisa seperti gitu? Ya, itulah keajaiban (kopi) single origin yang sedang kita bicarakan ini. Ehehe.

Penjelasan sederhananya, single origin adalah asal mula atau sumber pertama tempat kopi itu berasal. Umumnya, single origin selalu mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa.

Sementara kebalikan dari single origin adalah (kopi) blend yang juga banyak digemari. Kopi blend adalah jenis yang mengombinasikan biji kopi dari berbagai area berbeda untuk mendapatkan citarasa yang diinginkan. Misalnya, katakan saja ada peminum kopi yang tidak suka karakter yang terlalu bitter tapi juga tak terlalu doyan rasa yang ringan dan fruity, maka pilihan yang dirasa cocok adalah dengan mencampurkan kopi Gayo dengan Java. Misalnya.

Buah kopi Panama Geisha
Single origin bermula dari daerah asal dimana kopi itu ditanam.

Single origin bisa berarti wilayah darimana kopi itu berasal

Jika kita berbicara tentang dunia kopi, atau wilayah penanaman kopi, maka ruang lingkupnya akan luas sekali. Ada cukup banyak Negara di dunia ini yang menghasilkan kopi sehingga jika ditanya “itu kopi apa?” dan hanya dijawab “kopi Arabika” tentunya tidak akan relevan lagi di jaman third wave yang serba spesifik ini.

Masing-masing negara penghasil kopi, berikut regionalnya, tentu memiliki teknik menanam kopi, berikut varietas favoritnya masing-masing. Jika di Indonesia varietas yang umum adalah Arabika, di Afrika bisa saja Bourbon, di Amerika Latin adalah Caturra, dan sebagainya. Single origin di sini “berfungsi” untuk menyempitkan asal dan varietal kopi-kopi yang ragamnya luar biasa banyak itu untuk membuatnya spesifik, khas, dan partikular. Dengan kata lain, single origin di sini berbicara tentang area, wilayah atau daerah khusus yang digunakan sebagai tempat menanam kopi itu. Kopi Gayo (Atu Lintang), Sidikalang, Java (Andung Sari) , Flores (Manggarai), atau Papua (Wamena) adalah beberapa contohnya.

Selain area, single origin juga bisa berasal dari satu pertanian khusus atau daerah yang berada di sekitar areal pertanian kopi tersebut. Misalnya, kopi Costa Rica single origin Las Lajas Perla Negra. Kopi ini berasal dari satu perkebunan besar Las Lajas yang dimiliki oleh keluarga The Chacón Solano. Umumnya, meski tidak selalu, kopi-kopi dari Amerika Latin kebanyakan berasal dari satu pertanian besar yang dimiliki turun-temurun oleh keluarga

Di luar itu, single origin pun bisa juga berasal atau mengacu kepada koperasi dimana kopi itu dikumpulkan dan diolah. Misalnya, Negara-negara Afrika seperti Ethiopia dan Kenya yang kebanyakan para petaninya bekerja di pertanian kecil. Sepanjang kopi-kopi itu diproses dan diolah dalam washing station atau pusat pengolahan kopi yang sama, maka itu juga bisa berarti single origin.

kopi single origin
Green bean (single origin) yang siap didistribusikan.

Single origin juga bisa berarti sebuah varietal, jenis atau mutasi tertentu

Di beberapa perkebunan kopi di Amerika Latin, para petani besarnya sudah mulai mengembangkan varietal baru di luar varietas yang ada selama ini. Jika selama ini Geisha dari Panama atau caturra dianggap andalan dari Amerika Latin, maka belakangan jenis itu pun dirasa kurang cukup. Eugenioides adalah salah satu varietal baru yang dikembangkan di sana. Varietal ini pun bisa disebut dengan single origin.

Contoh lain yang paling gampang ditemui adalah “kasusnya” peaberry. Kopi peaberry adalah hasil mutasi natural yang bisa ada di pohon kopi tanpa memandang darimana asal kopi itu. Bentuknya yang berbiji tunggal dianggap salah satu keistimewaan yang membuat karakter rasanya lebih intens mengingat bijinya yang konon lebih mudah di-roast. Masalahnya, kita tidak bisa menentukan di pohon apa atau seberapa banyak peaberry ini akan terkumpul. Bisa dibilang, kemunculannya random di setiap pohon kopi. Biasanya peaberry ini akan dikumpulkan pada saat proses pengolahan kopi dan pemilahan. Maka peaberry bisa saja “berasal” dari Sidikalang, Java atau bahkan Papua. Dan itu juga merupakan single origin.

 

Kenapa single origin?

Jawaban singkatnya, ya, karena kopi itu sebenarnya jauh lebih nikmat jika dicicipi sebagaimana ia adanya. Setiap kopi memiliki karakter masing-masing yang membuatnya unik dan menarik. Single origin adalah cara yang bisa membawa kita menikmati keunikan dari masing-masing karakter kopi tersebut—menurut saya. 😀

Selain itu, para petani kopi juga –setidaknya– akan terkena imbas positifnya juga. Kopi-kopi single origin umumnya diolah dengan serangkaian proses yang memerhatikan standar tertentu. Kalau peminatnya banyak, maka petani kopi pun jadi ikut “bersemangat” dalam mengusahakan kopinya berkualitas. Beberapa wilayah penting penghasil kopi di Indonesia beberapa tahun terakhir sudah mulai tanggap dan peduli untuk memproses dan mengolah kopi mereka (dengan benar), meski jumlahnya belum sebanyak di Amerika Latin. Ya, mari berdoa saja semoga saja di masa depan Indonesia bisa menjadi (salah satu) negara penghasil single origin yang cukup diperhitungkan.  🙂

Selamat minum kopi single origin! 

 

single-origin kopi

Foto diambil dari situs pencari dan Flickr, credit kepada a.rios

5,521 total views, 121 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

18 Comments
  1. Kalo misal tanaman itu aslinya dari Aceh atau daerah lain, kemudian ada yang menanam bitit itu di daerah lain, apakah termasuk single origin? Dan manakah yg menentukan? Daerah asal bibit, atau daerah tanam bibit..?? Hehe..terimaksih..

    1. Yang ditanam itu varietas/varietal apa dulu, kak? 😀 Misalnya yg ditanam masih sama-sama Sigararutang/Ateng/dsb, maka single origin di sini bisa mengacu kepada daerah/wilayah tanam bibitnya. Kecuali dia adalah hasil budidaya/silang eksperimental yang lain lagi. 🙂

  2. Ada yang bilang, mau itu varietas sama + ditanam apa adanya + ketinggian sama + pengolahan sama, rasa belum tentu sama?
    Misal gayo di tanam di p. Jawa, rasa belum tentu sama gitu mbak?

    1. Bener, Mas. Wilayah tanam, kondisi penanaman, iklim yang ada di sana… semuanya itu memengaruhi kopi yang akan dihasilkan. 🙂

  3. Halo mbak..mau tanya, kalo kopi single origin dari otten coffee itu apakah mengambil khusus dari 1 perkebunan tertentu di suatu kota/daerah, atau “yang penting” berasal dari kota/daerah tersebut, tapi perkebunan nya beda-beda ?

    1. Hai Mas, sejauh yang saya tau sih, ngambilnya dari Perkebunan langsung, atau dari Petani (yang memiliki pertanian besar dan yang kebunnya udah di-“manage” dengan baik–kayak kebun-kebun di Amerika Selatan) langsung, atau… bisa juga dari Koperasi yang membawahi para petani. Tentunya masih dengan mengusung semangat Fair Trade. Haha…

    1. Single origin, seperti namanya ‘origin’, berarti satu daerah atau satu kebun tempat asal kopi. Sedangkan kopi specialty, berarti tingkatan dari kualitas kopi. Origin dan specialty itu 2 hal yg berbeda. 😉

      1. Terima kasih banyak kak untuk penjelasannya.

        Saya ingin tanya lagi,
        Jadi kak, apakah single origin bisa di katakan sebagai spesialti kopi? karena single origin biasanya memiliki kualitas yang baik.

        dan specialti kopi belum tentu single origin?

        1. Sejauh yang saya tau, ya, single origin itu belum tentu specialty. Soalnya gini, kita katakan saja ada kopi dari (daerah) Gayo yang bisa di-track asal usulnya dari satu kebun tertentu. Tapi grade (kualitas) kopi itu dibawah rata-rata. Kan itu gak bisa dibilang specialty, ya. Ehehe. Specialty berbicara tentang kualitas, grade dan/atau kadar karakteristiknya. Sementara single origin cuma salah satu “syarat” pada kopi specialty. Semoga bisa membantu. 🙂

          1. Hi, mas. Terima kasih untuk pertanyaannya. Sebenernya, setiap kopi single origin (dan semua produk kopi) yang masuk dan ditawarkan ke Otten harus melewati berbagai proses dan seleksi dulu. Ada banyak sekali biji kopi yang ditawarkan di Otten, tapi nggak bisa kami terima karena belum memenuhi ketentuan yang berlaku di Otten. Kalo biji kopinya tidak “specialty”, maka nggak akan dijual di Otten. 🙂

  4. Mau tanya dong siapapun yang bisa jawab, khususnya dari Otten Coffee.

    Secarah singkat perbedaan Single Origin dan Specialty Coffee?

    Thanks before.

Leave a Reply

Your email address will not be published.