APA YANG ADA DI BENAK BARISTA TENTANG MEREKA YANG MEMESAN KOPI?

Mengenai hal-hal yang selama ini dipikirkan para barista tentang mereka yang datang ke kedai kopi.

JIKA selama ini cukup banyak artikel yang mengungkapkan kesan tentang barista beserta kedai kopi dilihat dari sudut pandang dan kacamata pelanggan yang mengunjunginya, maka kesebalikannya barangkali tidak proporsional. Tidak cukup banyak artikel yang menguraikan apa yang barista rasakan terhadap pelanggan dan orang-orang yang memesan kopi kepada mereka.

Jika sebelumnya kami telah menuliskan tentang hal-hal yang kurang disukai barista, maka kali ini kami mencoba untuk menjabarkannya dengan lebih spesifik. Apa-apa saja yang sebenarnya ada di benak para barista dan yang mereka pikirkan tentang kita – orang-orang yang datang ke kedai kopinya untuk memesan kopi? Berikut beberapa daftarnya.

 

1. Tidak ada salahnya menyapa balik baristanya

Tak ada salahnya untuk menyapa kembali barista di kedai kopi.
Tak ada salahnya untuk menyapa kembali barista di kedai kopi.

Kalian mungkin tidak pernah membayangkan sudah berapa kali dalam sehari seorang barista mengucapkan “Halo” atau “Apa kabar?” dengan intonasi rendah dan terdengar bersahabat kepada setiap orang yang datang ke kedai kopi. Jadi tidak ada salahnya, bahkan sebaiknya, menyapa mereka kembali dengan semangat yang sama. Perlu diingat bahwa barista itu bukan robot atau peminta-minta. Mereka juga manusia.

 

2. Jangan sok tahu

Tidak semua orang yang datang ke kedai kopi mengerti dengan benar jenis-jenis kopi yang ada di seluruh dunia. Juga tidak semua penggemar kopi memahami apa bedanya bourbon dan geisha, dan bahkan tidak semua orang yang datang meminum kopi di kedai tahu apa bedanya flat white dan Americano. Jika kalian termasuk tipe ini, maka tak perlu minder untuk mengakui bahwa kalian benar-benar tidak tahu. Daripada sok tahu, lebih baik tanyakan langsung kepada baristanya karena mereka akan dengan senang hati menjelaskannya.

 

3. Minum kopi atau minum gula?

Paling tidak lucu jika 'sudah manual brew, lalu ditambah gula lagi'.
Lebih tidak lucu jika: ‘sudah kopinya diseduh manual, lalu ditambah gula lagi’.

Bagi kebanyakan barista, kopi bukan sekadar tren atau gaya tapi adalah hidupnya. Mereka biasanya akan gemas melihat orang-orang yang tidak menghargai minuman kopi. Jika kalian memesan sebuah single shot latte namun menambahkan lagi 7 kubus gula ke dalamnya maka hal-hal seperti itulah yang biasanya membuat seorang barista gregetan. Bukan hanya karena itu sudah menghancurkan komposisi minuman yang telah mereka racik sepenuh hati, tapi juga karena minuman itu bukan lagi ‘kopi’. Daripada memaksakan diri, bagi mereka, lebih baik jika kalian memesan minuman lain yang lebih manis dan penuh susu. Karena mungkin kalian memang tidak cocok untuk minum kopi.

 

4. Berbicaralah dengan jelas

Di dalam kedai kopi ada cukup banyak bunyi-bunyian yang kerap berbenturan. Suara mesin espresso, mesin penggiling kopi, musik latar di dalam kedai, dan belum termasuk suara mesin roasting—jika kedai itu memilikinya. Maka jika kalian memesan menu kepada barista di balik bar, pesanlah dengan suara yang jelas. Bukan seperti sedang kumur-kumur. Mereka bukan pembaca gerak bibir.

 

5. Tidak perlu menggurui mereka, barista sesungguhnya adalah orang yang telah ahli di bidangnya

Seorang barista (umumnya) adalah ahli di bidangnya. Jadi tak perlu "menggurui" mereka.
Seorang barista (umumnya) adalah ahli di bidangnya. Jadi tak perlu “menggurui” mereka.

Ini kerap terjadi. Banyak pelanggan atau mereka yang datang ke kedai kopi seolah mendikte dan menggurui barista tentang kopi yang mereka pesan—sinkron dengan salah satu hal yang kurang disukai barista di artikel sebelumnya. Mau diakui atau tidak, tapi hal ini benar-benar sangat menjengkelkan barista. Mereka, para barista, umumnya telah melalui serangkaian pelatihan yang tidak sebentar sehingga mereka benar-benar sudah paham apa yang mereka kerjakan di belakang bar. Jadi tidak perlu menjadi orang sok tahu yang ‘mengajari’ dan memberikan instruksi langkah demi langkah kepada barista sehingga menciptakan kesan seolah-olah kalian sedang merendahkan kemampuan mereka.

Plus, perlu diingat bahwa masing-masing kedai kopi memiliki SOP alias standard operating procedures-nya sendiri. SOP di kedai kopi A tidak sama dengan di kedai kopi B. Jenis roasting kopi di kedai A tidak sama dengan di kedai B, dan seterusnya. Identitas bernama SOP inilah yang menjadikan masing-masing kedai berbeda dan memiliki ciri khasnya. Maka tak perlu mengeluh atau membandingkan kopi buatan barista di kedai A dengan di kedai B.

 

6. Lihat situasi dan kondisi

Kalau pesanan di kedai sedang ramai, harap bersabar.
Kalau pesanan di kedai sedang ramai, harap bersabar.

Kalau situasi kedai kopi yang kalian datangi sedang ramai, atau kalian melihat ada sekitar 10-20 cangkir berjejer di dekat mesin espresso, maka itu artinya pesanan bukan datang dari kalian saja. Dengan kata lain, sabar. Begitu kalian memesan menu, tolong segera minggir dan berikan kesempatan kepada pelanggan lain untuk memesan. Jika kalian tidak melihat ada pelayan/waitress di dalam kedai, maka tidak perlu dongkol hanya karena baristanya tidak mengantarkan pesanan ke mejamu. (Ingat, mereka adalah barista yang sejatinya bekerja di balik mesin espresso, bukan pesuruh).

 

7. Jangan buang punting rokokmu sembarangan

Bagi beberapa orang, rokok dan kopi adalah kombinasi yang pas—meski itu tidak sepenuhnya benar. Namun untuk kebanyakan barista, mendapati puntung rokok berserakan dimana-mana akan membuat mereka sangat kesal. Karena bukan hanya mengotori area kedai kopi, tapi juga membuat tempat itu jadi terkesan “tidak higienis”. Jadi sebaiknya –jika kalian termasuk tipe ini– buang puntung rokok di tempat sampah, atau di tempat yang sudah disediakan. Jangan membuangnya serampangan di mana saja.

 

Selamat memesan kopi! 🙂

Disadur dari tulisan dan pengalaman Wayne Oberholzer, pendiri Portland Project dan Juara Barista Afrika Selatan 2016 di laman ManMakeCoffee, juga hasil wawancara dengan beberapa Barista di Komunitas Barista Medan. Foto-foto diambil dari broadsheet Australia (kredit foto cover milik Nikki To), Tumblr dan situs pencari.

 barista-tools 

292 total views, 10 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.