APA YANG SERING DIBINCANGKAN PARA PENIKMAT KOPI

Ingin menjadi seorang penikmat kopi, harus tau terlebih dahulu apa yang sering mereka perbincangkan ketika menikmati kopi.

MEREKA yang menikmati kopi dengan pengetahuan, tidak ada habisnya jika mengobrol sesama penikmat kopi, selalu saja ada yang dikaji tentang secangkir kopi yang mereka minum. Kita menikmati kopi hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan akan kafein, atau menikmati kopi untuk mengisi waktu luang, tapi untuk para penikmat kopi mungkin berbeda. Semacam menelusuri, dari mulai masa tanam hingga menjadi secangkir kopi yang nikmat, semua itu tak luput dari pembahasan para penikmat kopi. Bagaimana metode seduh pun menjadi topik perbincangan yang hangat di kalangan penikmat kopi. Dan hasil akhir dari secangkir kopi yang mereka minum, menjadi pembuka perbincangan untuk selanjutnya ditelusuri dengan berbagai pendekatan. Nah, berikut ini sedikitnya beberapa hal yang sering didiskusikan ketika para penikmat kopi ngomongin kopi.

KESAN AFTERTASTE
Ketika kopi disesap, dan meninggalkan kesan rasa setelah diminum maka aftertaste istilah untuk rasa yang tertinggal di mulut dan menampilkan pengalaman rasa setelah ngopi. Yang membuat perbincangan ini menjadi seru, terkadang pada kopi yang sama, beberapa orang bisa memiliki perbedaan aftertaste yang mereka dapatkan. Kesan aftertaste tertinggal karena keseluruhan karakter kopi yang singgah di lidah, dari mulai acidity, body, dan flavournya.

TINGKAT KEASAMAN
Istilah untuk menjelaskan seberapa jelas karakter asam dari kopi yang kita minum disebut acidity. Umumnya karakter rasa asam ini akan mendekati indera perasa kita yang pernah dirasa, sehingga muncullah persepsi asam buah-buahan, bahkan lebih khusus hingga jenis buahnya asam jeruk, asam jawa, dan karakter asam lainnya. Dan karakter asam ini secara umum juga dikomunikasikan dengan sebutan sharp (keasaman yang jelas), thin (keasaman yang tipis), flat, mild, atau pun netral dan sebutan lainnya.

credit: unsplash.com

KETEBALAN BODY
Sebutan body yang mengacu pada kesan yang dirasa ketika kopi dikulum di mulut, menyatakan seberapa penuh karakter rasa di mulut saat mengendap di lidah kita. Ketika lidah ditutupi oleh kopi, akan memberikan kesan yang berbeda seperti berminyak, berair atau pun karakteristik lainnya yang sering disebut juga dengan full (karakter yang penuh), thick (karekter yang tebal), seimbang, buttery, thin atau pun sebutan lainnya.

KARAKTER RASA
Secara keseluruhan kopi akan dikenal oleh lidah dengan karakteristik rasa yang ada pada kopi. Karakter rasa ini berkaitan dengan senyawa yang terkandung pada kopi ketika ekstraksi kemudian senyawa ini akan membentuk rasa dan dikesan oleh lidah saat diteguk. Variabel yang menciptakan karakter rasa pun sangat banyak yang diantaranya, tingkat roasting, asal biji kopi, dan sebagainya. Flavour ini sendiri sering didiskusikan dalam istilah fruity, sour, bitter, rich atau pun balanced.

TINGKAT ROASTING
Dan biasanya untuk menentukan tingkat roasting, harus mengenal terlebih dahulu potensi dari green bean yang akan diroasting. Maka selanjutnya setelah mengetahui potensi dari green bean, tingkat roasting yang sesuai akan mudah untuk ditentukan, apakah itu light, medium atau pun dark. Tingkat roasting light antara 196-205 °C, medium 210-219 °C, dan dark 225 °C ke atas. Warna dari ketiga tingkatan ini pun pastinya berbeda, light cenderung cokelat kekuningan, medium cokelat gelap, dan dark cokelat lebih gelap dari medium. tingkat roasting ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi rasa yang ada pada green bean hingga akhirnya menjadi biji kopi yang memiliki karakter rasa berkualitas.

credit: unsplash.com

DAERAH ASAL
Biji kopi dikenal dari daerah asal di mana biji kopi itu tumbuh dan berkembang, sehingga secara umum bahkan biji kopi dibedakan beberapa daerah asal mereka secara internasional yang sering dikenal dengan istilah coffee belt. Sebuah kawasan negara yang digolongkan berdasarkan garis lintang dan bujur dunia, yaitu Amerika Utara dan Kawasan Karibia, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika Timur, Afrika Barat, Kawasan Arabia, dan Asia. Negara Indonesia yang termasuk produsen kopi masuk pada kawasan Asia, dan di Indonesia sendiri pun tentunya banyak sekali daerah asal kopi seperti Lintong, Kerinci, dan daerah jawa serta daerah lainnya.

FRAGRANCE
Biji kopi yang baru saja digiling biasanya akan melepaskan karakter aroma yang kemudian perlahan menghilang, tapi ketika diseduh dengan air panas karakter rasa kembali muncul. Bahkan ada biji kopi yang berbeda antara fragrance dan aromanya, fragrance adalah karakter khas bau bubuk kopi sedangkan aroma adalah bau khas ketika bubuk kopi dituang air panas. Istilah pada fragrance tidak jauh berbeda dengan istilah yang digunakan untuk menjelaskan aroma pada kopi, seperti floral, spicy, winery, woody, nutty, dan lainnya.

AROMA KOPI
Ketika bubuk kopi untuk pertama kalinya dibasahi oleh air seduhan, maka bubuk kopi akan melepaskan aroma khas yang disebut aroma. Bubuk kopi yang tergenang oleh air panas dalam seduhan memiliki karakter aroma yang bisa dikenal secara spesifik bagi yang peka, apakah itu rasa atau pun daerah. Maka aroma kopi menjadi penting ketika ritual cupping untuk menentukan seberapa optimal karakter rasa suatu biji kopi. Aroma juga semacam memberikan sugesti untuk seseorang, agar lebih menikmati pengalaman ngopi mereka dan sering menjadi bahan diskusi dengan istilah-istilah seperti floral, spicy, winery, woody, nutty, dan lainnya.

src: boncafe.com.hk img: pexels.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.