APAKAH INDUSTRI KOPI BENAR-BENAR TUMBUH MERATA?

Industri kopi kita memang berkembang dari hari ke hari. Namun apakah industri kopi ini benar-benar berkembang dan merata adil di seluruh nusantara? Jawabannya belum tentu.

SAAT di tanya tentang perkembangan industri kopi, kita selalu bisa menjawab bahwa industri kopi kita mulai berkembang luas. Tapi kita seketika lupa bahwa berkembang bukan hanya di beberapa titik saja. Industri kopi bertumbuh di kota-kota besar. Kedai kopinya menyesaki setiap penjuru, tersebar di jalan-jalan. Namun sayangnya perkembangan ini tidak sampai ke pelosok. Tidak menyentuh kota-kota dan desa kecil.

Saya menulis ini karena terinspirasi oleh seorang teman barista dan konsultan kopi, Della Mifti beberapa saat lalu. Della Mifti sudah membangun kurang-lebih 30 kedai kopi yang tersebar hampir seluruh pulau di Indonesia. “Industri kopi kita berkembang namun pelakunya itu-itu saja. Kedai kopi kita banyak dan layak namun berada di kota yang itu-itu saja,” katanya prihatin.

Saya ikut merasakan keprihatinan Della, dan rasanya cukup cepat menyimpulkan soal berkembangnya industri padahal pe-er kita masih sangat banyak. “Selagi kita belum bisa menemukan kedai-kedai kopi yang menyajikan kopi secara layak, at least satu saja di kota-kota kecil maka kita masih banyak kerjaan. Maka kita masih butuh kerja keras agar bisa dianggap benar-benar maju.”

Meski begitu bukan berarti hari ini kita tidak berhasil sebagai negeri yang industri kopinya meriah dan bergeliat. Terbukti banyaknya negeri ini mencetak barista-barista juara, banyaknya kedai-kedai kopi bonafit dengan teknologi yang gila-gilaan. Jika disebut berhasil kita memang berhasil maju namun mengerucut pada satu dua tempat saja.

credit: travelandleisure.com

Karena sebagai bangsa yang besar seharusnya perkembangan sebuah industri melaju bersama-sama, bangkit berdiri di berbagai wilayah. Jika di masa depan kita bisa minum kopi dengan V60 dan Aeropress di desa-desa pinggir sawah dengan pisang goreng dan celotehan tentang rasio air, mungkin di saat itu industri kopi kita bisa disebut berhasil. Merata, adil sampai ke dalam-dalam. Melebar, berspora hingga tak ada lagi namanya istilah ‘kopi orang kota’. Bukan begitu, kawan?

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.