APAKAH KITA SUDAH JADI PELANGGAN YANG BAIK?

Kedai kopi memang bukanlah ranah tempat rambu-rambu harus dipatuhi. Tapi ada ‘peraturan’ yang mungkin tak tertulis yang sebaiknya dijalankan dengan sebaik-baiknya.

APAKAH kita sudah jadi pelanggan yang baik di kedai kopi? Pertanyaan itu mampir di kepala beberapa hari lalu dikarenakan saya menyaksikan sebuah unggahan di media sosial perihal perilaku pelanggan di kedai kopi yang tak sengaja terekam cctv. Lalu saya sendiri pun mengingat-ingat apakah saya sudah jadi pelanggan yang baik?

Untuk itu, saya akan jabarkan beberapa poin sederhana yang mungkin pernah kita lakukan di kedai kopi padahal hal tersebut tidak diperbolehkan. Berikut poin-poinnya!

Enggan Memesan ke Kasir

Padahal sudah jelas-jelas kedai kopi tersebut bertuliskan self-service dan cara memesan adalah langsung ke kasirnya. Beberapa orang ternyata (termasuk beberapa teman sendiri) pernah memesan langsung dari meja dengan memanggil pelayannya. Beberapa kedai kopi mungkin memaklumi, tapi sebaiknya kita mematuhi peraturan kedainya. Lagian apa sulitnya datang ke kasir dan memesan sendiri, bukan? 

Terlalu Berisik

Saya sendiri pernah tidak sadar ngobrol terlalu berisik di masa lalu tanpa memerdulikan meja sebelah yang sedang rapat. Kedai kopi memang tempat berseru-seruan, tapi kita harus sadar bahwa ini bukanlah milik kita seorang. Ada baiknya mengecilkan volume suara dan sedikit peduli soal sekitar. Lagian tak mau kan ngobrol kekencangan dan meja sebelah mendengar gosip-gosip panas yang sedang kamu bicarakan?

Tak Pulang-Pulang

Kedai kopi memiliki jam operasional. Namun beberapa pelanggan justru kerap enggan pulang padahal barista dan pelayannya sudah kasih kode. Lampu satu per satu sudah dipadamkan. Bangku dan meja sudah dilap dan disusun ke pinggir. Ada saja pelanggan yang terlampau betah dan tak mau pindah. Jangan begitu ya. Barista dan staf lain juga perlu istirahat. Kedai kopi ditutup bukan berarti mereka langsung pulang lho. Ada urusan lain yang harus dikerjakan di kedai. Mulai dari bersih-bersih, hingga hitung-hitung hasil penjualan.

Membawa Makanan Minuman dari Luar

Ini sering terjadi meskipun sudah ada tulisan dilarang membawa makanan dan minuman. Dengan dalil “ah makanan kecil aja kok”. Tapi di kedai kopi juga ada makanan kecil juga lho mas mbak. Marilah membantu dengan beli jajanannya dan jangan membawa makanan dari luar. Dengan itu kamu sudah membantu roda perekonomian kedai kopi turut berputar sekaligus menghormati peraturan yang sudah mereka buat.

Dan Lain-Lain

Membiarkan meja penuh sampah dengan porak-poranda. Mendengarkan musik dan menonton film tanpa headset. Menggeser meja dan bangku suka-suka tanpa izin dari staf. Dan masih banyak lagi.

Jika kamu ada melakukan 3 dari beberapa poin di sini, berarti kamu belum termasuk pelamggan yang baik. Tenang, masih ada waktu untuk menjadi lebih baik. Yuk bisa yuk!

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.