APAKAH KOPI YANG KITA MINUM SUDAH BERLAKU ADIL

Jelas adanya bahwa sajian kopi kini menjadi populer di hampir tiap negara di dunia. Bahkan beberapa negara mencoba mengoptimalkan komoditas ini mengingat banyaknya penikmat yang tersebar di dunia.

TIDAK perlu kita pergi ke Brasil, Kolombia, Kosta Rika, Guetemala, Itali, Ekuador atau pun Peru untuk membuktikan bahwa kopi begitu populer saat ini. Secara global, faktanya kita telah mengkonsumsi kopi lebih banyak dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah kopi yang dikonsumsi pada pertengahan tahun 1970an. Bahkan, kini kurang lebih dua miliar cangkir kopi yang harus memenuhi kebutuhan ngopi penikmat kopi di seluruh dunia. Apakah hal ini hanya sebuah sugesti, tapi jutaan dari kita menikmati kopi adalah ritual wajib untuk memulai hari dan benar adanya.

Tiap orang akan berbeda memaknai cangkir kopi mereka, ada yang sangat antusias dengan sajian kopi dingin ada juga yang begitu semangat dengan sajian kopi panas mereka. Tak jarang juga yang menikmati secangkir kopi mereka dengan makanan atau pun cemilan yang sering dikenal dengan istilah coffee pairing, yang mana hidangan manakan atau cemilan itu bisa mengoptimalkan rasa dari kopi. Begitu banyak cara orang memaknai sajian kopi mereka, lalu bagaimana dengan secangkir kopi kita?

credit: freepik

Lain cerita, di tengah populernya sajian kopi dunia, pernahkah kita berpikir dan mempertimbangkan bagaimana asal dari kopi yang kita minum, dan apakah petani yang menanam biji kopi memperoleh penghasilan yang adil? Mengingat bukan mudah untuk menanam pohon kopi, tentunya petani kerap menghadapi tantangan perubahan cuaca ekstrim bahkan tantangan serangan hama. Terpujilah para petani kopi kita atas kerja kerasnya menimang benih kopi hingga panen dan menjadi secangkir kopi nikmat hari ini.

Mungkin beberapa orang sependapat bahwa pecinta kopi pernah mengatakan bahwa sajian kopi sangat penting bagi kehidupan seseorang dalam mengawali segala aktifitas mereka, dan sudah menjadi penopang hidup. Dan sebenarnya, sajian kopi bukan hanya menopang hidup para penikmat kopi, tapi jutaan keluarga petani yang mendedikasikan hidup mereka untuk tumbuh kembang pohon kopi. Malahan ada 25 juga keluarga petani tradisional yang menanam kopi dan menyumbang 80% kebutuhan kopi dunia. Menariknya, walau pun kopi ditanam lebih dari 70 negara, pasokan kopi dunia yang setangahnya berasal dari empat negara ini, Brasil, Vietnam, Kolombia dan juga Indonesia. Produsen kopi terbesar lainnya antara lain, Meksiko, Guatemala, Honduras, Peru, Ethiopia, India dan Uganda. Bayangkan saja, jika dalam industri kopi ternyata ada yang curang membayarkan biji kopi yang mereka jual, lalu bagaimana para petani yang menggantungkan hidup mereka dari pendapatan panen kopi mereka.

Jadi, buat kita para penikmat kopi, mulailah menghargai tiap cangkir dari kopi kita, mungkin itu bisa menjadi langkah kecil untuk mengapresiasi kerja keras dari petani kopi kita. Ngopilah dengan hikmat, dan kopi pun begitu nikmat.

src: urbanadventures.com img: curiosity.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.