News Tips

APRON BARISTA BUKAN SEKADAR UNIFORM COFFEE SHOP SEMATA

apron barista


Apakah semua barista bisa membentuk art pada sajian cafè latte? Apa yang membuat mereka para penyeduh kopi dikatakan seorang barista, mungkinkah karena apron yang mereka kenakan?

SECARA sederhana seseorang yang untuk kali pertama datang ke sebuah coffee shop akan terkesima saat disajikan cafè latte dengan bentuk hati di atasnya; “you’re awesome barista!” ucapnya takjub. Tunggu dulu, benarkah untuk menjadi seorang barista minimal harus menguasai latte art? Entahlah, namun bila dipikir-pikir seorang barista yang tidak menguasai keseluruhan sajian dari kopi apakah mereka bisa di anggap sebagai barista.

Eksplisitnya, barista merupakan pelaku penting dalam dunia kopi, fungsi barista pada era third wave sangat luas maknanya, bukan hanya mereka harus menguasai sajian kopi secara keseluruhan. Mereka harus mengetahui detail bahan biji kopi yang mereka sajikan, seorang barista juga memiliki pengetahuan tentang origin dan proses biji, tingkat roasting dan efeknya pada kopi, paham profile karakter rasa, serta luas wawasan tentang kopi.

Lebih dari itu, peran barista adalah seperti kavaleri yang langsung berada di depan medan pertempuran. Menghadapi keragaman pelanggan, dari mulai yang sudah maklum akan kopi sampai mereka yang belum akrab menerima kopi. Banyak pertanyaan yang pastinya akan muncul dari rasa keingintahuan pelanggan, peran barista di sini harus memuaskan mereka dengan jawaban-jawaban yang tepat.

Bayangkan bagaimana jadinya jika pelanggan menanyakan tentang origin kopi apa yang digunakan pada cafè latte mereka, di antara pelanggan juga pasti ada yang menanyakan tentang rasio untuk seduhan dripper. Tidak sedikit juga yang sekadar ingin mengobrol tentang perkembangan kopi beberapa tahun terakhir ini. Peran barista sememangnya harus sudah terbiasa dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kopi.

apron barista tools

credit: pinterest

Seseorang barista harus memahami semua hal yang berkaitan tentang kopi, namun menelusuri sosok barista; apakah mereka ada standard tentang apa yang harus mereka kenakan saat berada di belakang mesin espresso. Adakah yang perlu diperhatikan pada apron yang mereka pakai? Entahlah, jika saya boleh menyimpulkan, dari beberapa forum yang saya sadur, beberapa barista memang punya standard akan apron yang mereka kenakan.

Fashionable/ Walaupun tampilan barista cenderung nyentrik, mereka ternyata yang paling memperhatikan fashion, bedanya fashion yang mereka kenakan harus sejalan dengan ideologi mereka. Tidak sedikit juga barista yang tampil keren, sebabnya mereka memilih apron yang stylist.

Protected/ Seperti fungsi awal apron, untuk melindungi tubuh dan membuat baju tidak ternodai dari liquid, susu, kopi dan sebagainya.

Simplify/ Memudahkan pekerjaan mereka, seperti tambahan kantung pada apron akan lebih membantu menyimpan apa saja di dalamnya, portafilter, towel, dan lainnya.

Material/ Kebanyakan akan memilih material apron yang tebal, seperti bahan denim, tidak hanya tebal, namun juga memiliki esensi. Tidak sedikit juga barista memilih apron berbahan kulit, karena lebih tahan lama dan memiliki kesan vintage.

Make it like a pro/ Dari material apron juga akan menambah kepercayaan diri mereka untuk tampil melayani langsung para pelanggan.

Beberapa coffee shop ternyata ada yang sangat memperhatikan apron yang para baristanya kenakan, dan head barista selalunya akan berbeda warna apron dengan yang lainnya. Namun ada juga coffee shop yang menganggap apron hanya sekadar uniform dan terbuat dari kain yang tipis.

Yang sebenarnya, mereka para barista ternyata sangat kritis akan apron yang mereka kenakan. Karena dari apron mereka dapat menyapa pelanggan tanpa suara; “hi we’re barista, i’ll take your order“.

src: caffeculture.com manmadediy.com img: pinterest

apron

1,568 total views, 1 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply