BAGAIMANA MEMAKSIMALKAN EFEK KAFEINMU

Minum kopi bukan cuma “berkhasiat” untuk membuat mata melek, tapi sebenarnya lebih dari itu. 

PARA penggemar kopi di mana pun barangkali sudah tahu jika kopi yang mereka minum setiap pagi memiliki efek yang ampuh untuk meningkatkan energi—dan konon juga memperbaiki mood—setelah meminumnya. Terutama jika akan melakukan kegiatan yang cukup padat dan intens, kopi dianggap sebagai “penambah energi” alami yang cukup manjur. Karena alasan inilah barangkali Komite Olimpiade Internasional pada tahun 2004 melarang penggunaan kafein, termasuk minum kopi, kepada setiap atlet yang akan bertanding. Alasannya kafein dianggap semacam doping yang akan mencurangi sportivitas atlet itu sendiri.

Alasan Komite Olimpiade Internasional itu sebetulnya cukup masuk akal jika mengingat efek ajaib yang bisa ditimbulkan kopi setelah meminumnya. Namun, kopi juga memiliki “waktu-waktu terbaik” pula untuk dikonsumsi. Misalnya, efek kopi tidak akan bekerja dengan maksimal jika kamu sedang lelah, dan sebagainya.

Simak beberapa cara untuk memaksimalkan efek kopi dan kafein berikut ini.

 

Minum kopi sebelum ujian

Sebuah penelitian di tahun 2014 yang dilakukan oleh Nature Neuroscience menemukan bahwa mengonsumsi kafein bisa meningkatkan daya ingat dalam jangka panjang. Mengurangi pikun, istilahnya kira-kira begitu.Para peneliti dari Johns Hopkins University saat itu memberikan ujian kepada para partisipan yang berisi serial gambar-gambar. Namun sebelumnya, para partisipan tersebut diberi 200 mg kafein (atau setara dengan 2 cangkir kopi) terlebih dahulu. Eesoknya, para partisipan yang sedang ujian tersebut dites kembali, apakah mereka masih mengingat serial gambar yang ditunjukkan pada mereka di hari sebelumnya atau tidak. Hasilnya, para partisipan tersebut nyatanya masih mengingatnya dengan cukup baik.

Penemuan itu disimpulkan pula oleh Michael Yassa, Ph.D, seorang asisten professor di bidang neurologi di University of Carolina, bahwa 200 mg kafein bisa membantu meningkatkan daya ingat selama lebih dari 24 jam. Karenanya, menurut Yassa, minum kopi akan sangat baik jika kamu akan menghadapi kegiatan-kegiatan yang membutuhkan kinerja memori otak. Antara lain seperti para (maha)siswa yang akan menghadapi ujian.

 

Kopi tidak akan bekerja dengan baik pada saat lelah

Tubuh yang lelah, bagaimanapun, obatnya hanya satu: beristirahat. Kita tidak bisa memaksakan minum kopi untuk menyegarkan kembali energi jika tidak mendapat istirahat yang cukup. Kafein bisa meniru pembentukan zat kimia alami yang diproses otak (disebut adenosine) dimana zat ini bertindak seperti “pedal rem”, yaitu membuat otak berhenti bekerja sementara waktu dan akhirnya membuat ngantuk. Kira-kira hampir dengan cara kerja obat. Ini juga salah satu alasan kenapa kopi yang baik justru dianggap bisa membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

Dengan menghambat reseptor adenosine, kafein pun kemudian bertindak sebagai pertahanan yang bisa merangsang stimulasi zat kimia alami lain bernama dopamine, membuatnya bekerja tanpa melibatkan efek dari adenosine. Namun, masalahnya, kafein akan bekerja lebih baik jika memiliki level akseleran yang tinggi. Akseleran ini hanya bisa didapat kalau seseorang telah cukup tidur atau telah memiliki istirahat yang baik. Hal ini juga yang barangkali menyebabkan mengapa seseorang yang mengalami kelelahan luar biasa tidak akan lagi terpengaruh dengan efek kafein, seberapa banyak pun ia meminum kopi.

 

Minum kopi sebelum meeting, atau menghadiri kegiatan penting

Bisakah kafein membuat seseorang jadi gampang diajak kerjasama? Bisa jadi. Ada sebuah studi terpisah yang dilakukan oleh Nutritional Neuroscience di tahun 2009. Pada saat itu, sejumlah peneliti di Hong Kong mengadakan tes kepada sejumlah partisipan dimana “kesediaan mereka untuk bekerjasama” bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Sebelum diuji, para partisipan itu juga diberi minum kopi terlebih dahulu. Hasil uji itu menemukan bahwa 150 mg kafein dalam kopi bisa meningkatkan kesediaan mereka untuk bekerjasama dibandingkan dengan mereka yang hanya meminum kopi decaf, atau minuman yang tidak mengandung kafein sama sekali. Barangkali ini juga sebabnya mengapa meeting, atau kegiatan yang akan membutuhkan proses “deal-dealan” kerap dilakukan di coffee shop.

minum-kopi-di-kafe
Meeting kerap dilakukan di kedai kopi.

Ngomong-ngomong, semakin banyak para peneliti memelajari dengan efek kafein, umumnya semakin banyak pula manfaatnya yang ditemukan. Kesimpulan akhir yang diberikan Michael Yassa, asisten professor bidang neurologi di University of Carolina, juga menambahkan bahwa kafein (atau kopi dalam hal ini) ternyata juga bagus untuk membantu meningkatkan umur panjang, mengurangi penurunan kognitif pada pria dan mengurangi risiko Alzheimer.

Jadi, sudah minum kopi hari ini? :p


Disadur dari berbagai sumber. Semua foto diambil dari situs pencari

cari-kopi

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.