BAGAIMANA MEMPROYEKSIKAN BIJI KOPI YANG AKAN DIBELI UNTUK PERSEDIAAN

Sebagai pemilik kedai kopi, atau yang menangani tanggung jawab persediaan green bean di sebuah instansi roastery, terkadang mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan sebarapa banyak biji kopi yang akan mereka pesan untuk dijadikan persediaan untuk bulan-bulan berikutnya. Beberapa kedai kopi lokal lebih memilih membeli green bean sebagai persediaan, apakah nantinya akan membawa green bean tersebut ke roastery atau memang memiliki mesin roasting sendiri. Hal ini tentu dihadapkan dengan kebingungan seberapa banyak green bean yang harus dipesan, namun demikian tentunya tiap di antara kita seorang green bean buyer punya metode tersendiri untuk memproyeksikan persediaan.

BEBERAPA kedai kopi lokal yang juga memiliki mesin roasting sendiri pasti melakukan penyimpanan green bean sebelum diroasting, tapi biasanya kedai kopi yang juga menyediakan jasa roasting tidaklah memesan green bean terlalu banyak untuk disimpan. Jika salah prediksi mengenai jumlah pesanan apakah itu terlalu banyak atau terlalu sedikit tidak terlalu mengalami kerugian yang besar. Berbeda dengan para green bean buyer untuk kebutuhan instansi roastery yang memang fokus untuk menyediakan biji kopi untuk dipasarkan. Ketika mengalami kesalahan kekurangan atau kelebihan persediaan green bean untuk diroasting, maka dampaknya akan sangat terlihat jelas pada arus kas maupun pada gudang penyimpanan di bulan-bulan berikutnya.

Bisnis roasting yang sedang dimulai atau yang sudah berjalan, sangat bergantung pada persediaan green bean. Sebab dari sinilah semua pekerjaan bermula, merencanakan konsep menu roasting untuk berbulan-bulan, mengambil keputusan untuk memesan origin baru atau memesan ulang origin yang masih ada. Malah tidak sedikit instansi yang terlihat kerepotan jika dalam merencanakan persediaan ternyata salah prediksi, origin yang diharapkan habis terjual selama sepekan malahan sebulan pun belum habis, maka butuh strategi khusus untuk memasarkannya. Untuk mengantisipasi tidak terjadi kekurangan atau kelebihan persediaan green bean, berikut tips dari Ryan Brown seseorang yang pernah bekerja di Stumptown sebagai green bean buyer. Ryan memiliki metode pendekatan 3-6-12 untuk memproyeksikan jumlah green bean yang akan dipesannya.

credit: Lean Blitz Image

3 BULAN PERTAMA: Evaluasi Persediaan
Pada bulan-bulan ini bukan berarti tidak ada aktifitas, hanya saja semacam mempelajari permintaan single origin apa dan biji kopi yang bagaimana yang mengalami peningkatan dan penurunan. Kemudian dari data berikut, kita dapat memproyeksikan untuk membeli jumlah pesanan single origin, atau mencoba single origin baru.

6 BULAN SELANJUTNYA: Memantau Pesanan
Selama bulan-bulan ini, kita dapat mempelajari minat pasar akan biji kopi origin yang baru kita pesan, memperhitungkan berapa lama pengiriman origin yang dipesan. Selalu pantau posisi single origin yang dipesan, sehingga untuk pesanan-pesanan selanjutnya dapat memproyeksikan persediaan untuk origin tertentu dari suatu daerah atau negara sekali pun. Serta di bulan-bulan ini juga, masa perkenalan dengan sample origin yang baru datang, sekiranya ingin menilai karakter rasa dari origin yang baru masuk dan akan masuk ke daftar roasting.

credit: news.starbucks.com

12 BULAN BERIKUTNYA: Perencanaan Pasar
Selama setahun, cukuplah untuk merencanakan strategi penjualan dan juga bagaimana pemasaran akan koleksi origin yang disediakan untuk dipasarkan. Pada bulan-bulan ini juga kita merencanakan seberapa banyak pesanan berkala pada pemasok, dan tentunya harus menjalin kepercayaan dan membangun kerjasama yang baik. Namun sebelum merencanakan pesanan berkala, pastikan untuk mengetahui dan tanyakan musim panen dari origin tersebut pada pemasok, karena tiap daerah berbeda musim panennya.

Bagaimana pun metode pendekatan untuk memprediksi jumlah pesanan green bean, usahakan metode itu nyaman untuk kita terapkan, karena tidak semua orang yang sepaham untuk beberapa metode pendekatan. Ada yang hanya mengandalkan musim panen, ada juga yang mengandalkan data permintaan di bulan yang mengalami peningkatan.

Disadur dari buku “Dear Coffee Buyer” karya Riyan Brown img: coffeegeekio

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.