BELAJAR MINUM KOPI UNTUK PEMULA

 

Banyak orang yang tak mau minum kopi karena takut pada pahitnya. Padahal kopi tak melulu pahit saja.

Saya sering mendapatkan pertanyaan yang sama berkali-kali “kenapa suka kopi? Kopi bukannya pahit?”. Dan saya selalu menjawab dengan jawabannya yang sama pula “minum kopi itu seperti hidup. Kalau kamu tidak bisa menikmatinya yang kamu rasakan hanya pahitnya saja”. Memulai minum kopi tak mudah bagi beberapa orang dan di sinilah tantangan itu berawal. Untuk peminum kopi pemula, saya akan memberi beberapa tips yang (mudah-mudahan) akan menimbulkan minat mereka terhadap kopi. Ingat, kopi itu bukan pahit, kopi itu beragam rasa. Hanya saja tergantung bagaimana kita menikmatinya.

Minum Kopi yang Manis

Bagi mereka yang belum pernah minum kopi, sebaiknya cobalah kopi yang manis. Kopi hitam atau espresso tidak disarankan karena akan membuat peminum pemula shock dengan rasa pahitnya dan mungkin akan menimbulkan trauma. Cobalah minum kopi hitam dengan dibubuhi sedikit gula. Jangan fokus pada rasa pahit saat kamu meneguknya. Fokuslah pada manis yang ‘lebur’ bersama rasa kopi.

Cobalah Minum Kopi dengan Susu

Cappuccino, café latte, flat white dan beragam jenis minuman kopi yang mengandung susu. Susu memberikan rasa manis yang creamy terhadap espresso yang pahit. Cobalah meminum minuman jenis ini terlebih dahulu sebelum kamu melangkah mencoba minuman ‘kopi murni’. Keindahan latte art juga akan menambah antusiasme kamu terhadap kopi yang disajikan barista. Percayalah, peminum kopi pemula akan berbahagia menikmati kopi dengan susu yang disajikan dengan persentase yang cantik.

Kurangi Kadar Gula Setiap Hari

Saat kamu bisa menikmati kopi hitam dengan gula, cobalah kurangi kadar kopinya setiap hari. Jika hari ini kamu meminum kopi dengan dua sendok teh gula, cobalah besok minum kopi hitammu dengan satu sendok gula. Lakukan pengurangan kadar gula setiap kamu meminum kopi. Meski setiap orang memiliki selera sendiri terhadap kopinya, untuk para pemula yang belum tahu selera mereka cara yang satu ini boleh dilakukan.

Pelajari Kebaikan yang Bisa Diberikan Kopi

Saat kamu enggan meminum kopi, coba cari tahu manfaat baik yang diberikan kopi untuk tubuh kamu. Kopi memberikan banyak sekali manfaat yang baik untuk tubuh. Mulai dari mengurangi depresi, mengurangi resiko alzeimer, memberi energy dan banyak lagi. Mungkin dengan mengetahui manfaat kopi kamu akan terpacu untuk menikmati kopi setiap hari.

Nongkrong di Kedai Kopi

Geliat industri kopi memberikan efek luar biasa bagi pebisnis dengan banyaknya coffee shop keren yang menjamur. Kalau biasanya kamu nongkrong di tempat makan dan bukan di coffee shop specialty, cobalah berpindah haluan. Ajak teman atau pacar nongkrong di coffee shop specialty, lihat aneka menu yang ada di sana, berbicaralah dengan barista dan lihat keseruan aktivitas di kedai kopi. Karena seperti kata orang “di mana kamu berada, dengan siapa kamu beraktivitas, maka sedikit banyak kamu akan seperti mereka”. Bergaul di kedai kopi akan memberi pengaruh bagi selera minum kopi kamu.

Lupakan Iced Blended, Beralihlah ke Cold Brew

Minuman kopi dingin nan manis atau sangat manis, sekarang harus kamu jauhi sementara. Jangan mau dimanjakan oleh rasa manis, bermainlah dengan kopi dingin yang tak mengandung unsur lainnya. Kalau kamu penyuka minuman dingin, cobalah cold brew dan sensasi minum kopi yang diproses berjam-jam. Siapa tahu dari situ kamu bisa menikmati kopi secara perlahan.

Kalau kamu bagaimana awalnya bisa menyukai kopi? Feel free to share with us.

 

 3

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

10 Comments
  1. Kalau saya memulai minum kopi gak tau sejak kapan, kata ibu saya sih sejak masih janin alias didalam kandungan…hehe awal2 sih saya minum yg sachetan baik yg hitam maupun yg krimer. Lama2 saya mulai menyukai kopi hitam manis krn ibu saya suka giling di pasar tradisional. Dan sekarang sdh bisa menikmati kopi hitam tanpa gula cuma baru kopi jenis arabica aja. Klo robusta msh tambah gula sedikit atau dibikin latte biar gak terlalu pahit. Walau bukan penderita/org yg punya kecenderungan diabetes saya akhirnya menyadari kebanyakan gula juga tidak bagus. Gula yg masuk sebagian besar dari minuman krn saya termasuk orang Jawa yg suka nge-wedhang pagi-siang-sore/malam.

  2. Sudah lupa kapan pertama minum kopi, awalnya suka nyobain punya orang tua, karena orang tua sangat gemar kopi hitam manis, semenjak itu saya lebih suka minum kopi sachet sejenis latte, capucino karena lebih manis. Setelah punya penghasilan sendiri, hampir tiap hari minum kopi di coffee shop yang menjamur di kota saya, berbagai jenis kopi saya coba, setelah bosan menikmati kopi yang disediakan di coffee shop, saya mulai belajar membuat racikan kopi sendiri, kopi itu berjuta rasanya, balik lagi sama penikmat kopi. Bagi saya yang paling mantap ya tetap expresso single/double shoot, karena kita benar2 merasakan kopi murni tanpa campuran bahan yang lain.

  3. Awalnya saya engga bisa minum karna setiap minum pasti jantung saya debar. Tapi lama kelamaan semenjak umur saya 19 tahun (sekarang) udah engga pernah debar.
    Saya tertarik dengan black coffee meskipun sekarang masih harus menggunakan campuran gula di dalamnya.

    Jika berkenan, saya dengan senang hati ingin mengetahui social media atau mungkin artikel lain tentang coffee dari anda (untuk belajar lebih jauh tentang ini)

    Terima kasih untuk artikel yang sangat baik ini.

  4. Meminum Kopi adalah budaya… Indonesia atau Asia punya budaya minum kopi berikut penyeduhannya… Budaya minum Kopi di Indonesia adalah meminum kopi pakai gula dengan menikmatinya sedikit demi sedikit… Tidak perlu memaksakan diri untuk disebut “pecinta Kopi” atau disebut “wong sangar” dengan meminum kopi tanpa gula tapi hati kecil kalian memaksakan diri untuk meminumnya… cukuplah meminum kopi ala Indonesia tanpa mesin seharga ratusan juta…tanpa timer dan timbangan digital… yang penting bro bro sekalian MENIKMATI NIKMATNYA MINUM KOPI

Leave a Reply to anonimous Cancel reply

Your email address will not be published.