BELAJAR SEDUH KOPI DI RUMAH, PAHAMI JUGA PROSES EKSTRAKSI KOPI

Tidak ada seistimewa seduh kopi dengan memahami bubuk kopi ketika ekstraksi.

MENIKMATI secangkir kopi yang nikmat butuh kepekaan persepsi akan rasa, maka kopi akan menampilkan karakter rasa khasnya. Begitu pula ketika seduh kopi, baiknya pahami bagaimana konsep ekstraksi kopi bermula. Mungkin terkesan rumit, tapi izinkan saya sederhanakan, yang paling terpenting dalam ekstraksi kopi adalah air seduhan yang digunakan dan bubuk kopi itu sendiri tentunya. Ketika menyeduh kopi, kemudian karakter rasa berbeda dari seduhan kopi sebelumnya, alasannya karena air dan bubuk kopi juga berbeda dari seduhan kopi sebelumnya. Apakah air seduhan yang tidak terlalu panas, atau bubuk kopi yang digunakan ternyata terlalu halus.

credit: usplash.com

Menemukan seduhan kopi terbaik, selain biji kopi yang digunakan tetap segar, air seduhan juga dalam keadaan baik untuk dapat mengekstraksi potensi rasa dari biji kopi. Jika air seduhan yang digunakan terdapat rasa yang aneh, lebih baik hindari untuk seduh kopi dengan air itu. Suhu air untuk seduh kopi direkomendasikan pada suhu 92-96 derajat celsius, dan bisa dilihat dengan termometer. Jika belum memiliki termometer di rumah, cara siasatinya tunggu 30-45 detik ketika air panas baru saja mendidih dari cerek.

credit: unsplash.com

Setelah air seduhan, selanjutnya bubuk kopi yang digunakan dalam keadaan segar. Untuk menjaga kesegaran bubuk kopi yang digunakan, simpanlah kopi dalam bentuk biji pada cannister kedap udara atau kantung kopi one-way valved, kemudian giling ketika akan menyeduh kopi. Karena jika menyimpan kopi dalam bentuk bubuk, senyawa yang membentuk rasa akan cepat hilang terpapar udara dan tidak ada lagi yang tersisa saat proses ekstraksi. Sangat penting memiliki manual grinder di rumah untuk memastikan kopi yang digunakan tetap segar. Jika belum memiliki manual grinder, saat membeli bubuk kopi pada roastery jangan membeli untuk persediaan kopi jangka panjang.

credit: pixabay

Ukuran Bubuk Kopi dan Ekstraksi Rasa
Hubungan antara air seduhan dan bubuk kopi akan membentuk ekstraksi rasa, setelah bubuk kopi mulai bertemu dengan air seduhan, maka proses ini akan mengeluarkan senyawa-senyawa yang membentuk rasa. Dan paling pertama, senyawa rasa akan melepaskan karakter acidity yang terkandung di dalam bubuk kopi, senyawa rasa yang dilarutkan air seduhan menjadi sajian kopi. Kemudian, ekstraksi senyawa rasa manis yang butuh waktu lama untuk larut ke sajian kopi. Terakhir, setelah senyawa rasa acidity dan rasa manis terekstraksi, maka bubuk kopi hanya tertinggal senyawa rasa yang kurang menarik jika air seduhan masih memaksa bubuk kopi untuk diekstraksi. Jika ada karakter rasa yang kurang menarik dalam sajian kopi, bisa jadi dipengaruhi dari teknik seduh kopi, rasio air dan kopi atau pun ukuran bubuk kopi dan tingkat roasting biji kopi.

Senyawa rasa ini berkaitan dengan ukuran bubuk kopi dan juga tingkat roasting biji kopi yang digunakan. Semakin halus bubuk kopi, maka air seduhan akan semakin lama mengekstraksi kopi, dan semakin kasar bubuk kopi, maka air seduhan akan semakin cepat mengaliri bubuk kopi ketika ekstraksi. Potensi rasa ditentukan dari tingkat roasting biji kopi, dan roastery sudah melakukan yang terbaik untuk memaksimalkan potensi rasa pada biji kopi, maka tidak perlu dikhawatirkan lagi. Dan yang terakhir, harus sering seduh kopi untuk melihat bagaimana rasio kopi bekerja, dan mana yang sesuai untuk kita. Untuk beberapa orang nyaman menggunakan rasio 1:12 untuk seduhan kopi V60, ada juga yang menggunakan rasio 1:10 untuk seduh kopi dengan French Press. Temukan rasio kopi terbaikmu untuk seduh kopi di rumah, lihat ulasannya di sini.

Belajar seduh kopi sendiri, mulai saja dulu.

src: clivecoffee.com manmakecoffee.com img: pixabay

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.