BENARKAH SECANGKIR KOPI MENYEBABKAN KANKER?

Bagaimana mungkin kopi dapat menyebabkan kanker, sudah pasti jika pertanyaan demikian ditanyakan kepada penikmat kopi, beberapa ada yang langsung menjawab tidak mungkin, dan sebagian lagi akan mencari pembenaran bahwa kopi tidak mungkin menyebabkan kanker.

SELUK beluk tentang kopi tidak ada habisnya untuk diperbincangkan hampir di segala usia, dari mulai manfaat kopi dan juga dampak mengkonsumsi kopi secara berlebih bagi tubuh. Tubuh kita sememangnya ibarat mesin yang unik, jika tidak dapat memahami dan juga merawatnya maka tubuh akan sakit. Maka dari itu, untuk mengkonsumsi makanan ataupun minuman lebih baik mengenal kondisi tubuh kita sendiri, sebab tiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Terkait tentang isu minum kopi dapat sebabkan kanker, jangan dilihat dari satu sudut pandang saja, jika benar adanya mengapa penikmat kopi begitu banyak, bahkan bertambah dari tahun ke tahun.

Kalau pun benar bahwa minum kopi dapat menyebabkan kanker, hal ini tidak selaras dengan banyaknya penemuan tentang manfaat kopi bagi kesehatan. Misalkan saja penelitian di tahun 2017 tentang bagaimana satu cangkir kopi sehari berpotensi menurunkan sedikit resiko kanker hati dan kanker rahim. Dan ada lagi ulasan tahun 2010, lebih dari 500 peneliti menemukan penurunan potensi terjangkit risiko kanker kandung kemih di kalangan peminum kopi. Bukan hanya itu saja, di tahun 2017, penelitian besar lainnya yang dilakukan Robin Poole tidak hanya menemukan penurunan potensi terkena kanker, juga menemukan penurunan potensi terserang penyakit jantung bagi mereka para penikmat kopi.

Memang benar adanya senyawa acrylamide terkandung di dalam minuman kopi kita, dan secara definisi; acrylamide merupakan salah satu zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker pada manusia yang bersifat neurotoksik. Tapi janganlah memaknainya cukup sampai di sini, banyak pertimbangan lain, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa kopi kini tak ramah lagi.

credit: netnews.vn

ACRYLAMIDE

Senyawa kimia ini pada kadar yang banyak biasanya digunakan di pabrik untuk membantu pembuatan kertas, pewarna, plastik, dan juga senyawa ini dapat membantu pengolahan air minum dan air limbah. Eits, tunggu dulu, mungkin terdengar horor tapi siapa yang menyangka tidak hanya pada kopi, pada kadar jumlah yang sedikit senyawa ini juga ada di makanan harian kita. Secara alami terbentuk selama proses memasak dengan suhu yang tinggi seperti menggoreng, dan memanggang. Acrylamide yang terdapat pada makanan/minuman terbentuk dari gula dan asam amino secara alami, bukan berasal dari kemasan makanan ataupun lingkungan.

Terbentuknya acrylamide pada makanan karena proses naiknya suhu sebab proses memasak ataupun memanggang, dibawah suhu 120 derajat celcius kadar gula dan asam amino pada makanan tidak akan membentuk senyawa acrylamide. Hanya suhu di atas 120 derajat celcius, bahan makanan tertentu yang dimasak/dipanggang akan membentuk senyawa kimia ini.

Dan pada tahun 2002 barulah ditemukan oleh peneliti Swedia, bahwa acrylamide juga ditemukan pada makanan nabati, seperti produk roti, kentang, produk biji-bijian dan juga kopi. Faktanya, dibandingkan dengan kopi kadar acrylamide yang tinggi itu terdapat pada kentang goreng dan keripik kentang. Acrylamide tidak terbentuk pada suhu yang rendah seperti pada produk susu, daging dan ikan.

credit: pinterest

KOPI BAIK TAPI KETAHUI BATAS HARIAN

Disamping banyaknya manfaat kesehatan yang ada pada kopi, tapi ada baiknya menikmatinya dengan kadar kebutuhan saja jangan sampai berlebihan. Kenali diri sendiri, sebarapa banyak batasan kita untuk menikmati kopi harian. Jika khawatir dengan senyawa alami acrylamide yang terkandung pada kopi, cobalah menghitung batasan harian.

Office of Environmental Health Hazard Assesment (OEAHHA) yang berlokasi di California, Amerika Serikat menetapkan batas asupan harian yang masih terbilang aman untuk tubuh pada kadar 0,2 μg/hari, pada kadar ini acrylamide tidak bersifat sebagai pemicu aktifnya sel kanker pada tubuh. Faktanya konsumsi acrylamide tidak bisa dihindari, bahkan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa secara umum, rata-rata orang akan mengkonsumsi makanan yang mengandung acrylamide sebanyak 0,3–0,8 μg/kg BB/hari. Jika beranggapan air minum steril, ternyata tidak, air minum yang mengalami pengolahan akan mengandung acrylamide, dijelaskan publikasi himbauan Environmental Protection Agency (EPA) 1992 dan WHO 1985 membatasi toleransi kadar acrylamide pada air minum pada 0,5 μg/L (ppb).

Food and Drug Administration (FDA) di Swedia, memperkirakan jumlah asupan acrylamide yang masih memberikan risiko rendah pada kadar 1 µg/hari. Jika diasumsikan dengan berat badan rata-rata laki-laki dan perempuan dewasa adalah 40-80 kg, maka asupan acrylamide yang masih dalam batas wajar adalah 80 -160 µg tiap harinya. Berdasarkan penelitian acrylamide pada kopi, terkandung sekitar 0,01 µg/g dan konsumsi harian diperkirakan sekitar 16gr setara 2 cangkir kopi harian. Batasan ini tidaklah bersifat tetap hanya sekadar perhitungan, tergantung daya tahan tubuh seseorang.

Jika pun boleh saya menyimpulkan, kopi masih dalam batas wajar dan tidak berpotensi signifikan menyebabkan penyakit kanker ketika menikmati kopi dalam batas harian. FDA menyarankan untuk menerapkan pola makan yang seimbang bagi para penikmat kopi, untuk menyeimbangkan kadar acrylamide yang masuk dalam tubuh.

src: forbes.com cancer.org media.neliti.com img: pinterest

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.