BENARKAH SEDUH KOPI MEMBANTU MELATIH KESABARAN?

Seperti banyak hal di dunia, menikmati kopi pun perlu proses pula. Proses inilah yang pada akhirnya melatih sedikit demi sedikit pola kesabaran kita.

BEBERAPA literatur dan penelitian mengatakan bahwa mereka yang mengonsumsi kafein cenderung lebih energik, terburu-buru, sibuk, dan melaju begitu cepat ketimbang yang tidak. Karena kafein (pada kopi terutama), memberi stimulus pada peminumnya untuk lebih energik. Maka tak jarang sebelum berkegiatan orang-orang membutuhkan ‘suntikan’ kafein ini agar bisa melaju lebih gesit dan cepat.

Padahal di sisi lain kafein juga membantu peminumnya menjadi lebih tenang dan sadar. Kafein memberi rileksasi pada tubuh dan pikiran. Meluruhkan rasa gugup dan cemas jika diminum dengan dosis yang tepat pada saat kondisi tubuh sedang prima. Jadi tak bisa diputuskan apakah kopi memberi energi untuk kesibukan saja atau memberi ketenangan yang damai saja. Keduanya bisa dihasilkan si hitam nikmat ini.

Credit : kaxumena.com

Untuk saya dan sendiri kopi meningkatkan kemampuan saya dalam bersabar. Dan menurut salah seorang rekan barista yang enggan disebut namanya namun merupakan salah satu juara yang cukup dihormati ini, kopi dan prosesnya memang meningkatkan level kesabaran para penyeduhnya. “Mereka yang mulai menyeduh kopi sendiri mengaku bahwa proses seduh yang dikenal dengan slow coffee style ini memang meningkatkan level sabar dan sadar. Hasil akhir tidak begitu penting lagi. Yang paling penting adalah menikmati tiap proses. Menyortir kopi, menggiling, memanaskan air, membasahi penyaring kertas lalu perlahan menyeduh. Proses ini dilakukan terus menerus setiap hari dan menjadi kegiatan yang cukup mindfulness,” paparnya.

Itu kenapa banyak penyeduh kopi khusus dari Jepang, biasanya sangat menawan saat menyeduh. Mereka sama sekali tidak tertanggu akan apapun di sekelilingnya. Level kesabarannya begitu tinggi dan itu yang menulari para peminumnya. Yang menyeduh sabar, yang menunggu seduhannya pun turut sabar. Sebuah energi baik yang menular.

Kalau dipikir-pikir betapa manual brew sangat dinikmati karena proses pada genre kopi ini membuat banyak orang lebih fokus. Bahkan film Filosofi Kopi 2 mengatakan bahwa “menyeduh kopi ibarat meditasi” sangkin tenangnya. Jadi jika kembali ke pertanyaan judul di atas “apakah seduh kopi membantu melatih kesabaran?” untuk saya dan lebih dari 20 koresponden yang saya tanya menjawab hal yang serupa: benar adanya.

Itu kenapa hampir semua peminum kopi pagi yang seduh kopi di rumah mengaku bahwa bangun tidur dan langsung menyeduh kopi membangkitkan energi baik bahkan saat kopi belum mampir di tegukan. Lalu kamu bagaimana? Adakah menyeduh kopi meningkatkan level sabarmu? Kalau barista pasti jawabannya iya. Karena tak hanya seduh kopinya, pelanggannya pun membuat mereka harus berkali lipat lebih sabar ya?

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.