BENARKAH TAK ADA ESPRESSO YANG ‘TAKE AWAY’?

Coba ingat-ingat, pernahkah kamu membeli secangkir espresso dan membawanya pergi sambil menikmatinya di jalan? Jika tidak, berarti kamu termasuk golongan manusia kopi yang tak sesat. Ha-ha-ha.

ESPRESSO dari negara asalnya Italia sana adalah minuman yang dinikmati secara ekspres dan cepat. Bahkan di gerai-gerai kopi, orang-orang mengantri meminum espresso di coffee bar sambil berdiri. Membawa kupon, menerima espresso, menenggaknya secepat kilat lalu pergi. Itulah asal muasal dinikmatinya espresso. Orang-orang membutuhkan ‘tendangan kafein’ agar hari berjalan lebih fokus dan penuh konsentrasi. Tak ada espresso yang take away. Setidaknya sejauh pengamatan saya selama ini.

credit: getty images

Karena penasaran bukan kepalang mengenai “apakah benar espresso tidak ada di menu coffee-togo“, saya pun membuka forum dan berdiskusi dengan beberapa orang. Kebanyakan mereka tidak setuju jika espresso bisa dinikmati di jalan dan diseruput lama-lama dan pelan-pelan. “Krema akan segera pamit pada espresso dan itu mengurangi esensi espresso itu sendiri,” kata seorang teman yang juga barista kedai kopi. Benar juga. Bagaimana mungkin secangkir kecil espresso dihabiskan lebih dari 3 menit, bukan?

Namun tampaknya espresso tanpa take away ini tak berlaku bagi semua orang. Seorang teman lain mengatakan bahwa di kedai kopinya di Takengon pernah ada orang yang memesan espresso take away 3 cangkir. Sebuah fenomena yang agak janggal mengingat espresso tersebut akan mengalami perubahan bentuk, rasa, suhu dan aroma di perjalanan. Namun kita bisa apa jika pelanggan sudah bersabda bukan?

credit: pixabay.com

Untuk saya sendiri espresso adalah minuman cepat yang dinikmati secara kilat. Jika ingin menikmati kopi perlahan dalam genggaman, maka espresso bukanlah pilihan yang tepat. Karena espresso tidak dibuat untuk itu. Lalu bagaimana menurutmu? Apakah sah-sah saja jika espresso bisa di-take away? Dinikmati perlahan-lahan meski ukurannya sangat mini?

Well, semua berpulang pada minat dan pilihan masing-masing. Meskipun menurut saya, espresso yang dibawa pulang adalah sebuah kecacatan pilihan karena kopi mini. aromatik, penuh krema dan memberi kebahagiaan itu akan beda sensasinya.

Menurut kamu bagaimana? Waktu dan tempat saya persilakan!

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

4 Comments
  1. Well.. klo ditempatku, coffee ToGo yg customernya 90% org asing.. lumayan banyak kok yg pesen espresso atau bahkan double espresso take away alias gak langsung disruput abis. So, menikmati kopi sah2 aja sesuai selera kita masing2. Gak ada istilah “sesat’ hahaha..
    Bahkan gak sedikit dr org2 bule yg minum espresso atau kopi lainnya pake gula.
    Enjoy your coffee to your own style 👍

      1. espresso pakai gula sebenarnya merusak rasa kopi nya sih. karena enak atau tidaknya kopi itu bisa ketauan kalau kita minum pure tanpa gula

  2. Hhhaha seru nih diskusinya. Saya pernah pesan espresso takeawa dr gerai “S” krn hrs lsg drive, dan walau begitu lsg di minum pelan2 dlm perjalanan tetap aja rasanya koq beda yah ? dan rasa kremanya tidak terasa lagi, dan aromanya jg berkurang, yg ada koq seperti black kopi yg lebih pekat sedikit ? Since then, sy tidak pernah pesan espresso takeaway lagi d. Pas lagi baca artikel ini sambil minum espresso di dpn kompi tapi takeaway-nya dr pantry ktr jd rasanya masih asli sprt dr bar espresso di italy ;p

Leave a Reply

Your email address will not be published.