BERJODOH DENGAN KURASU KYOTO

Andai menemukan jodoh semudah menemukan kedai kopi di Jepang, pastilah banyak barisan manusia yang tak ngopi sendirian.

Post from RICOH THETA. #theta360 – Spherical Image – RICOH THETA

 

HARI itu hati saya riang gembira karena akhirnya mampir ke Kyoto. Kyoto sudah lama ingin saya kunjungi karena begitu banyak hal menarik di kota yang penuh budaya ini. Saya dan beberapa teman menggunakan kereta cepat Shinkanshen untuk melipir ke Kyoto untuk menghemat waktu. Lagian Shinkansen ini keren sekali dan saya takkan mungkin mau melewatkan pengalaman dengan kereta ini.

Sesampainya di Kyoto Station sebenarnya kami tak ada niat untuk langsung mencari kedai kopi. Tapi ternyata di dekat Kyoto Station teman saya melihat sebuah penampakan kedai kopi bernama Kurasu. Wah, sebuah nama yang pasti tak asing di telinga orang-orang kopi. Tak menyangka juga lokasi Kurasu ini sangat dekat dengan Kyoto Station. Tanpa banyak berpikir panjang akhirnya kami memutuskan untuk ngopi dulu.

Kedai kopi Kurasu ini tidak terlalu besar dan berada tepat di sudut jalan. Bangunan abu-abu dengan pintu dan jendela kaca memungkinkan saya melihat isi kedai. Saat membuka pintu aroma kopi seketika menyerbu hidung. Wah harumnya! Jadi tak sabar cepat-cepat menyeruput kopi.

Kurasu Kyoto menggunakan mesin espresso favorit banyak kedai kopi yaitu La Marzocco PB warna hitam ditemani mesin penggiling idola Mahlkonig EK43. Setelah memilih mau duduk di meja mana saya memesan filter coffee dari single origin Ethiopia yang merupakan campuran dari natural process and washed process. Unik juga ya kopi Ethiopia yang dicampur dalam dua proses pascapanen yang berbeda.

Secangkir kopi dibandrol seharga 400 yen. Harga yang sebenarnya lumayan juga. Tapi saya cukup puas dengan rasanya dan saya mendapat notes peach, raspberry dan black tea. Notes lain yang terpampang di kemasan kopinya seperti grenadine dan cardamon tampaknya tidak tersentuh lidah saya. Ha-ha-ha. Oh iya, untuk oleh-oleh saya beli 100 gram kopi dari sini seharga 900 yen. Mahal sih tapi tak apa-apa demi oleh-oleh untuk diri sendiri.

Sambil menikmati kopi dan suasana kedai yang tenang ini, tiba-tiba sang pemilik Yozo Otsuki mempersiapkan sesuatu. Oh rupanya dia akan melakukan cupping di sini. Beruntung juga saya bisa bertemu Yozo Otsuki dan menyaksikan proses cupping di kedainya bersama tim Kurasu Kyoto ini.

Setelah cupping saya sempat ngobrol-ngobrol dengan Yozo Otsuki seputar budaya minum kopi orang Indonesia dan orang Kyoto. Ada banyak perbedaan yang signifikan karena ya namanya budayanya juga beda. Baru tahu juga bahwa Kurasu juga ada kedai kopinya di Singapura. Yang membuat senang dari percakapan ini adalah Yozo ternyata tahu Otten Coffee. Ada rasa girang ketika Otten Coffee ada yang kenal hingga ke Jepang. Proud! 

Untuk kamu yang berkunjung ke Kyoto, menurut saya Kurasu ini harus dikunjungi. Suasana kedainya nyaman karena tidak berisik dan berdesain minimalis. Rasa kopi enak dan yang penting gampang ditemukan. Untuk yang mau beli souvenir juga ada di sini. Kurasu juga menjual berbagai alat seduh. Bahkan banyak alat kopi yang high-end seperti Kalita Tsumabe, Kinto Kettle dan Torch. Ya, siapa tahu kamu mau belanja alat kopi juga, kan?

Kurasu Kyoto

〒600-8235 Kyoto Prefecture, Kyoto, Shimogyo Ward,

Higashiaburanokojicho, 552, Jepang

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments
  1. Tempat yang perlu saya kunjungi. Kebetulan akhir bulan ini saya akan ke Jepang. Selain ingin mengungjungi Blue Bottle Coffe, Crossing Cafe, tentu Kurasu patut untuk dikunjungi.

    Terima kasih informasinya…

    Salam coffee lover

Leave a Reply

Your email address will not be published.