BERKENALAN DENGAN EUGENIOIDES

Meskipun masih asing bagi kebanyakan penggemar kopi lokal, tapi spesies baru dari kopi Colombia ini siap menaiki panggung kopi internasional.

PERNAHKAH Anda menyesap kopi yang rasanya lebih seperti susu sereal ketimbang kopi? Atau mirip seperti Crystal Light? Atau, begini saja, pernah nggak menyesap kopi yang rasanya tidak seperti kopi? Kalau pernah tapi penasaran, atau kalau belum pernah tapi sama-sama penasaran, nih kenalkan. Namanya kopi Eugenioides.

 

ORIGIN

Adalah Camilo Merizalde, seorang petani kopi yang memiliki perkebunan (cukup terkenal) di Colombia. Bersama teman-temannya, ia mengusahakan beberapa pertanian kopi, yaitu Finca Inmaculada, Finca Monserrat dan Finca Las Nubes di sebuah kotamadya di Colombia. Sekedar informasi saja, Finca Las Nubes adalah perkebunan dimana kopi pemenang World Barista Championship 2015 milik Sasa Sestic itu berasal. Eugenioides, yang sedang kita bicarakan ini, juga ditanam di sana.

eugen_beds

Tak sampai 2 bulan setelah kopi dari perkebunan Merizalde “diperkenalkan” lewat WBC 2015 di Seattle, ia pun kembali mendapat sorotan melalui World Brewer’s Cup 2015 di Gothenburg, Swiss. Finalis asal U.S yang juga pemenang United States Brewers’s Cup, Sarah Anderson menggunakan kopi Eugenioides pada kompetisi itu. Meskipun Sarah tidak membawa pulang piala World Brewer’s Cup (pemenangnya jatuh kepada Odd-Steinar Tøllefsen dari Norwegia), tapi kopi Eugenioides telah kadung mendapat sorotan di sana. Menurut Sarah, kopi Eugenioides sangat unik karena hampir tidak memiliki citric acidity yang biasanya ada pada jenis Arabica, cenderung lembut dan ringan diteguk.

Sekumpulan tasters dari Colombia, Chicago, Los Angeles, Copenhagen dan Swiss yang diberikan kopi ini untuk dicoba juga sama-sama tidak memiliki kesimpulan serupa satu sama lain. Rasa Eugenioides yang terdeteksi oleh para tasters itu macam-macam, misalnya seperti kombinasi antara genmaicha tea, purple yam ice cream, rose milk, brown butter, marshmallow, jabuticaba, Sugar Smacks cereal, lychee, popcorn, basil, sweet tea, jackfruit, cream, dan raisin branNah lho, jadi makin penasaran nyobain kan.

eugen_greenhouse

Saat ini, kopi Eugenioides memang masih sangat langka. Konon kopi ini memiliki setengah kandungan kafein dari Arabica biasa, tapi sayangnya jenis ini cukup sulit dikembangkan. Bentuk pohonnya lebih kecil dari Arabica, berbuah sedikit dan bijinya juga lebih kecil. Camilo Merizalde dan teman-temannya sendiri menanam 5000 pohon kopi Eugenioides di perkebunan Finca Inmaculada. Namun meski sudah di dalam rumah kaca, pohonnya masih saja hanya menghasilkan sekitar 320 gram green coffee per pohon setiap tahun. –Saya nggak bisa membayangkan akan semahal apa kopi ini nanti kalau sudah sepopuler Geisha dari Panama. Lol.

Dipakai di ajang bergengsi semacam World Barista Championship dan World Brewers Cup, nggak mengejutkan, membuat permintaan akan spesies ini pun semakin meningkat. Membuat tuan Merizalde dan timnya agak kewalahan.

Hmm, kira-kira kopi Eugenioides ini bakal sampai ke Indonesia juga tidak, ya? Kita lihat saja.

*disadur dari sprudge.com – Semua foto adalah courtesy Camilo Merizalde.

cari-kopi

520 total views, 2 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.