BERKUNJUNG KE KEBUN KOPI MENGANI BALI

| “Baiknya kita mulai dari pohon yang paling bawah, Mas. Jadi nanti semakin keatas kita lebih dekat dengan jalan pulang” ujar Bli (sapaan untuk pria dalam Bahasa Bali) Agus.

BLI Agus merupakan kawan saya selama tinggal di kebun kopi di Desa Mengani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Kedatangan saya di kebun kopi ini merupakan rangkaian dari Coffee Trip yang saya lakukan untuk lebih memahami bagaimana proses terbentuknya kopi dari hulu hingga ke hilir. Intinya saya mau belajar banyak hal tentang kopi.

Sebelum berangkat ke Bali, saya terlebih dahulu mencari informasi kebun kopi mana yang akan saya kunjungi. Pada akhirnya pilihan (dan hati) saya jatuh pada tempat ini, pabrik Kopi Mengani. Kebun kopi ini saya pilih karena berdasarkan informasi yang saya dapatkan, kebun kopi ini merupakan kebun kopi tertua dan terbesar di Bali. Selain itu pabrik kopi ini merupakan milik Perusda Bangli di bawah pengawasan negara dan bekerja sama dengan seorang Quality Grader kelas dunia asal Indonesia, Hendarto Setyobudi. Saya jadi makin semangat untuk menimba ilmu ketika tahu bahwa kopi yang di produksi disini, merupakan kopi yang diseduhkan untuk bapak presiden Joko Widodo pada bulan Agustus silam. Wah, saya makin semangat!

“Kebetulan saya yang menyeduhkan kopi langsung buat Bapak Presiden. Waktu pouring air saya sampe gemeter gugup takut beliau gak suka. Untung beliau terhadap kopi saya sangat baik” ujar Bli Agus kepada saya sembari memetik buah kopi. Wah saya jadi semakin semangat untuk belajar nih.

Pagi itu saya begitu bersemangat. Meski dingin menyerang karena kabut belum juga hilang, tapi saya begitu bersemangat untuk memanen buah kopi bersama dengan Bli Agus dan juga beberapa petani lain.

Saya jadi tahu bahwa masa panen pohon kopi itu berbeda-beda, itu terlihat dari warna beberapa buah pada pohonnya yang tidak merah secara merata. Sebagian masih hijau, dan sebagian lainnya sudah berwarna kemerahan yang berarti siap untuk dipetik pada waktu dekat.

“Pada bulan-bulan kuartal awal tahun seperti ini, biasanya panen memang belum sebesar pertengahan tahun, Mas. Jadi pohon-pohon yang sudah siap di panen beberapa buahnya adalah pohon yang memang memiliki nutrisi dan juga disinari matahari yang cukup sehingga memiliki kemungkinan besar matang lebih awal dari yang lain” papar Bli Agus sambil menunjukan warna-warni buah ceri kopi kepada saya.

Sambil menerobos rimbunan pepohonan, saya pun melanjutkan untuk memetik ceri kopi yang sudah matang hingga tak terasa matahari sudah semakin tinggi. Kami pun memutuskan untuk beristirahat sambil memperhatikan beberapa karyawan pabrik pengolahan kopi ini bekerja.

“Area ini merupakan tempat para pekerja menyortir biji kopi sesuai dengan tingkatannya. Karena kita memproduksi speciallity beans jadi tingkatan tertinggi biji kopi disini merupakan level 1”ucap Pak Hendarto.

“Untuk menciptakan biji kopi yang berkualitas, butuh lebih dari sekedar proses yang baik, tapi juga kita sebagai petani harus menyayangi sepenuh hati tanaman kopi yang kita kembangkan. Namanya juga makhluk hidup, kan?” lanjut Pak Hendarto kepada saya dan Bli Agus. Saya mengangguk setuju sambil terus menyimak beberapa poin penting dalam menghasilkan biji kopi berkualitas.

Darinya saya mengetahui bahwa segala hal yang berkaitan dengan tanaman kopi memang harus diperhatikan dalam memproduksi biji kopi yang berkualitas. Tanpa terkecuali.

“Jangan ambil biji kopi yang sudah jatuh ke tanah, jangan petik ceri kopi yang memang belum berwarna merah sempurna, perhatikan kualitas ceri saat penyortiran agar tidak ada yang lanjut ke dalam proses paska panen” terang Pak Hendarto.

Kemudian setelah semuanya selesai hingga tahap paska panen, ternyata ukuran biji kopi juga harus diperhatikan karena semakin besar ukuran bijinya, kopi menyimpan rasa yang lebih kompleks.

Saya semakin takjub ternyata ada mesin untuk mengukur biji kopi, dari mulai ukuran paling kecil hingga yang paling besar. Kemudian biji kopi greenbean yang sudah dipisahkan sesuai ukuran dan tingkatannya dikemas ke dalam karung untuk siap di distribusikan baik ke micro roaster atau juga di ekspor kepada para konsumen di luar negeri.

Dengan proses yang begitu panjang, saya jadi semakin menyadari bahwa segelas kopi yang kita minum melewati proses yang begitu panjang dan juga terselip banyak doa petani di dalamnya.

Ditulis oleh kontributor Izzuddin Jundi Robbani
Seorang fotografer yang juga banyak menuliskan cerita tentang kopi lintas negeri. Inspirasi
terbesarnya berasal dari lingkungan dan masyarakat di tempat ia berpijak. Percaya bahwa segelas kopi
bisa menciptakan damai di bumi.
Tulisannya bisa kamu baca di izzuddinjun.wordpress.com

Otten Coffee

Otten Coffee adalah coffee source terbesar dan penyedia alat-alat kopi terlengkap bagi para pencinta kopi Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.