BERLABUH KE STUDIO CAFFEINE HONG KONG

Diperlukan tersesat berkali-kali untuk mendapatkan secangkir kopi yang benar-benar kamu rindukan nikmatnya. Setidaknya ini yang terjadi pada saya di Studio Caffeine.

HONG Kong adalah sebuah tempat riuh yang keriuhannya bisa saya nikmati. Manusia lalu-lalang seperti air bah yang entah dari mana saja datangnya. Ramai yang mengerikan ini herannya mampu saya nikmati mengingat semua manusia taat dengan aturan dan disiplin dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk mencari tenang, Hong Kong mungkin bukan tempatnya. Tapi untuk mencari nikmat kafein, Hong Kong bisa jadi pilihan yang asyik juga.

Saya dan sahabat saya kebetulan menginap di daerah Kowloon, Mongkok. Bisa diketahui bahwa Mongkok adalah salah satu daerah terpadat di dunia. Segala macam bangsa kumpul di sini dengan beragam motivasi. Motivasi saya tentu berlibur sambil menikmati tempat baru.

Dan yah jika beruntung menemukan kedai kopi yang menyenangkan. Hari kedua di Hong Kong kami mulai mencari-cari kedai kopi terdekat dari penginapan. Muncullah beberapa opsi salah satunya adalah Studio Caffeine yang masih berada di kawasan Kowloon. Bisa dijangkau dengan berjalan kaki kira-kira 10 menit, kalau tidak tersesat.

Berdasarkan Google Map kami cukup percaya diri berjalan kaki menuju Jordan Street Kowloon. Well, menemukanya tak semudah kelihatannya. Kami harus memutar beberapa kali, tersesat di sebuah pasar, blusukan di gang-gang sebelum akhirnya menangkap sebuah neon light berwarna hijau di sebuah ruko bertuliskan “Studio Caffeine”. Kedai kopi hanya seluas satu ruko. Tertutup oleh truk dan mobil yang parkir. Kedai kopi kecil yang ternyata memiliki nama besar mengingat para baristanya pernah menjuarai beberapa kompetisi kebaristaan dunia. Applause!

Kesan pertama memasuki kedai ini adalah biasa-biasa saja mengingat interiornya yang sederhana dan karena pada saat itu Halloween Season banyak ornamen horor di sana-sini. Coffee bar berada di sisi kiri, espresso bar dan slow bar bersisian dengan rapi. Mungkin memanfaatkan ruang yang tidak luas. Saya melihat mesin kopi Simonelli bergandeng mesra dengan automatic grinder Mahlkonig. Jejeran cake cukup menggiurkan di show case tapi saya sungguh penasaran dengan rasa kopinya.

Setelah melihat-lihat biji kopi apa yang mau diseduh, pilihan jatuh kepada si gesha village natural yang disangrai oleh Gardelli Specialty Coffee. Psst, ini biji kopi yang pernah juara, harganya pun juara pula. Kopi saya diseduh dengan kalita wave dan disajikan dalam dua jenis minuman yaitu panas dan dingin. Persentasenya asyik sekali. Barista datang dengan dua cangkir dingin dan panas beserta kopi yang sudah digiling.

Menjelaskan segalanya sambil menunggu reaksi saya setelah teguk pertama. Ah, begini seharusnya kedai kopi spesialti itu ya. Membuat penikmatnya bahagia luar-dalam. Memberi mengalaman yang tak kalah dalam. Luar biasanya meski biji kopinya sama tapi rasa kopi yang disajikan panas dan dingin sungguh berbeda. Notes jasmine, raspberry, floral dan peach samar-samar mampu saya rasakan juga.

Tak cukup dengan filter coffee, saya juga memesan secangkir hot latte. Kata teman saya ini adalah salah satu latte terbaik yang pernah dia cicip. Sebenarnya di Studio Caffeine ini banyak tersedia menu brunch dan main course yang sepertinya sedap. Tapi karena kami berdua kekenyangan, jadi mencicipi menu-menu ini diurungkan.

Ekspektasi awal tentang Studio Caffeine seketika runtuh sudah. Karena jujur awalnya saya tidak merasakan greget dengan kedai kopinya. Setelah mencoba kopi, ngobrol dengan barista dan menyaksikan segalanya di dalam sana segalanya berubah jadi lebih baik. Tak sia-sia tersesat untuk main ke sini.

Hong Kong mungkin menjadi tempat yang gaduh untuk beberapa orang. Tapi untuk saya kedai kopi Studio Caffeine ini menyelamatkan citra Hong Kong yang riuh itu. Mampirlah ke sini dan kelak kamu akan mengerti bahwa kopi mampu memberi damai yang bisa kamu teguk

Studio Caffeine

No. 284 Temple Street, Jordan, Hong Kong, 
+852 2793 3480

401 total views, 9 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.