Berastagi Cafe & Travel Indonesia Sumatera

BIJI HITAM: PERSINGGAHAN HANGAT DI KOTA DINGIN

biji-hitam-berastagi-sumut


Kota Berastagi kini menjadi lebih menyenangkan setelah kemunculan sebuah coffee shop specialty bernama Biji Hitam.

Sebuah kedai kopi cantik di Kota Dingin

Sebuah kedai kopi cantik di Kota Dingin

BERASTAGI adalah sebuah kota dingin tempat ‘pelarian manis’ di akhir pekan. Pesona Berastagi takkan pernah luntur meski abu Sinabung sesekali masih sering datang. Saya sendiri menyukai Berastagi yang begitu sejuk. Penat dengan rutinitas kota besar, kota ini selalu mampu memberi suasana nyaman. Segalanya berjalan santai dan penat pun berangsur pergi pelan-pelan. Satu-satunya hal yang membuat Berastagi kurang lengkap adalah tidak adanya kedai kopi gelombang ketiga. Namun kini semuanya berbeda, kehadiran Biji Hitam melengkapi segalanya.

Anak tangga menuju kopi nikmat.

Anak tangga menuju kopi nikmat.

Kedatangan saya dan beberapa teman ke Biji Hitam tak lain adalah dalam rangkaian single origin trip yang diadakan Medan Barista Community. Biji Hitam menjadi venue yang akan kami singgahi untuk fun cupping malam nanti. Sebelumnya saya sudah sering mendengar tentang kedai kopi asik yang diceritakan rekan-rekan barista di Kota Medan. Hati pun tak sabar ingin mampir ke sana tapi kesempatannya belum juga tiba. Sampai kemarin Medan Barista Community mewujudkan keinginan saya. Terima kasih, guys!

Suasanan hangat terbangun sempurna di sini.

Suasanan hangat terbangun sempurna di sini.

Sebelum melakukan single origin trip tim kami mampir dahulu ke Biji Hitam. Kedai kopi ini berlokasi di Jalan Kolam Renang, Gundaling I, Berastagi. Lokasinya mudah ditemukan dan tidak jauh dari pusat kota. Kedai kopi yang belum setahun berdiri ini memberi kesan begitu menyenangkan saat kaki pertama masuk ke kedainya. Elemen kayu adalah unsur dominan yang membangun kedai kopi ini. Pemiliknya sepasang saudara Andika dan Jaka membangun kedai kopi ini dengan passion yang luar biasa.

Single origin Karo Natural sedang diseduh.

Single origin Karo Natural sedang diseduh.

Di coffee bar bertengger mesin espresso Nuova Simonelli Oscar II dengan manisnya. Jaka pemillik sekaligus barista sedang menyeduh dengan manual brew V60 dengan hati-hati. Secangkir single origin Karo Natural dengan nikmat tak sabar buat diteguk. Aromanya memenuhi ruangan. Sedap benar. Setelah ngobrol dengan Andika, saya akhirnya tahu bahwa Biji Hitam adalah kedai kopi pertama di Berastagi (dan mungkin juga di Kabupaten Karo) yang menyajikan kopi dengan metode manual brewing. Juga di sinilah satu-satunya kedai kopi yang mengusung third wave coffee. Sebelumya kedai-kedai kopi yang telah ada hanya menyajikan kopi hitam atau kopi dengan susu yang diseduh dengan cara tradisional.

Outdoor area!

Outdoor area!

Saya yang masih betah di Biji Hitam akhirnya harus diusir karena kami harus melanjurkan rentetan acara ke kebun kopi. Tapi setelah single origin trip ke kebun usai, saya dan teman-teman berkumpul kembali ke kedai kopi ini. Saya agak terkejut juga dengan suasana malam hari di sini yang ramai. Cukup berbeda dengan suasana siang yang sunyi dan lengang. Lampu-lampu dinyalakan, pendar-pendar oranye memberi kesan hangat yang cukup. Kedai kopi ini sudah sejuk tanpa mesin pendingin. Suatu hal yang istimewa yang tak bisa dilakukan kedai kopi lain di kota.

Coffee, anyone?

Coffee, anyone?

Tak sabar ingin ngopi akhirnya saya memesan single origin Karo Aji Jahe yang diseduh dengan french press. Tak lupa camilannya sepiring penuh chicken nugget yang dilumuri keju parut. Salah satu teman saya tak ingin ngopi karena hari sudah larut, tak khawatir karena Biji Hitam menyediakan menu non-kopi seperti teh dan green tea latte. Senang sekali karena banyak varian menu yang disajikan di sini. Jadi semua orang bisa leluasa memesan apa saja.

Green tea latte siap menghangatkan kebersamaan.

Green tea latte siap menghangatkan kebersamaan.

Malam hari di Biji Hitam mengalir dengan kehangatan. Percakapan demi percakapan lahir begitu saja. Semua meja penuh pengunjung. Ada yang dari desa tetangga seperti Kabanjahe dan sekitarnya dan ada pula pendatang dan turis dari Medan kota lainnya. Andika sang pemilik dan juga mantan barista di salah satu coffee shop terkemuka di Medan ini mengaku bahwa peminum kopi yang datang ke kedainya cukup banyak. Mereka antusias dengan cara seduh manual dan perkembangan yang terjadi di dunia kopi. Biji Hitam dinilai sebagai tempat yang tak hanya asik buat ngopi tetapi juga ‘rumah’ untuk belajar soal kopi.

Ngopi rame-rame biar bahagianya makin berasa.

Ngopi rame-rame biar bahagianya makin berasa.

Saya sangat berbahagia dengan adanya kedai kopi specialty di Berastagi ini. Sudah lama rasanya menginginkan sebuah kedai kopi yang mengusung third wave coffee di tempat wisata di Sumatera Utara. Biji Hitam kini menjadi persinggahan wajib untuk menghangatkan diri saat berkunjung ke kota dingin. Buat kalian yang mampir ke Berastagi, singgahlah ke Biji Hitam. Nikmati secangkir dua cangkir kopinya. Setelahnya kamu akan percaya bahwa kebahagiaan pada cangkir memang benar adanya.

Cuma orang Sumatera Utara nih yang ngerti. :D

Cuma orang Sumatera Utara nih yang ngerti. :D

 

Terima kasih Medan Barista Community & Tim Biji Hitam untuk keseruannya. Ayo main bareng lagi!

PAKET CAFE

 

9,937 total views, 2 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply