BISAKAH ASAM (ACID) PADA KOPI DINETRALISIR?

Banyak yang mengaku suka kopi tapi tak tahan dengan asam atau acid yang dikandungnya karena faktor kondisi tubuh. Jika sudah begini apakah acid pada kopi bisa dinetralisir?

SEORANG teman memutuskan berhenti minum kopi karena kondisi kesehatan. Padahal dia mengaku bahwa dia suka sekali ngopi dan rutin mengonsumsi kopi setiap hari. Mendengar kisah ini saya pun berpikir bahwa apa benar acid pada kopi yang tak bisa diterima kondisi tubuh seseorang ini bisa dinetralisir?

Jawabannya sungguh menyenangkan karena kopi bisa dikurangi kandungan acid-nya agar bisa dinikmati banyak pihak yang tak bisa terkena acid dalam jumlah tertentu. Menurut seorang ahli nutrisi yang saya kenal baik acid pada kopi ternyata berjumlah lebih dari 28 jenis. Dan tipe acid ini juga ditemukan dijenis makanan lain seperti mangga, jeruk, dan banyak buah-buahan lain.

Untuk kopi sendiri kandungan acid-nya bisa berkurang jika bertemu dengan kalsium. Minuman yang mengandung kalsium yang juga paling dianjurkan menjadi campuran kopi adalah susu rendah lemak. Menurut livestrong.com kalsium digunakan sebagai bahan antasida yang mampu menetralkan asam lambung. Jadi kandungan asam tersebut bisa menurun saat bertemu kalsium. Jadi teman saya yang tak bisa minum kopi itu mampu kembali menikmati kopinya asal dicampur susu.

Selain itu, cold brew coffee juga salah satu alternatif lain yang ditawarkan untuk mereka yang tidak bisa menerima acid pada tubuhnya. Karena cold brew coffee dipercaya menuruntkan kandungan acid pada kopi melalui proses seduh dingin. Setidaknya menurut penelitian di salah satu universitas di Amerika Serikat, kopi yang sudah diseduh dengan cold brewer setidaknya mengalami penurunan acid kurang lebih 70 persen dari kopi yang diseduh panas biasa. Lumayan ya?

Tak hanya itu, ternyata kopi yang disangrai lebih gelap mengandung acid yang lebih sedikit ketimbang yang disangrai ringan. Acid melebur selama proses sangrai dan ini bisa menjadi alternatif untuk mereka yang ingin ngopi tapi kandungan acid-nya tidak banyak.

Intinya, carilah kopi yang sesuai kondisi tubuhnya. Dengarkan tubuh, nikmati kopi tanpa rasa sakit!

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.