BISAKAH KAMU NGOPI DI KEDAI KOPI TANPA PROTOKOL KESEHATAN?

Pandemi belum juga usai. Tapi industri kopi kita tetap melaju meski perlahan-lahan.

BEBERAPA bulan terakhir kehidupan riuhnya industri kopi kita dan mungkin di luar sana mengalami hempasan yang tak tanggung-tanggung. Di awal pandemi pada Maret lalu, banyak kedai kopi yang memutuskan untuk rehat sejenak. Entah dikarenakan anjuran pemerintah, entah karena desakan finansial perusahaan yang tak bisa lagi menolong.

Pada Mei dan Juni, beberapa kedai kopi mulai bangkit kembali. Membuka gerainya dan menyalakan harapan meski masih tertatih. Ada yang berbeda di beragam kedai kopi. Semuanya menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari pengecekan suhu, anjuran mencuci tangan, seluruh kru menggunakan sarung tangan dan masker, pembersihan meja dan kursi dengan disinfektan hingga ‘jaga jarak’ antartamu.

credit: tiranaobserver.al

Hal ini cukup memberikan ‘rasa aman’ yang melegakan meski kita tak pernah tahu virus bisa saja tersebar di mana pun. Hanya saja kedai-kedai kopi dengan protokol kesehatan yang diterapkan dengan seserius-seriusnya membuat kita semua bisa ngopi dengan sedikit rasa khawatir saja.

Sangat disarankan untuk siapapun yang masih menikmati kopi di kedai kopi, perhatikan seluruh detail protokol kesehatan yang terapkan oleh manajemennya. Kedai kopi yang abai terhadap protokol kesehatan atau tidak ‘seserius itu’ menanggapi masakah Covid-19 ini sebaiknya diberi tahu atau jika sulit diberi tahu satu-satunya cara adalah tidak mendatanginya dulu untuk sementara. Hal ini penting karena bisa saja kita menjadi pembawa virus dan menulari keluarga.

credit: lifestylecoop.com

Saya sendiri selalu kagum dengan para barista yang meskipun mengenakan sarung tangan karet dan masker lengkap dengan ‘kaca muka’, tetap mampu meracik aneka kopi nikmat. Saya tahu benar pasti susah membuat latte art dengan sarung tangan, bukan? Salut juga dengan semua pekerja yang dengan telaten melakukan pengecekan suhu dan membersihkan meja dan kursi berkali-kali setelah pengunjung pulang. Kalian membuat kami merasa begitu aman. Terima kasih banyak.

Dan untuk kita semua, sang pecandu kopi ini, mari jaga diri sendiri. Jika harus ke kedai kopi pastikan dalam keadaan fit. Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker dan mencuci tangan. Kita semua ingin pandemi ini berakhir. Untuk mengakhirinya kita bisa dengan sama-sama jaga diri. Dan sekali lagi, kedai kopi tanpa protokol kesehatan sebaiknya kita hindari. Karena saya, tak bisa ngopi di kedai kopi yang tak peduli kesehatan pengunjungnya dan pekerjanya.

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.