BLUE BOTTLE COFFEE: LEBIH DARI SEKEDAR KENIKMATAN KOPI

Ada banyak alasan kenapa harus mampir ke Blue Bottle Coffee. Tapi dari sekian banyak alasan itu yang pasti adalah satu: kenikmatan kopinya. 

Penampakan eksterior Blue Bottle Coffee.
Penampakan eksterior Blue Bottle Coffee.

PAGI itu seperti biasa kota New York berjalan dengan tergesa-gesa. Tapi saya malah berprilaku sebaliknya. Waktu yang singkat di New York sebelum bertolak ke Atlanta, Georgia saya gunakan untuk menikmati apa saja yang ada. Kota ini benar-benar sibuk. Tapi tak mengapa karena saya ingin merayakan riuhnya kota besar dengan bertandang ke suatu coffee shop yang sudah lama saya ingin datangi: Blue Bottle Coffee.

blue-bottle-coffee
Lamarzocco Strada 3 Head & Grinder Mazzer Robur & Kony

Blue Bottle Coffee ternyata tak kalah riuh dengan kota New York itu sendiri. Memasuki kedainya saya disambut dengan antrian panjang manusia yang membutuhkan kefein untuk mengawali hari. Saya mengitari pandangan di seluruh penjuru, tak ada satupun tempat duduk yang tersisa. Apa boleh buat, inilah resiko bertandang ke kedai kopi jagoan yang rasa kopinya memang tak diragukan. Sambil mengantri saya melirik alat-alat kopi yang dipajang di coffee bar. Sebuah mesin espresso Lamarzocco Strada 3 Head bertengger gagah ditemani automatic grinder Mazzer Robur dan Kony. Tiga serangkai yang bertugas memuaskan ritual manusia-manusia yang mendamba kopi.

Blue Bottle Dripper berjejer menyeduh single origin pesanan pelanggan.
Blue Bottle Dripper berjejer menyeduh single origin pesanan pelanggan.

Sampai pada giliran saya, saya memesan single origin Kenya yang tentunya diseduh dengan Blue Bottle Dripper yang legendaris itu. Saya memang tak salah pilih kopi, secangkir kenikmatan dengan notes lemon, citrus dan entah buah apa lagi yang rasanya segar membahagiakan. Ngopi sambil berdiri pun tak lagi dihiraukan karena nikmatnya kopi ini seperti melunturkan lelah yang ada.

Antrian pengunjung yang tak habis-habis.
Antrian pengunjung yang tak habis-habis.

Antrian orang-orang terus mengular. Sementara saya memerhatikan sekeliling interior kedai kopi yang pertama kali dibuka di Oakland, California oleh James Freeman ini. Untuk mereka yang ingin menikmati cold brew, Blue Bottle Coffee juga menjual kopi seduh dingin kalengan dan cappuccino kemasan kotak. Saya sendiri membeli beberapa cold brew untuk diminum pada saat melanjutkan petualangan di Amerika Serikat. Tak hanya menjual cold brew, di sini juga menyediakan macam-macam souvenir yang bisa dijadikan oleh-oleh. Jenisnya beragam, mulai dari travel set, tote bag, dripper, mug, cups dan t-shirt. Selain itu, saya juga menghadiahkan diri saya aneka single origin yang akan saya seduh di rumah.

Cold brew, cappuccino dan single origin. Nikmat!
Cold brew, cappuccino dan single origin. Nikmat!

Sudah lama sekali sebenarnya saya menunggu kesempatan untuk menikmati pengalaman ngopi di Blue Bottle Coffee. Meski telah memiliki cabang di Tokyo yang lebih dekat jaraknya dari Indonesia, saya tak menyangka akhirnya takdir mengiring langkah saya justru ke New York. James Freeman benar-benar membangun Blue Bottle Coffee dengan jiwa dan passion yang tak main-main. Terbukti dari apa yang saya saksikan sendiri di kedai kopinya. Mulai dari interior, atmosfer, cita rasa, barista dan apa-apa yang membangun coffee shop ini, semuanya memberikan nuansa menyenangkan yang membuat saya enggan pulang.

Aneka single origin yang siap dibawa pulang.
Aneka single origin yang siap dibawa pulang.

 

Blue Bottle Coffee

54 W 40th St, New York, NY 10018, United States

cari mesin espresso

1,162 total views, 11 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments
  1. Kopi memang ngga ada matinya, kalo udah kesihir, kemanapun pasti dikejer 😀

    Saya baru denger Blue Bottle Coffee, karena memang sy masih newbie di perkopian. Nice info, next sapa tau saya yg bs hadir di Bule Bottle Coffee, aammiinnn 🙂

    Salam sruput

Leave a Reply

Your email address will not be published.