BREW LAB ARTISAN COFFEE: MENGAWALI PETUALANGAN NGOPI DI SKOTLANDIA

Apa yang ada di kepalamu saat mendengar nama Skotlandia? Loch Ness, lelaki yang mengenakan kilt atau justru Merida, tokoh dalam film Brave.

UNTUK saya sendiri Skotlandia adalah negara yang menyenangkan. Negeri yang sejuk dan damai. Bahkan kedamaiannya menandingi Inggris tetangganya. Skotlandia adalah negara  yang sudah lama ingin saya datangi dan sama sekali tak ada embel-embel kopi. Ke Skotlandia memang karena ingin berwisata saja. Tak begitu peduli apakah ada kopi enak atau tidak. Meski akhirnya saya menemukan beberapa kedai kopi yang membuat jatuh hati juga.

Kedai kopi pertama yang saya datangi di Skotlandia adalah Brew Lab Artisan Coffee. Edinburg menjadi kota pertama yang saya singgahi. Waktu itu suhu berada di 5′ celcius. Cukup dingin ditambah lagi angin yang memperburuk segalanya. Ha-ha-ha. Pagi-pagi saya dan beberapa teman memutuskan untuk mencari sarapan di sekitar hotel kami. Beruntung kami menemukan kedai kopi yang sudah buka pukul 8 pagi dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Yup! Dialah Brew Lab Artisan Coffee!

Dari namanya kedai kopi ini memang cukup meyakinkan. Sudah pakai kata artisan pastilah kopinya juga enak. Masuk ke dalam kedai saya langsung disambut alunan lagu rock yang mendentum. Mungkin karena di sini dingin jadi dibutuhkan musik yang memicu semangat agar ngopinya semakin hangat. Saya kira di sini playlist-nya bakal berganti genre musik, eh ternyata dari awal sampai saya pulang playlist-nya nge-rock terus. Ha-ha-ha.

Oh iya, Brew Lab Artisan Coffee ini mengusung tema rustic yang asyik. Meski eksteriornya terlihat ‘rapi’, tapi interiornya sengaja dibiarkan berantakan yang artsy  di sana-sini. Perut rupanya sudah minta diisi, akhirnya kami memesan croissant, brownies dan chocolate doughnut untuk sarapan. Tak lupa memesan kopi juga. Saya memesan latte yang dibandrol £3 dan filter coffee dari single origin Nicaragua, Finca Limoncillo natural process yang rasanya rada-rada blueberry, cherry dan ada sekilas bubblegum-nya. Unik sih! Oh iya single origin seharga £3.7 dari roastery Hasbean ternyata.

Mengintip coffee bar-nya ada Victoria Arduino Black Eagle 3 Group. Waduh pakai 3 group bisa kebayang ‘kan ramainya kedai ini seperti apa. Kata baristanya awalnya Brew Lab Artisan Coffee menggunakan Slayer 2 Group. Cuma karena semakin lama semakin ramai mesin tersebut tak sanggup mengatasi membludaknya pendatang. Jadi ya diganti sama yang 3 group! Keren ya. Pasti keuntungan meningkat kalau kedainya ramai terus.

Untuk yang suka dengan filter coffee, seduh manual dan teman-temannya, Brew Lab Artisan Coffee ini juga menyediakan ragam alat seduh manual seperti Hario V60, Kalita Wave, Chemex dan Aeropress. Tinggal pilih cara seduhnya sesukamu saja. Lucunya di sini filter coffee disajikan tidak di dalam server melainkan di milk jug. Unik ya?

Pada penasaran kenapa namanya kedai ini ada kata ‘lab’? Ternyata memang di sini tersedia coffee lab dan barista training. Jadi selain kedai kopi memang ada disediakan tempat latihan para barista yang ingin menggali potensi kopinya juga merangkap sebagai coffee lab plus juga menjual merchandise dan biji kopi. Jadinya lengkaplah segalanya di Brew Lab Artisan Coffee ini.

Sebelum pulang saya membeli buku Scottish Coffee Guide karena mau mengeksplorasi kedai kopi di Skotlandia. Ya, secara saya memang tak memiliki persiapan apapun perihal coffee shop hopping sini.

Brew Lab Artisan Coffee adalah sebuah awal petualangan yang indah di negara yang tak kalah indahnya. Jika ke Edinburg kamu harus datang ke sini dan nikmati minum kopi sambil angguk-angguk kepala karena playlist yang membahana.

Brew Lab Artisan Coffee

6-8 S College St, Edinburgh EH8 9AA, Skotlandia, Inggris Raya

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.