BROWN COFFEE DI SIEM REAP KAMBOJA

Apa yang terbersit di kepalamu jika mendengar nama Siem Reap, Kamboja? Candi-candi? Angkor Wat? Atau justru Angelina Jolie?

TAK salah memang. Karena kedatangan para turis ke kota ini yang paling utama sudah pasti karena keajaiban Komplek Angkor Wat yang termasyur dan melegenda. Saya sendiri kembali ke kota ini pun tak mau melewatkan Angkor Wat meski sudah pernah ke sini. Selain itu, tentu ingin menikmati perubahan.

Perubahan yang paling besar terjadi pada sektor kedai-kedai kopi. Jujur enam tahun lalu kedai-kedai kopi yang ‘layak’ (layak di sini berarti ada mesin espresso, kopi yang disangrai baik dan tempat yang nyaman juga) agak sulit dijumpai. Sekarang jangankan di jalan utama, di gang-gang kecil pun sudah ada kedai kopi yang tak kalah nyamannya.

Salah satu kedai kopi yang paling menonjol dan memukau saya adalah Brown Coffee. Kedai kopi ini bisa dibilang salah satu kedai kopi pertama yang membawa semangat ‘minum kopi’ secara layak di Budaya Khmer. Brown Coffee ada di mana-mana. Kalau tidak salah di Phnom Penh ada belasan cabang dan di Siem Reap tersebar di empat lokasi.

Tiap-tiap gerainya didesain mengagumkan. Saya melewati dua gerai Brown Coffee di Siem Reap yang begitu mewah dan nyaman. Tapi akhirnya saya memilih mampir di gerainya yang berlokasi di National Road No. 6 Ta Phul Village, Siem Reap.

Dari luar gerainya dikelilingi tanaman hijau. Seolah-olah seperti ‘hutan mini’ yang menjalari jendela-jendela serta pintu. Sangat kontradiktif dengan udara Siem Reap yang kering dan gerah. Saat masuk ke dalam, seketika disambut mesin pendingin yang sejuk sekali.

Ruangan kedai ini sangat luas dengan langit-langit yang tinggi. Meski satu lantai Brown Coffee ini terbagi beberapa ruang duduk. Masing-masingnya sangat menyenangkan. Saya senang dengan tema minimalis namun tetap artsy. Di sana-sini sentuhan pajangan seni Khmer membuat kedai modern ini tidak kehilangan identitasnya.

Kaca-kaca jendela besar memungkinkan cahaya masuk melimpah ruah. Belum coffee bar yang terbagi dua yang masing-masing menyajikan dua hal berbeda: slow bar untuk manual brew dan espresso bar yang digawangi oleh mesin espresso La Marzocco.

Oh iya, di sini juga ada cold brew yang sempat saya cicipi. Ternyata oh ternyata cold brew-nya dari single origin Sumatera. Ah, jauh-jauh ke Siem Reap, Kopi Sumatera juga yang dicicipi. Sayang mereka kurang tahu biji kopi Sumatera bagian mana yang mereka jual.

Tak hanya cold brew, saya juga mencoba single origin Kolombia yang diseduh dengan pour over Hari V60. Entah kenapa kopi-kopi di sini semua karakternya lebih body dan chocolaty. Mungkin orang Kamboja kurang tertarik dengan karakter fruity, high acidity dan lain-lain. Tak apalah saya bisa menikmatinya juga.

Yang membuat unik adalah cold brew disajikan bersama susu dan gula cair yang terpisah. Ya, siapa tahu ada yang kurang suka minum kopi hitam saja. Tak hanya kopi-kopian, Brown Coffee juga menyediakan aneka roti dan pastry, juga main course seperti pasta.

Untuk saya Brown Coffee ini sangat menjual kenyamanan yang layak saya kagumi. Untuk saya sendiri rasanya sangat takjub di kota sekecil Siem Reap, ada kedai kopi yang keren seperti ini!

Brown Coffee

National Road No. 6 Ta Phul Village,
Siem Reap, Kamboja

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.